Berjamaah di Rumah

Hari Jumat malam, ayah saya berangkat shalat maghrib di Masjid yang lokasinya agak jauh dari rumah. Sekitar 1 KM. Sebuah Masjid di tengah-tengah kampung padat penduduk di belakang sebuah pabrik tekstil & pabrik mebel. Kata ibu, ayah mengajar baca Quran orang-orang tua di Masjid itu.
Saat jam dinding menunjuk pukul 20.30 WIB, ayah masih belum terlihat pulang. Saya tanya ke ibu jam berapa biasanya pulang. “Bisa jam sepuluh malam,” kata ibu saya.
Alhamdulillah, tak sampai jam 22.00, ayah sudah pulang. Ibu saya bilang ke beliau, “Kowe dikhawatirne anakmu kui lho..”

Baca lebih lanjut

Jutaan Kebaikan Tanpa Keimanan, #AMBYAR!!!

(Belajar dari Kisah Abdullah bin Jud’an)

Istri saya tetiba teringat dengan ibu kosnya dulu di Klaten, sebut saja Mbah Uti. Mbah Uti memiliki banyak kebaikan yang disaksikan istri saya selama berinteraksi bersama. Mbah Uti sering menolong orang. Sering memberikan kelebihan makanan kepada orang-orang. Menurut istri, Mbah Uti tak pernah mengobrolkan sesuatu yang sifatnya ngrasani atau menyakitkan hati orang lain. Mbah Uti juga sering mengingatkan anak-anak yang nge-kos di rumahnya untuk shalat. Namun sayangnya, dari sekian banyak kebaikan Mbah Uti, istri saya tak pernah melihatnya menunaikan shalat hingga meninggal. Sungguh sangat disayangkan. Baca lebih lanjut

Jumatan di Rumah

Sudah 3 (tiga) kali, saya tidak melakukan shalat Jumat berjamaah di Masjid sebagai tindak lanjut mengikuti Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 tertanggal 16 Maret 2020 yang bertepatan dengan 21 Rajab 1441 H. Sikap saya ini selain didasarkan pada Fatwa MUI tersebut juga saya niatkan sebagai ikhtiar untuk kemaslahatan umat dan bangsa secara umum, agar penyebaran virus Corona bisa lebih cepat terkendali, agar virus Corona sudah bisa hilang (atau setidaknya terkendali) sebelum kita memasuki bulan Ramadhan, agar kita semua umat Islam bisa memakmurkan masjid di bulan Ramadhan sebagaimana Ramadhan-Ramadhan yang lalu, dan agar masjid kelak tidak dituduh sebagai salah satu tempat penyebaran virus Corona di Indonesia. Pada prinsipnya, keputusan berat yang saya tempuh ini saya harapkan agar kita semua bisa segera kembali hidup normal memakmurkan masjid dengan segera lenyapnya virus Corona. Amin. Baca lebih lanjut

Banyak Pelajaran Dari Beribadah di Rumah

Aktivitas Ramadhan sangat identik dengan aktivitas di masjid. Setelah santap sahur, umat Islam terbiasa berduyun-duyun ke masjid usai sahur untuk shalat subuh jamaah. Usai shalat subuh, di masjid-masjid biasa diadakan kuliah subuh atau kultum subuh. Seusai kultum subuh, di sebagian masjid, tak sedikit orang-orang yang melanjutkan aktivitas dengan membaca Al Quran atau zikir sampai waktu terbitnya matahari (syuruq) dan ditutup dengan shalat sunnah syuruq.

Bergeser ke siang, usai shalat dzuhur berjamaah, di mushola atau masjid kantor-kantor (khususnya di Jakarta yang rutin saya alami pada tahun-tahun sebelumnya) juga diselenggarakan kultum atau tausiyah. Sore hari menjelang beduk Maghrib, diselenggarakan kembali tausiyah ngabuburit menjelang buka puasa di sejumlah masjid. Malam harinya, setelah shalat Isya’, nyaris tak ada masjid yang tidak menyelenggarakan shalat tarawih berjamaah yang kemudiaan dilanjutkan dengan kegiatan tadarus atau semakan Al Quran. Baca lebih lanjut

Saat Suasana Ramadhan Tak Biasa

Bangun sekitar pukul 03.20 WIB, kami langsung bersiap makan sahur untuk menunaikan puasa Ramadhan hari pertama pada tahun 1441 H. Kami menyantap nasi soto yang telah dihangatkan. Tak lupa minum madu dan buah sebagai penambah daya dan vitamin.
 
Suasana malam pertama Ramadhan tahun ini saya rasakan berbeda dari suasana Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya. Masjid-masjid di sekitar rumah meniadakan shalat sunnah tarawih, kegiatan buka puasa bersama, meliburkan TPA, meniadakan tadarus Quran, dan sejumlah kegiatan-kegiatan lain yang kerap menjadi ciri khas kesemarakan bulan Ramadhan. Semua kesemarakan Ramadhan tahun ini seakan-akan hilang menyusul datangnya wabah pandemik virus Corona.

Baca lebih lanjut

Walaupun Sedang Dagang, Shalat Harus Tetap Dikerjakan

shalat-saat-berjualan.jpg.jpeg

Ahad (31/01/16) silam, saat melintas jalan utama Perumahan Fajar Indah, Karanganyar, saya melihat ada pedagang siomay-batagor tengah shalat. Saat melintas, waktu memang baru memasuki waktu shalat Dzuhur. Karena tergesa-gesa, saya tidak sempat ngajak ngobrol si pedagang siomay-batagor. Lagian saya juga sedang ngejar masjid terdekat untuk shalat Dzuhur. Saya hanya berhenti sebentar, memotretnya lalu melanjutkan perjalanan. What dya think guys? 
Baca lebih lanjut

Ngga Pernah Shalat Tapi Berharap Surga, Apa Bisa?

MD Orang Dalam

 

Barangkali hanya orang ini satu-satunya manusia di dunia yang tidak pernah shalat di masa Rasulullah SAW hingga hari kiamat tetapi masuk surga. Suatu hari  Abu Hurairah bertanya kepada para sahabat: “Ceritakan kepadaku megenai kisah seseorang yang masuk surga, padahal sepanjang hidupnya ia belum pernah menjalankan shalat sekalipun sekali saja?”. Para sahabat, ternyata menggeleng karena memang belum pernah mendengar cerita itu sebelumnya. Mereka berpandangan dan balik bertanya kepada Abu Hurairah, “Siapakah gerangan dia ?”. Abu Hurairah pun menjawab,” Ushairim Bani Abdul Asyal” Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: