Berburu Tiket Kereta Mudik Lebaran

Suasana Antrian Pemesanan Tiket Lebaran 2011 di Gambir

Suasana Antrian Pemesanan Tiket Lebaran 2011 di Gambir

Berburu Tiket Kereta Mudik Lebaran

Subuh hari, tanggal 27 Juli 2011, aku berangkat berjalan kaki menuju Stasiun Gambir setelah menunaikan Sholat Subuh dari kos. Jarak kos dengan Stasiun Gambir sekitar 1 KM atau 10 menit jalan kaki. Sengaja aku berangkat pagi-pagi ke Stasiun Gambir karena niat ngantri tiket kereta api untuk keperluan mudik lebaran.

Awalnya, aku sebenarnya merasa aras-arasen menuju Gambir untuk ngantri tiket kereta api. Pertama, aku memperkirakan Stasiun Gambir sudah dipenuhi oleh ratusan calon penumpang yang sudah mengantri lebih dahulu dari saya, bahkan tak sedikit diantara mereka yang rela menginap di stasiun. Kedua, aku memperkirakan akan berada di antrian belakang jauh dan sangat berpotensi tidak memperoleh tiket mudik. Karena dua alasan itulah aku sangat pesimis bakal berhasil mendapatkan tiket lebaran yang hendak kubeli. Baca lebih lanjut

Sholat di Kereta Sambil Duduk

Sholat di Kereta Sambil Duduk

“Dimana saja kamu mendapatkan waktu shalat maka shalatlah.” (HR. Bukhori).

Seorang penumpang kereta Senja Utama perjalanan hari Selasa, tanggal 15 Februari 2011, kulihat tengah Sholat Maghrib – Isya (dijamak) dengan duduk. Berikut video hasil rekamanku.

وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَاقَالَ : ( قَالَ لِيَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ

Dari Imran Ibnu Hushoin Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sholatlah dengan berdiri jika tidak mampu maka dengan duduk jika tidak mampu maka dengan berbaring dan jika tidak mampu juga maka dengan isyarat.” Diriwayatkan oleh Bukhari. Baca lebih lanjut

Sholat di Kereta Sambil Berdiri

Sholat di Kereta Sambil Berdiri

“Dimana saja kamu mendapatkan waktu shalat maka shalatlah.” (HR. Bukhori).

Seorang penumpang kereta Senja Utama perjalanan hari Selasa, tanggal 15 Februari 2011, kulihat tengah Sholat Maghrib – Isya (dijamak) dengan berdiri. Umumnya para penumpang, jika hendak sholat di dalam perjalanan naik kereta biasanya memilih duduk. Namun untuk penumpang yang satu ini beda. Dia tetap mengusahakan untuk berdiri. Berikut video hasil rekamanku.

Baca lebih lanjut

Kilas Balik Posting Sepanjang Tahun 2010 [372 Posting]

Maaf jika postingan ini terlalu panjang. Soalnya ini postingan rangkumanku selama setahun. Tahun 2010. Hanya judul-judulnya saja yang kutulis dan langsung nge-link ke artikelnya. Terima kasih. Salam.

Desember 2010

  1. Kuburan Bayi Kembar

  2. Kuburan Satu Keluarga ?

  3. Aneka Bentuk Nisan, Mau Pesan?

  4. Bebek Goreng H. Slamet Cabang Meruya

  5. Bunga Kamboja Tak Sekedar Bunga Kuburan

  6. Benarkah Kata “Palestina” Tidak Ada di Google?

  7. Andai Aku Seorang Presiden RI

  8. Rumah Mewah-ku

  9. Selamat Jalan Ustadz….

  10. Kesendirian

  11. @ Bandung, Where Are You Guys…?

  12. Aturan ‘Polisi Tidur’

  13. Apa Yang Spesial Dari Ice Cream Magnum?

  14. Ngobrol Hukum Bareng Seorang Anak Band

  15. Daerah Istimewa Surakarta Itu (Pernah) Ada !

  16. Interview Syaikh Zindani & Upaya Pengobatannya Terhadap Penderita AIDS

  17. Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

  18. Tiga Malaikat Kecil

  19. Pohon Gundul diantara Pohon Subur

  20. Setetes Embun di Pagi Hari

  21. Permainan Bocah Ndeso Tempo Doeloe #1

  22. Tahu Kilometer ’0′ di Bandung?

  23. Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

  24. Ketika Rumah Allah pun Tak Ditakuti Maling

  25. Ini Makam atau Taman?

  26. Cemara Dua

  27. Pemugaran Gedung Toko de Vries

  28. Kojom di Kampus Meruya

  29. Ini Masjid, Toko, atau Kelenteng?

  30. H.R. Rasuna Said, Laki-Laki atau Perempuan?

  31. Orang Yang Berani Menempeleng Pak Harto Baca lebih lanjut

Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

 

(Sumber: Semboyan 35)

(Sumber: Semboyan 35)

Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

Sewaktu pulang ke Solo lebaran haji lalu, aku sengaja naik kereta kelas ekonomi. Disamping karena alasan nyari murah juga karena alasan ngejar sholat idul adha pagi hari di Solo. Selebihnya, ada juga alasan sekunder untuk memotret situasi dan suasana di kereta gebrong ekonomi.

Kereta yang kunaiki waktu itu Gaya Baru Malam Selatan jurusan Jakarta – Surabaya. Berangkat dari Pasar Senen seharusnya pukul 12.20 WIB, namun prakteknya baru bisa berangkat pukul 13.00an. Suasana kereta sejak dari awal sudah dipenuhi penumpang yang berdesak-desakan. Lebih parahnya, hampir seluruh penumpang yang tidak memperoleh tiket tempat duduk harus berdiri sepanjang perjalanan karena sudah tidak ada space untuk duduk sama sekali. Beberapa kursi yang seharusnya diduduki 2 orang penumpang diisi 3 orang. Sementara kursi yang seharusnya 3 penumpang diisi 4 orang. Meskipun demikian, masih ada saja penumpang yang berdiri. Baca lebih lanjut

Kakek Pengamen Yang Romantis dan Kocak

Copyright di Den Baguse' Fadly

Copyright di Den Baguse' Fadly

Kakek Pengamen Yang Romantis dan Kocak

Kehadiran pengamen di bus kota, bus antar kota, kereta, di perempatan, dan di mana saja seringkali mengganggu kenyamanan kita. Namun terkadang, kehadiran sebagian diantara pengamen-pengamen itu cukup menggelikan dan membuat perut sakit karena tak kuasa menahan tawa.

Ceritanya episode pengamen kali ini, ada seorang pengamen udah berusia cukup lanjut (bc: tua) dengan gigi yang sudah ompong. Untuk berbicara saja, yang bersangkutan sudah terdengar pelo (bahasa Indonesia-nya pelo apa ya? -cadel kli ya…?) Apalagi jika ia menyanyikan sebuah lagu. Bisa dibayangin khan betapa lucunya si kakek pengamen ini? Lebih lucunya lagi, sang kakek pengamen ini menyanyikan lagu ber-lirik bahasa Inggris diiringi kencrung.

Ia menggabungkan dua lagu sekaligus menjadi terlihat seperti satu lagu. Lagu yang ia nyanyikan cukup dikenal sebagai lagu populer dan romantis, “Why Do You Love Me”-nya Koes Plus dan “When You Tell Me That You Love Me”.

Langsung saja deh bro n sist, silakan menikmati persembahan lagu dari sang kakek pengamen lengkap dengan batuk-batuknya. Check this out..! 😉 Baca lebih lanjut

Interior Prambanan Ekspress (Cadangan)

Interior Kereta Prambanan Ekspress

Foto ini adalah foto interior salah satu kereta Prambanan Ekspress (Prameks) yang kupotret seraya menunggu keberangkatan dari stasiun Tugu sekitar pukul 05.30 WIB pada tanggal 28 Mei 2010. Ceritanya, setelah perjalanan dari Jakarta naik kereta Sawunggalih yang mengakhiri perjalanannya di Stasiun Kutoarjo, kemudian aku nggandul kereta Lodaya kemudian turun di stasiun Tugu Yogyakarta. Dari sini, kemudian aku melanjutkan perjalanan dengan kereta Prambanan Ekspress bareng Ersa, kawan kuliahku di Solo yang melanjutkan kuliah di UGM. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: