Kereta Takwa

Shalat Jamaah di Kereta

Shalat Jamaah di Kereta

Kereta Takwa

Oleh guru-guru sekolah saya dari SD hingga SMA, saya memperoleh pelajaran bahwa pengertian takwa adalah menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebuah pengertian yang sederhana, singkat, tapi padat makna. Tapi kali ini saya tak membahas tentang takwa. Saya hanya mau share tentang ‘Kereta Takwa’ (penginnya sih kayak plesetan dari Kantata Takwa). Baca lebih lanjut

Aku, Anak Seorang Mulia

Sumber Gambar di Klik Saja !

Sumber Gambar di Klik Saja !

Aku, Anak Seorang Mulia

Suatu saat di sebuah forum pertemuan terbuka terlibatlah banyak orang dalam sebuah diskusi membicarakan tentang siapa yang harus dipilih sebagai pimpinan di forum tersebut. Muncullah kemudian seorang pemuda berpakaian rapi dan necis dengan rambut klimis. ”Hei kalian. Aku adalah anak seorang pejabat negeri ini. Aku anak seorang yang mulia di negeri ini. Aku lah yang seharusnya memimpin kalian. Apa ada yang menolakku?”

Mendengar perkataan si pemuda necis, membuat pemuda necis lainnya ikut naik bicara lantang, “Aku anak seorang panglima perang negeri ini yang menjadikan negeri ini menjadi merdeka. Lebih mulia mana ayahmu dengan ayahku? Akulah yang lebih layak memimpin!” kata si pemuda itu.

Suasana kemudian sunyi senyap beberapa detik sampai kemudian ada suara lantang berbicara dari sudut depan. “Lebih mulia aku,” ucap orang tersebut yang ternyata seorang pemuda tampan. “Aku anak seorang presiden di negeri ini. Orang yang paling besar dan mulia dan berkuasa di negeri ini. Apa ada yang lebih mulia dari aku? Sudah semestinyalah aku yang menjadi pimpinan,” ucapnya lantang. Baca lebih lanjut

# Romadhon Keenam: Mukmin & Muttaqin

# Romadhon Keenam: Mukmin & Muttaqin

Menu sahur memasuki puasa hari keenam pagi tadi adalah nasi dengan ditemani bakso dan peyek. Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan dan kelapangan rezeki hingga masih mampu untuk santap sahur.

Siang tadi, seperti hari-hari biasa di kantor pada bulan Romadhon, ba’da sholat Dzuhur berjamaah di musholla diadakan tausiyah atau ceramah kultum. Ceramah kultum ini sengaja diadakan sepanjang bulan Romadhon ba’da sholat dzuhur berjamaah. Penyampai ceramah kultum dari rekan-rekan satu kantor sendiri yang dijadwal sedemikian rupa. Kebetulan, sesuai dengan jadwal, siang tadi ceramah kultum disampaikan oleh Direktur Keuangan kami sendiri.

Pertama-tama, beliau menyampaikan ayat tentang kewajiban menunaikan Puasa Romadhon, yang terdapat dalam surat Al Baqarah 183-184.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kama agar kamu bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang teutentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya bevpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak beupuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui “(Al-Baqarah: 183-184)

Selanjutnya, beliau mengetengahkan pembahasan siapa yang dimaksud dengan mukmin (orang-orang yang beriman)? Dan siapakah yang dikategorikan sebagai seorang muttaqin (orang yang bertakwa)?

Lebih jauh, beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan mukmin telah dijelaskan di dalam al Quran sendiri. Kemudian beliau pun membacakan serta menjelaskan: Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: