“Tak Ada Bencana Jika Belum Ada Pemberi Peringatan”

Barusan membaca surat Asy Syu’ara’ (26). Dan aku berhenti serta memperhatikan ayat 208-209. Ayatnya patut dijadikan sebagai perenungan kita semua karena memiliki kemiripan kondisi yang saat ini terjadi di Indonesia.

“Dan Kami tidak Membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidan Berlaku zalim.” (Asy Syu’ara’ (26) ayat 208).

Ayat tersebut barangkali menjadi sebuah jawaban mengapa bencana dan musibah justru terjadi pada negeri-negeri yang mayoritas penduduknya kaum muslimin, bukan Negara yang sudah jelas dihuni orang-orang kafir. Sebagaimana kita ketahui, di Indonesia musibah demi musibah terjadi secara bergantian dari satu tempat ke tempat lainnya di beberapa daerah di wilayah Indonesia. Mulai dari musibah bencana yang terbesar berupa Gempa dan Tsunami Aceh hingga letusan gunung Merapi dan Tsunami  Mentawai yang terjadi beberapa hari lalu. Baca lebih lanjut

Selamatkan Indonesia dari Bencana

Selamatkan Indonesia

Pada saat hampir yang bersamaan terjadi beberapa bencana alam dan musibah di beberapa wilayah Indonesia. Pertama, letusan gunung Merapi di perbatasan D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah pada tanggal 26 Oktober 2010. Kedua, gempa bumi yang diikuti dengan gelombang tsunami di kepulauan Mentawai pada tanggal yang sama. Sebelumnya, terjadi kecelakaan Kereta Api minimal 3 kali dalam waktu tak lebih dari sebulan; kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Sumatera dan Singapura serta Malaysia karena kebakaran hutan di Sumatra; banjir yang menggenangi beberapa kota antara lain DKI Jakarta; dan hujan disertai angin ribut serta badai memporakporandakan beberapa kota; merupakan kejadian-kejadian luar biasa yang patut kita renungi bersama-sama.

Banyak orang menilai, apa yang semua terjadi itu merupakan ujian bagi seluruh bangsa Indonesia. Betulkah demikian? Dengan begitu banyaknya bencana dan kejadian-kejadian luar biasa di negeri ini dan tak kunjung selesai bahkan terkesan estafet itu masihkah kita menganggap dan mengklaim diri kita sebagai orang-orang beriman yang layak untuk memperoleh ujian-ujian dari Allah? Atau justru sebaliknya, kejadian-kejadian dan bencana yang hampir tak pernah berhenti menerpa negeri ini merupakan siksa dan azab bagi seluruh masyarakat negeri ini karena kita semua adalah orang-orang pendosa dan dzalim yang sangat layak untuk diberikan peringatan keras dari Allah?

Barangkali kita perlu sejenak mendengarkan syair Salman Al Jugjawy (a.k.a Sakti eks SO7) berikut ini tentang bagaimana dia menyikapi bencana yang melanda Indonesia akhir-akhir ini dengan potongan-potongan video tsunami dan erupsi gunung Merapi. Baca lebih lanjut

Sebab-sebab Musibah & Siksa Dunia Menimpa Manusia di Bumi

Mari sejenak kita bermuhasabah dengan membaca kitab paling suci di dunia, Al Quran. Meskipun pada dasarnya, muhasabah atau membaca Al Quran tidak harus dilakukan pada hari tertentu saja. Tema yang kuangkat adalah berkenaan dengan siksa dunia. Mungkin kita berfikir bahwa siksa hanya terjadi di akhirat, bahkan mungkin sebagian kita malah tidak mempercayai adanya siksa karena beranggapan bahwa tidak ada kehidupan setelah mati atau justru berpendapat bahwa semua umat manusia bakal masuk surga tanpa terkecuali mengingat Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Bagi yang berfikir demikian, silakan-silakan saja! Bukan hak-ku untuk melarangnya. 🙂

Aku hanya ingin sedikit menyampaikan beberapa pelajaran yang kuperoleh dari sejenak membaca Al Quran. Singkatnya, di dalam al Quran, aku memperoleh informasi bahwa siksa dunia itu terjadi dikarenakan beberapa hal sebagai berikut, antara lain: Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: