Leren Judi Pengin Ngaji

Leren Judi Pengin Ngaji

Leren Judi Pengin Ngaji

*Leren Judi Pengin Ngaji* | Status Kol Angkot di kawasan #Delanggu #Klaten Jl. Yogya-Solo. #Ngaji#Judi #Tobat #Solo #Jalan  Baca lebih lanjut

Tol Termurah

IMG_20151031_091516

Barangkali, tarif tol di Semarang ini merupakan tarif tol termurah di Indonesia. Dibilang termurah karena tarif tol Semarang dalam kota ini hanya Rp2.000,- saja. Setidaknya sejauh ini yang saya ketahui, tol ini yang paling murah. Kalau ternyata ada yang lebih murah lagi, silakan diinformasikan kepada saya. Baca lebih lanjut

PT. KAI Langgar Regulasi Pemerintah Tentang Tarif Kereta Ekonomi?

Gambar 1 - Tiket progo 2014

Gambar 1 – Tiket progo 2014

Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2015, PT. KAI menetapkan kenaikan tariff penumpang kereta ekonomi AC yang sangat tinggi. Kenaikannya hampir mencapai 300% (3x lipat). Contoh mudah bisa saya ambil pada kereta ekonomi Progo (Pasar Senen – Lempuyangan PP). Pada tahun 2014, harga tiket Progo sebesar Rp 50.000,- (lihat gambar 1 – atas) bahkan pada tahun 2013, harga tiket Progo hanya sebesar Rp 35.000,-(lihat gambar 2). Namun setelah tahun 2015, harga tiket kereta Progo langsung melesat menjadi Rp 140.000,- (lihat gambar 3). Pertanyaan saya, apa dasarnya? Apa dasar ketentuan kenaikan tarif setinggi itu?

Baca lebih lanjut

Perlukah PT. KAI Membuat Musholla di Gerbong Kereta?

Seorang Penumpang Kereta Tengah Shalat di Bordes

Seorang Penumpang Kereta Tengah Shalat di Bordes

Akhir-akhir ini kereta api di Indonesia kerap menjadi sorotan karena prestasi. Mulai dari penataan stasiun sampai penataan gerbong kereta dan penumpang. Namun sepertinya masih ada yang perlu ditambahi. Kalau ditanya bukankah kereta api saat ini sudah jauh lebih nyaman dibanding 5 tahun atau lebih lalu, maka saya akan jawab iya. Ya sekarang memang kereta sudah lebih nyaman.

Namun demikian, nyaman tentunya belum cukup. Perlu ada peningkatan lebih lagi dari sekedar ‘nyaman’. Peningkatan seperti apa? Misalnya seperti memberikan fasilitas ruang atau gerbong untuk shalat (musholla), ruang ibu menyusui, atau gerbong tidur.

Ahad, 12 Januari 2015 lalu, saya melihat di bordes gerbong kereta, sejumlah penumpang menunaikan shalat secara bergantian saat datang waktu Maghrib. Satu per satu, sejumlah penumpang shalat secara bergantian di atas karpet yang digelar sebagai alas shalat (sujud).

Pemandangan para penumpang menunaikan shalat dengan menggelar karpet atau sajadah sebenarnya sudah bukan pemandangan asing. Setiap saya naik kereta yang melewati waktu shalat, biasanya ada beberapa penumpang yang shalat. Ada yang duduk di kursi penumpang, ada yang berdiri seperti shalat biasa di lorong gerbong, ada yang berdiri di bordes.

Jadi, melihat banyaknya para penumpang yang menunaikan shalat di kereta, sepertinya PT. KAI perlu membuat ruang atau gerbong khusus untuk musholla. Selain itu juga perlu membuat tempat wudhu khusus yang jauh dari tempat najis. Sekarang ini, para penumpang kalau wudhu di toilet. Sementara toilet kereta sebagaimana diketahui merupakan tempat buang air kecil dan besar, yang najis.

So, gimana menurutmu sob?

(Foto diambil pada Ahad, 12 Januari 2015 di kereta Brantas dari Solo Jebres Pasar Senen)

Parah, Busway Datang Setelah 1 Jam Ditunggu Para Penumpang


31 Januari 2010, hari keterlambatan bus Transjakarta atau yang lebih dikenal dengan BUSWAY yang parah dan ga masuk akal tapi benar-benar kejadian. Mau marah ga ada gunanya, mau numpahin kemarahan juga rugi sendiri. Kutulis aja pengalaman mengesalkan ini di blog.

Sore tanggal 31 Januari 2010, sekitar pukul 15.50 WIB, aku sampai di Gambir dari Bandung. Karena mau buru-buru ke Mangga Dua ngejar sebelum banyak toko-toko yang tutup, aku langsung mempercepat jalan menuju Halte Transjakarta Gambir 2. Sepuluh menit menunggu, bus tiba dengan kondisi penuh sesak penumpang. Sekitar perjalanan 5 menit, aku sampai di Halte Transit Pasar Senen. Sedikit terburu-buru, aku lagi-lagi mempercepat jalan menuju lorong pemberhentian bus yang ke arah jurusan Ancol.

Saat sampai di halte Pasar Senen, waktu menunjuk sekitar pukul 16.15 WIB. Sepuluh menit kemudian ada bus dari arah selatan. Ternyata bus itu tidak menuju ke Ancol melainkan ke PGC Cililitan. Sepuluh menit berselang sejak bus pertama tadi tiba, muncul lagi bus dari arah selatan. Ternyata, lagi-lagi bus yang datang bus yang hendak ke PGC Cililitan. Begitu berulang setiap sepuluh menit hingga lima kali. Kesemuanya bus yang menuju ke Cililitan. Aku pun kesal. Ga wajar sekali nunggu bus Transjakarta sampai hampir satu jam gini. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: