Tren Bersepeda Saat Wabah Corona

Sepekan usai lebaran, di sejumlah ruas jalan semakin banyak rombongan orang bersepeda. Mulai kalangan anak-anak usia SD, remaja SMP-SMA, anak-anak kuliah, kaum pekerja hingga orang usia dewasa akhir. Ada yang gowes sendirian, tapi banyak yang berombongan entah bersama keluarga, pasangan, tetangga, komunitas, atau teman sekolah. Ada yang gowes subuh hingga pagi, ada yang lebih suka gowes sore hingga waktu senja, tapi para remaja banyak yang gowes di malam hari.

Kebanyakan diantara mereka kalau ditanya kenapa saat ini seakan jadi gemar bersepeda, jawabannya rata-rata karena untuk kegiatan olahraga supaya imun lebih sehat, daya tahan tubuh lebih kuat, dan untuk membunuh kebosanan karena terlalu lama di rumah dengan aktivitas yang terbatas. Baca lebih lanjut

Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Dengan Opium

Candu dan Opium dalam Revolusi Indonesia

Sambil menunggu istri kontrol dokter di RS. PKU Muhammadiyah Surakarta selama lebih dari 3 jam, saya membaca buku Opium dan Revolusi: Perdagangan dan Penggunaan Candu di Surakarta Masa Revolusi (1945-1950). Buku selesai dibaca selepas isya’ sekira pukul 20.30 WIB. Secara singkat, kesimpulan umum yang dapat saya tarik dari membaca buku ini adalah besarnya peran opium/candu dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia di masa pergolakan revolusi (1945-1950).

tanggal 8 Maret 1948, Kementerian Keuangan menyurati Kementerian Pertahanan untuk meminta kepolisian agar membantu memperdagangkan candu yang akan digunakan untuk delegasi Indonesia ke luar negeri, delegasi Indonesia di Jakarta dan membayar pegawai-pegawai RI – Djogdja Documenten no.230 ANRI Baca lebih lanjut

Solo & Gerakan 30 September

SOLO & GERAKAN 30 SEPTEMBER

Bendera merah putih berkibar setengah tiang di halaman Balaikota Surakarta pada Sabtu, 30 September 2017.

Lima puluh dua (52) tahun silam, saat Partai Komunis Indonesia (PKI) melancarkan Gerakan 30 September 1965 atau yang biasa disebut Gestapu atau G30S/PKI, Oetomo Ramelan -walikota Surakarta atau Solo- menyatakan dukungan terhadap gerakan tersebut yang kemudian memunculkan Dewan Revolusi. Sayang, gerakan tersebut gagal dan dengan mudah dan cepat dipatahkan oleh TNI. Baca lebih lanjut

Pak Dwiatmo, Pejuang PJKA Sejak 1985

image

*PAK DWIATMO, PEJUANG PJKA SEJAK 1985*

Perjalanan naik KA Progo dari Jakarta menuju Yogyakarta semalam (23/11), tak seperti biasanya. Nyaris tak ada sedulur2 PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad), yang terlihat batang hidungnya di Stasiun Pasar Senen. Maklum, hari Rabu malam.

Di antara para penumpang KA Progo relasi Pasar Senen – Lempuyangan berangkat tanggal 23 November 2016, saya bertemu dengan pak Dwiatmo, seorang PJKA senior. Baca lebih lanjut

Kentongan

kentongan

Di #Solo, ini disebut #Kentongan. #Kentongan model seperti ini biasa dijumpai di sejumlah #masjid atau #langgar. Tingginya sekitar 170-200 cm dengan diameter sekitar 40 cm. #Kentongan terbuat dari kayu besar yang dilobangi bagian tengahnya supaya menghasilkan suara yg nyaring.

Baca lebih lanjut

Laskar Pratu (Prameks Sabtu)

Laskar Pratu (Prameks Sabtu)

Laskar Pratu (Prameks Sabtu)

LASKAR PRATU (PRAMEKS SABTU)

Suasana seperti inilah yang kami jalani hampir di tiap hari Sabtu pagi. Rasa persaudaraan berbalut kehangatan dan keceriaan di dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Klaten, Solo, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, atau Madiun. Sebuah perjalanan lanjutan dari Jakarta yang telah menempuh waktu semalam. Di balik letih kecapekan, wajah-wajah mereka menyimpan sinyal kebahagiaan. Kebahagiaan yang juga dinantikan orang-orang tercinta di rumah setiap akhir pekan. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: