Ustad Juga Manusia Biasa

USTAD JUGA MANUSIA BIASA

Dalam lubuk banyak toman
Sekali bah mudik ke rawa
Ustad sibuk menjual iman
Duduk menyembah menteri dan dewa

Mereka yang bergelar dai, kyai, atau ustad sering menasehati umat untuk menjaga lisan kita dan kehormatan sesama saudara. Mereka juga yang paling gemar menasehati pentingnya ukhuwah dan berbuat kebaikan. Namun mereka juga manusia yang tak luput dari dosa dan kesalahan. Tak jarang justru dari lisan-lisan mereka yang membuat umat makin terlibat dalam perselisihan. Perpecahan pun makin runyam nggak karuan. Vonis-vonis sesat menyesatkan, tuduhan ahli bid’ah yang menyakitkan, hingga pelaku syirik tak termaafkan, seperti ucapan ringan yang terlontar dari lisan yang nampak suci berlapis zikir yang tak sampai kerongkongan. Seandainya saja mereka mau mandahulukan persaudaraan dan persatuan serta mau sedikit menahan diri dari mengangkat kerasnya lisan. Semoga Allah SWT menyatukan hati kita dan mengampuni kesalahan-kesalahan kita.

Bulan bintang di atas cakrawala
Muda belia mencari ikan
Teladan hilang dari para ulama
Cinta dunia takut kematia

Ngga Pernah Shalat Tapi Berharap Surga, Apa Bisa?

MD Orang Dalam

 

Barangkali hanya orang ini satu-satunya manusia di dunia yang tidak pernah shalat di masa Rasulullah SAW hingga hari kiamat tetapi masuk surga. Suatu hari  Abu Hurairah bertanya kepada para sahabat: “Ceritakan kepadaku megenai kisah seseorang yang masuk surga, padahal sepanjang hidupnya ia belum pernah menjalankan shalat sekalipun sekali saja?”. Para sahabat, ternyata menggeleng karena memang belum pernah mendengar cerita itu sebelumnya. Mereka berpandangan dan balik bertanya kepada Abu Hurairah, “Siapakah gerangan dia ?”. Abu Hurairah pun menjawab,” Ushairim Bani Abdul Asyal” Baca lebih lanjut

Ibu… Ibu… Ibu…

MD Ibumu

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Baca lebih lanjut

Bagi-Mu Allah, Jiwa Raga Kami

MD Hidup Mati utk Allah

Pada hakikatnya, manusia tak dibenarkan memisahkan aktivitas hidupnya, sebagian untuk Allah dan sebagiannya lagi untuk yang lain. Semuanya harus total dipersembahkan hanya kepada Allah SWT.

 قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Pemelihara alam semesta.“ (QS. Al-An‘âm/6: 162) Baca lebih lanjut

Al Quran, Petunjuk Kami

MD Al Quran Petunjuk Kami

“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” (Al Israa: 9) Baca lebih lanjut

Shadaqah Ngga Bikin Miskin

MD Shadaqah ngga bikin miskin

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ “Sedekah tidaklah mengurangi harta.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)”. Baca lebih lanjut

Traktir Pacar Mulu, Kapan Traktir Palestina?

MD Nraktir Palestina Suriah

Sebagian umatku ada yang selalu melaksanakan perintah Allah, tak terpengaruh orang yang menggembosi dan tidak pula orang yang berseberangan hingga datang keputusan Allah, dan mereka senantiasa dalam keadaan demikian. Mu’adz berkata: dan mereka ada di Syam.“ (HR.Bukhari) Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: