Republika: Cukupkah Hanya Dengan Masker Ini Untuk Melawan Asap? Mereka Butuh Oksigen!

Aksi Republika Jumat 9 Oktober 2015

Aksi Republika Jumat 9 Oktober 2015

Setelah Kamis (8/10) kemarin membuat decak kagum sebagian masyarakat (khususnya netizen) dengan ide briliannya membuat halaman pertama nampak kabur berasap sehingga berita di halaman pertama sulit dibaca, Republika edisi Jumat (9/10) kembali ‘beraksi’ mengajak masyarakat dan pembaca khususnya untuk Bangkit Melawan Asap bersama-sama.

Baca: Republika: Saat Tertutup Asap, Semua Berita Menjadi Sulit Dibaca

Dengan ilustrasi digital imaging gambar tangan memegang masker warna hijau, Republika mengirim pesan tegas dengan kalimat tanya bernada retoris,”Cukupkah Hanya Dengan Masker Ini Untuk Melawan Asap?”

‘Aksi’ #MelawanAsap ini merupakan aksi ketiga bagi Republika. Pertama, Republika memasang gambar 9 anak-anak mengenakan masker dengan latar belakang suasana penuh asap pekat pada edisi Rabu, 7 Oktober 2015. Kedua, koran milik Erick Thohir (Presiden klub Inter Milan) ini memasang halaman pertama yang terkesan dipenuhi asap (lihat di sini: Republika: Saat Tertutup Asap, Semua Berita Menjadi Sulit Dibaca). Dan aksi ketiga koran nasional ini dengan visualisasi gambar di atas.

Menurut Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Irfan Junaidi, aksi Republika dilakukan sebagai bentuk simpati untuk para korban asap.

“Kita ingin tunjukan sikap kita yang sangat kuat mendorong persoalan asap agar ditangani lebih serius,” kata Irfan Junaidi, Kamis (8/10) seperti dikutip dari Republika.

Republika ingin juga memberi sedikit pengalaman kepada pembaca betapa sulitnya melihat berita di tengah kepungan asap. Juga betapa sulitnya melihat kehidupan di sekitar kita saat asap tak kunjung reda.

“Itu hanyalah sebagian kecil kesulitan yang dihadapi korban asap. Selain itu masih banyak kesulitan lain, yang bahkan sampai bisa berujung pada kematian,” ungkapnya.

Bagi saya, ini baru bener-bener sebuah media. Melakukan aksi jurnalistik dengan tetap mengkritik secara elegan, keren, dan kreatif. Salut buat tim kreatifnya.

Republika: Saat Tertutup Asap, Semua Berita Menjadi Sulit Dibaca

Republika, 8 Oktober 2015

Republika, 8 Oktober 2015

Ada yang unik saat saya melihat koran Republika edisi Kamis, 8 Oktober 2015 di meja kerja. Koran yang dimiliki perusahaan Erick Tohir (Presiden Inter Milan) ini memasang halaman pertama dengan latar belakang foto kabut asap sehingga tulisan di halaman depan sulit dibaca. Di bagian bawah, ada pesan,”Saat tertutup asap semua berita menjadi sulit dibaca.”

Ide Republika mengetuk pemerintah, masyarakat, dan khususnya para pelaku pembakaran utk aware pada Darurat Asap menurut saya kreatif, walau bikin pusing juga sih. Sebuah Ide kreatif ‪#‎MelawanAsap‬.

%d blogger menyukai ini: