5 Manfaat Permainan Puzzle Bagi Anak

 

Menurut psikolog parenting Dr Istar Schwager, permainan puzzle secara tak sadar dapat mengembangkan lima keterampilan khusus bagi anak-anak. Keterampilan tersebut berguna untuknya di sekolah dan bahkan kehidupan dewasanya kelak. Berbekal itulah kemudian saya dan istri mencoba memberikan puzzle kepada putri kami yang hampir berusia 2 tahun. Setelah melihat dan otak atik beberapa menit, ternyata ia berhasil menyelesaikan puzzle sederhana itu. Selanjutnya ia membongkar dan memasang kembali puzzle itu hingga bosan. Baca lebih lanjut

Iklan

Mengajarkan Anak Silaturahmi Sejak Dini

Saya dasarnya memang suka silaturahmi. Dari dulu sejak SD saya suka bertamu ke rumah teman, saudara, kawan lama, kolega, dan guru yang masih bisa dijangkau. Banyak hal positif yang saya peroleh dari kegiatan silaturahmi. Karena itu, saya ingin menularkan kebiasaan silaturahmi ini sejak dini. Baca lebih lanjut

Memanfaatkan Liburan Untuk Silaturrahmi

Silaturrahmi

Setiap pulang kampung ke Solo, hal yang selalu tidak boleh kutinggalkan adalah kegiatan berkunjung silaturahmi dengan kawan kerabat dan lain-lain. Kegiatan ini sengaja selalu kuagendakan setiap pulang kampung ke Solo karena silaturrahmi merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif.

Kali ini, aku bersilaturrahmi ke beberapa kawan dan saudara. Pertama ziarah dan silaturahmi ke rumah bulik, paklik, simbah, dan ziarah kubur ke rumah simbah buyut. Silaturahmi berikutnya adalah mengunjungi keluarga anak-anak SDK, karena selama ini secara langsung maupun tidak langsung, aku juga banyak merepotkan mereka selama tinggal di Solo. Baca lebih lanjut

Pentingnya Silaturahim

Alkisah, ada seorang ibu bernama Maria. Suatu saat Maria mendatangi rumah sakit Islam Surakarta (YARSIS) untuk menjenguk putranya yang tengah tergolek di salah satu bangsal rumah sakit ini. Dalam suatu kesempatan, Maria bertemu dengan saudara kandungnya, Marta namanya. Timbullah dialog kecil karena ‘kebetulan’ tersebut.

Lho, mbak. Kok jauh-jauh ke Solo dari Jakarta ini dalam rangka apa? Dan kok mampir ke rumah sakit, memangnya mau menjenguk siapa?” tanya Maria kepada Marta setelah salaman dan berpelukan karena secara kebetulan dipertemukan di Rumah Sakit Islam Surakarta (YARSIS).

Ini dek, saya mau nengok anak saya sendiri. Di ruang Al Qomar. Lha sampeyan sendiri nengok siapa ke sini, dek?” jawab Marta dan sekaligus berbalik Tanya kepada Maria.

Sama mbak. Saya kesini mau besuk anak saya juga. Di ruang Al Qomar juga? Sama dong dengan saya mbak. Ya sudah. Monggo bareng saja ke sana. Siapa tahu kamarnya bersebalahan.” Ujar Maria.

Ngomong-ngomong putera mbak Marta kenapa kok sampai masuk rumah sakit.” tanya Maria menambahkan.

Saya sendiri juga tidak tahu. Katanya berkelahi dengan temannya di pondok.” Jawab Marta.

Beberapa saat kemudian, kedua saudara dekat tersebut sampai di ruangan Al Qomar. Ternyata, kebetulan kembali terulang. Anak masing-masing keduanya ternyata berada dalam satu ruangan di ruang Al Qomar. Selidik punya selidik dan setelah saling bercerita, masing-masing anak kedua saudara tersebut ternyata merupakan korban perkelahian yang karena cukup parahnya sampai membuat kedua anak tersebut dirawat inap di rumah sakit. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: