Pilih Mana antara HASIL dan PROSES ???

Lebih penting manakah antara HASIL dan PROSES ???

Beberapa orang mungkin menjawab hasil sementara beberapa orang lainnya akan menjawab sebaliknya, PROSES. Manakah yang lebih tepat? Anda bebas untuk memilihnya. Namun, kali ini izinkan aku untuk sedikit bercerita tentang sebuah kisah antara seorang Ayah dengan anaknya.

Alkisah, ada seorang profesor doktor (Prof. Dr.) yang cukup ternama dan diakui kapabilitasnya di bidang akademisi serta beberapa kalangan. Beliau masih berusia cukup muda dan memiliki seorang istri yang juga bekerja sebagai seorang akademisi dan mengajar di sebuah universitas. Istrinya pun juga seorang yang smart dan cukup sibuk di institusinya. Hampir sepanjang waktunya lebih banyak dihabiskan untuk “pengabdian” kepada keilmuan dan akademik.

Pasangan dosen tersebut memiliki seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar kelas satu. Sayangnya, mungkin dikarenakan alasan kesibukan kedua orangtuanya, sang buah hati ini memiliki kelemahan di bidang matematika. Ia selalu kesulitan untuk bertanya kepada orangtuanya jika memperoleh PR Matematika karena PR dari sekolah lebih sering dikerjakan oleh orangtuanya. Orangtuanya kesulitan untuk menyempatkan waktu mengajari buah hatinya bagaimana menjelaskan sebuah proses perhitungan matematika sehingga sang anak seringkali hanya mengetahui hasil sebuah soal. Orangtuanya terlalu mempercayakan proses belajar anaknya tersebut kepada sekolah si buah hati. Baca lebih lanjut

Sebuah Kisah tentang Giman dan Gimin

Sebuah Kisah tentang Giman dan Gimin

Ada seorang Manajer sebuah perusahaan memiliki dua orang staf yang membatunya. Kedua staf tersebut masing-masing memiliki dua karakter yang berbeda. Sebutlah nama mereka Giman dan Gimin. Sang Manajer tersebut bingung memilih mana diantara dua stafnya itu yang lebih baik atau yang lebih ia butuhkan.

Giman adalah staf sang manajer pertama. Ia merupakan karyawan yang selalu mengerjakan setiap tugas-tugasnya dan tugas yang diberikan oleh atasannya dengan entengan dan tanpa banyak protes. Namun, kekurangan Giman adalah tugas-tugas yang dilaksanakan oleh Giman sering memakan waktu yang cukup lama meskipun tidak sampai melampaui batas waktu yang ditentukan. Selain itu, hasil tugas-tugas Giman juga tidak terlamapu bagus sebagaimana yang diharapkan oleh sang Manajer. Agar hasil pekerjaan Giman bisa lebih baik, maka sang Manajer sering harus berulang kali mengajari Giman. Meskipun sering dimarahi sang Manajer-nya, Giman tidak marah karena ia merasa bahwa hasil perkejaannya memang kurang memuaskan.

Di sisi lain, sang Manajer memiliki staf lainnya bernama Gimin. Dalam mengerjakan tugas-tugas dan perintah Sang Manajer, Gimin selalu menyelesaikannya dengan baik dan hampir sempurna. Hasilnya jauh lebih baik dibanding dengan hasil kerjaan Giman. Sang Manajer tidak perlu harus berulang kali mengajari Gimin untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: