Aneka Bentuk Nisan, Mau Pesan?

 

Nisan Mobil BMW

Nisan Mobil BMW

Aneka Bentuk Kijing, Mau Pesan?

Setelah selama beberapa hari ini aku mengangkat tema tentang sarean, njaratan, kuburan, atau makam dalam postinganku maka ada satu hal yang menarik untuk aku sampaikan perihal makam. Seringkali dan umumnya makam di Indonesia dibangun dengan batu nisan. Dalam masyarakat Jawa dikenal dengan istilah kijing. Pembangunan Kijing atau nisan biasanya -sejauh yang kuketahui- dalam tradisi beberapa orang di kampungku dilakukan setelah 1000 (seribu) hari meninggalnya seseorang. Nyewu, demikian sebutannya.

Di kalangan masyarakat Jawa terdapat kepercayaan adanya hubungan yang sangat baik antara manusia dan yang gaib. Seperti yang masih dilakukan oleh masyarakat Jawa, mereka mengadakan upacara tradisi Ngijing pada Upacara Selametan Nyewu. Tradisi ini merupakan implementasi kepercayaan mereka akan adanya hubungan yang baik antara manusia dengan yang gaib. Tradisi ini telah lama ada bahkan sampai sekarang masih tetap dilakukan. Tradisi Ngijing merupakan suatu jenis kebudayaan lokal tradisional orang Jawa. Dengan demikian tradisi Ngijing dapat diklasifikasikan sebagai kebudayaan Jawa. Baca lebih lanjut

Kuburan Satu Keluarga ?

 

Kuburan Terduga Keluarga

Kuburan Satu Keluarga ?

Kalau kemaren sedikit berkisah tentang keberadaan kuburan bayi kembar, maka hari ini ada lagi sebuah pemandangan unik masih di komplek sarean tak terurus dekat rumah. Diantara formasi-formasi peletakan kuburan di komplek pemakaman ini, ada satu yang menarik. Coba lihat foto di atas. Dari sudut pandang tertentu, formasi kuburan tersebut seolah ingin menyampaikan pesan bahwa mereka adalah satu keluarga. Namun bisa juga dikatakan bukan satu keluarga.

Jika dilihat dari formasi penguburannya, makam ber-keramik bisa saja dikonotasikan sebagai orangtua atau ayah. Sedangkan tiga makam yang hanya dibuat dari semen dan pasir dikonotasikan sebagai ketiga anaknya. Itu jika kita mengangga kuburan itu sebagai satu keluarga. Baca lebih lanjut

Kuburan Bayi Kembar

 

Kuburan Kembar

Kuburan Kembar

Kuburan Bayi Kembar

Saat berkeliling kompleks sarean (pemakaman) dekat rumah, mataku teralihkan ke arah sepasang makam pada gambar di atas. Sebelah kiri pada nisannya tertulis nama Widodo DIB 3-11-99. Sementara pada makam sebelah kanan tertulis nama Winarni DIB 3-11-99. Istilah DIB maksudnya adalah ‘dibangun’. Maknanya, makam itu dibangun dengan kijing atau diberikan nisan pada tanggal 3 November 1999. Sejauh yang kuketahui, pembangunan kijing dalam tradisi beberapa orang di kampungku dilakukan setelah 1000 (seribu) hari meninggalnya seseorang. Dengan demikian, bisa diartikan bahwa kedua orang yang berada di dalam kuburan itu meninggal sekitar seribu hari (kurang lebih tiga tahun) sebelumnya. Sebagian besar masyarakat di daerahku sudah meninggalkan tradisi yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam tersebut. Baca lebih lanjut

Sareyan Tak Terurus

 

Kuburan Tak Terurus 1

Pemakaman Tak Terurus 1

Sarean Tak Terurus

Memanfaatkan momentum liburan di rumah harus benar-benar dimaksimalkan. Salah satunya jalan-jalan ke sawah. Kebetulan lokasi rumahku dengan persawahan tidak terlalu jauh. Jarang-jarang aku bisa merasakan udara segar di pagi hari semaksimalnya. Maka itu, momentum itu harus benar-benar dimaksimalkan.

Sambil jalan-jalan aku mampir ke lokasi makam alias kuburan alias sareyan alias njaratan yang tidak terlalu jauh juga dari rumah dan sawah. Sarean ini boleh dibilang tidak terlalu terurus. Rumput-rumput liar dan ilalang dibiarkan tumbuh menutupi sebagian makam, kijing, dan nisan.

Sejak keluargaku pindah rumah, sareyan ini sudah ada lebih dahulu. Bahkan saat orangtuaku baru membeli tanah saja, sarean ini pun sudah ada. Artinya memang sarean ini tergolong pemakaman tua. Saat usia sekolah dasar, keberadaan sarean ini cukup membuatku agak ngerasa ngeri. Bukan karena ada hantu, pocong, atau semisalnya. Tetapi ke-ngerianku dikarenakan banyaknya ular yang menghuni lokasi sareyan. Hampir setiap aku melewati sarean ini, aku melihat ular. Mungkin ini dapat dimaklumi karena kondisinya yang benar-benar tak terurus saat itu. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: