Tol Termurah

IMG_20151031_091516

Barangkali, tarif tol di Semarang ini merupakan tarif tol termurah di Indonesia. Dibilang termurah karena tarif tol Semarang dalam kota ini hanya Rp2.000,- saja. Setidaknya sejauh ini yang saya ketahui, tol ini yang paling murah. Kalau ternyata ada yang lebih murah lagi, silakan diinformasikan kepada saya. Baca lebih lanjut

Konser Musik Keroncong di Stasiun Tawang Semarang

Konser Keroncong di Stasiun Tawang Semarang

Konser Keroncong di Stasiun Tawang Semarang

Baca lebih lanjut

Monumen Kecelakaan [di Bawen]

Monumen Kecelakaan

Selama ini, kita lebih sering mengenal monumen yang terkait peristiwa-peristiwa sejarah yang lebih berorientasi pada perjuangan dan sejenisnya, misalnya Monumen Jogja Kembali (Monjali) di Yogyakarta atau Monumen Pers (Solo). Namun, di beberapa tempat ada juga monumen unik yang tidak menggambarkan mengenai sejarah perjuangan sebagaimana ‘monumen’ yang bisa dijumpai di pertigaan Bawen.

Bagi yang pernah melewati pertigaan Bawen apalagi yang secara rutin melintasi jalur Salatiga-Semarang pasti sudah terbiasa melihat sebuah monumen yang sepertinya ingin menyatakan bahwa di jalur pertigaan itu sering terjadi kecelakaan. Pesan itu dapat ditangkap dengan mudah karena monumen yang terletak di tengah pertigaan Bawen memperlihatkan dua buah potongan mobil yang seolah-olah menabrak sesuatu sehingga moncong bagian depannya hilang.

Di Depan Monumen Kecelakaan Bawen

Di Depan Monumen Kecelakaan Bawen

Baca lebih lanjut

Long Life My SDK Family

 

Long Life My SDK Family

Long Life My SDK Family

Bro n sist, pasti kamu punya kawan yang lebih dari sekedar teman yang hubungannya seperti saudara sendiri bahkan mungkin melebihi khan? Sebutlah sahabat atau sobat atau apalah kalian menyebutnya. Jika tidak punya, hmm kusarankan segera cari deh. Hehehehe. Kasian banget. :d

Nah, saat ini aku tengah kangen mereka dan merindukan kebersamaan kami. Halah. Lebay amat sih. SDK Plus, demikian kami menyebut diri kami sekedar untuk penyebutan nama agar mudah saja. Karena kami sedang merindukan kebersamaan untuk bisa berpetualang bersama mengingat kami sekarang sudah terpisah gunung dan samudera, maka sebagai sedikit pengobatnya aku bikin slide foto diiringi lagu Endank Soekamti berikut:

Baca lebih lanjut

[Galeri Foto] SDK di Gereja Blenduk Imanuel Semarang

Inilah foto-foto kenangan berikutnya yang menjadi oleh-oleh selama liburan di Semarang beberapa waktu lampau. Foto-foto ini juga menjadi salah satu kenangan SDK saat masih memungkinkan untuk kumpul-kumpul bersama. SDK, sebuah sebutan diantara kami yang bersahabat sejak akhir SMA hingga kini. Hanya saja, kini kami harus berpisah tempat untuk masing-masing meniti karir dan sedikit mencari penghidupan untuk masa depan. Aku, tengah berada di belantara ibukota bekerja sebagai Legal Officer di sebuah perusahaan. Gama dan Adin tengah mencoba peraduan nasib dengan bekerja di Batam. Inal harus berada di hutan belantara Kalimantan. Sementara Boy meneruskan kuliah pascasarjana di UNS sambil bekerja di sebuah kantor operator telepon seluler di Solo.

Foto di bawah mengambil session lokasi di Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel, atau yang biasa disebut Gereja Blenduk (aku bingung yang benar Blenduk atau Bleduk). Gereja Blenduk terletak di kawasan kota lama Semarang, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Tepatnya, gereja ini berada di Jl. Letjen. Suprapto 32 Semarang . Baca lebih lanjut

Empat Sekawan Dalam Sesion Pemotretan di Semarang (featuring) Sahabat Den Baguse Fadly

Fadly - Gama - Mr. X - Boy

Fadly - Gama - Mr. X - Boy

Empat Sekawan Dalam Sesion Pemotretan di Semarang (featuring) Sahabat Den Baguse Fadly;

Menunggu ternyata bukanlah pekerjaan yang menyenangkan bahkan sebaliknya justru menyebalkan dan menjemukan. Waktu semenit terasa satu jam jika dalam aktivitas menunggu itu kita tidak melakukan sesuatu. Kulangkahkan kaki keluar melalui pintu di sudut peron stasiun Poncol. Puluhan orang menawariku jasa ojek, taksi, dan becak menuju tempat tujuanku. Aku hanya senyum sambil memberikan kode isyarat tidak terima kasih. Kulangkahkan kaki berbelok ke kanan menuju tempat yang lebih terang bercat putih yang kemudian kutahu merupakan loket pembelian karcis dan tiket kereta api. Kududukkan pantat di atas lantai keramik dan kutaruh tas punggungku di samping kiri. Kusandarkan punggungku di samping tiang penyangga. Aku kirim pesan singkat melalui handphone-ku, “Aku di depan loket di bawah lampu terang”.

Sepuluh menit berlalu, ada suara dari arah belakang kiri menyebut namaku. Aku tengok ke samping kiriku. Ternyata Fadly yang menyapaku. “Assalamu’alaikum…” sapaku. “Wa’alaikum salam..” jawabnya seraya berjabat tangan.

Usai ngobrol kesana-kemari, ia memutuskan untuk mengajakku ke kawasan simpang lima, tepatnya di daerah Tegalrejo dekat Hotel Horison. Ada puluhan penjual jagung bakar terhampar di trotoar tepi jalan. Kami memesan 2 jagung bakar dan 2 teh Botol Sosro (apapun makanannya, minumnya teh Botol Sosro). Baca lebih lanjut

Terima Kasih Ibu Grace Giovani…..!!

Grace Giovani

Terima Kasih ibu Grace Giovani…..

Nama beliau Grace Giovani. Namun aku biasa menyebut nama beliau dengan ibu Grace. Meskipun usianya sejauh perkiraanku belum melebihi angka 35 tahun, namun aku lebih biasa menyebut beliau dengan menggunakan kata depan “ibu” karena kebiasaan dari awal menyapa beliau.

Ibu Grace Giovani, beliau adalah seorang Notaris yang diberikan amanah tugas di daerah Semarang. Alamat kantor beliau berada di Jl. S. Parman No.12 Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Jika anda berniat untuk menghubungi beliau silakan mengontak beliau di nomor 024 70288053. Sejarah studi beliau diawali dengan mengambil kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia selepas lulus dari SMA. Setelah menuntaskan studi sarjana hukum beliau selama kurang lebih tiga setengah tahun, beliau melanjutkan minatnya di dunia hokum dengan mengambil Magister Kenotariatan pada Universitas yang sama hingga dinyatakan lulus pada tahun. Setelah menjalani kewajiban magang selama 2 tahun, beliau kemudian memperoleh amanah tugas di daerah Semarang sebagaimana saat ini sejak tanggal 22 Mei 2006 melalui Surat Keputusan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk profesi Notaris, dengan nomor C-178.HT.03.01.Th 2006.

Karir hukumnya dimulai dengan menjadi pengacara muda di Kantor Hukum Junimart, Natanael, Ridwan (Sekarang BNR Law Firm), kemudian bekerja di PT. ASURANSI MITSUI MARINE INDONESIA (sekarang Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia) sebagai Legal Officer saat menuntut ilmu di Magister Kenotariatani dan terakhir untuk memantapkan keahlian dalam bidang notaris, bekerja di Kantor Notaris SINTA SUSIKTO, S.H sebagai Asisten dan telah beberapa kali diangkat sebagai Notaris Pengganti. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: