Laskar Pratu (Prameks Sabtu)

Laskar Pratu (Prameks Sabtu)

Laskar Pratu (Prameks Sabtu)

LASKAR PRATU (PRAMEKS SABTU)

Suasana seperti inilah yang kami jalani hampir di tiap hari Sabtu pagi. Rasa persaudaraan berbalut kehangatan dan keceriaan di dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Klaten, Solo, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, atau Madiun. Sebuah perjalanan lanjutan dari Jakarta yang telah menempuh waktu semalam. Di balik letih kecapekan, wajah-wajah mereka menyimpan sinyal kebahagiaan. Kebahagiaan yang juga dinantikan orang-orang tercinta di rumah setiap akhir pekan. Baca lebih lanjut

Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

 

(Sumber: Semboyan 35)

(Sumber: Semboyan 35)

Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

Sewaktu pulang ke Solo lebaran haji lalu, aku sengaja naik kereta kelas ekonomi. Disamping karena alasan nyari murah juga karena alasan ngejar sholat idul adha pagi hari di Solo. Selebihnya, ada juga alasan sekunder untuk memotret situasi dan suasana di kereta gebrong ekonomi.

Kereta yang kunaiki waktu itu Gaya Baru Malam Selatan jurusan Jakarta – Surabaya. Berangkat dari Pasar Senen seharusnya pukul 12.20 WIB, namun prakteknya baru bisa berangkat pukul 13.00an. Suasana kereta sejak dari awal sudah dipenuhi penumpang yang berdesak-desakan. Lebih parahnya, hampir seluruh penumpang yang tidak memperoleh tiket tempat duduk harus berdiri sepanjang perjalanan karena sudah tidak ada space untuk duduk sama sekali. Beberapa kursi yang seharusnya diduduki 2 orang penumpang diisi 3 orang. Sementara kursi yang seharusnya 3 penumpang diisi 4 orang. Meskipun demikian, masih ada saja penumpang yang berdiri. Baca lebih lanjut

Kakek Pengamen Yang Romantis dan Kocak

Copyright di Den Baguse' Fadly

Copyright di Den Baguse' Fadly

Kakek Pengamen Yang Romantis dan Kocak

Kehadiran pengamen di bus kota, bus antar kota, kereta, di perempatan, dan di mana saja seringkali mengganggu kenyamanan kita. Namun terkadang, kehadiran sebagian diantara pengamen-pengamen itu cukup menggelikan dan membuat perut sakit karena tak kuasa menahan tawa.

Ceritanya episode pengamen kali ini, ada seorang pengamen udah berusia cukup lanjut (bc: tua) dengan gigi yang sudah ompong. Untuk berbicara saja, yang bersangkutan sudah terdengar pelo (bahasa Indonesia-nya pelo apa ya? -cadel kli ya…?) Apalagi jika ia menyanyikan sebuah lagu. Bisa dibayangin khan betapa lucunya si kakek pengamen ini? Lebih lucunya lagi, sang kakek pengamen ini menyanyikan lagu ber-lirik bahasa Inggris diiringi kencrung.

Ia menggabungkan dua lagu sekaligus menjadi terlihat seperti satu lagu. Lagu yang ia nyanyikan cukup dikenal sebagai lagu populer dan romantis, “Why Do You Love Me”-nya Koes Plus dan “When You Tell Me That You Love Me”.

Langsung saja deh bro n sist, silakan menikmati persembahan lagu dari sang kakek pengamen lengkap dengan batuk-batuknya. Check this out..! 😉 Baca lebih lanjut

Interior Prambanan Ekspress (Cadangan)

Interior Kereta Prambanan Ekspress

Foto ini adalah foto interior salah satu kereta Prambanan Ekspress (Prameks) yang kupotret seraya menunggu keberangkatan dari stasiun Tugu sekitar pukul 05.30 WIB pada tanggal 28 Mei 2010. Ceritanya, setelah perjalanan dari Jakarta naik kereta Sawunggalih yang mengakhiri perjalanannya di Stasiun Kutoarjo, kemudian aku nggandul kereta Lodaya kemudian turun di stasiun Tugu Yogyakarta. Dari sini, kemudian aku melanjutkan perjalanan dengan kereta Prambanan Ekspress bareng Ersa, kawan kuliahku di Solo yang melanjutkan kuliah di UGM. Baca lebih lanjut

Kondisi Kereta Tak Jauh Lebih Baik Dari Tong Sampah

Sampah di Gerbong Penumpang Kereta Api

Sampah di Gerbong Penumpang Kereta Api

Dunia perkereta-apian telah menjadi bagian hidup sebagian masyarakat di Jawa secara umum, terlebih bagi yang merantau sehingga terpisah dengan keluarganya yang dengan berbagai macam alasan harus tetap berada di kampung halamannya. Setiap pekan sekali, bagi beberapa orang yang merantau di Jakarta harus selalu rutin bolak balik ke kota-kota tempat tinggal keluarga mereka. Tak heran jika setiap pekannya sarana-sarana transportasi dipenuhi dengan ribuan penumpang yang mengantarkan ke kota-kota seperti Purwokerto, Kutoarjo, Tegal, Semarang, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri, dan beberapa kota lainnya. Tak salah jika keberadaan kereta api telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan bagi sebagian orang tersebut.

Sementara aku, meskipun tidak seintensif beberapa kawan yang setiap pekannya bolak-balik Jakarta – kota asalnya, namun selama ini aku rutin pulang ke kota asalku selama-lamanya 2 bulan sekali. Transportasi yang menjadi andalanku pun sama dengan beberapa kawan di atas, Kereta Api.

Pertama kali aku naik kereta api, yang kubayangkan adalah sebuah ruang gerbong yang berisi para penumpang yang duduk di atas tempat duduk yang telah disediakan. Aku tidak membayangkan adanya banyak orang yang duduk di jalan (koridor) diantara dua sisi tempat duduk gerbong kereta api. Baca lebih lanjut

Saat Aku di Atas Gerbong Kereta

Ilustrasi Suasana Gerbong Kereta Penumpang

Ilustrasi Suasana Gerbong Kereta Penumpang

Saat aku memposting tulisan ini, dan saudara membacanya sebelum 9 jam sejak waktu penerbitannya, aku sedang berada di dalam perjalanan malam menggunakan kereta api pulang kampung dari Jakarta menuju kota halamanku, Solo. Aku berada di gerbong nomor 4 Senja Utama Solo dengan nomor tepat duduk 1 A. Di sampingku, ada seorang kawan kuliah bernama Saputro Kesit yang berada di kursi tempat duduk no 1 B.

Kereta api merupakan media transportasi favoritku pulang kampung hingga saat ini dari Jakarta, kendatipun jika aku ditanya soal kenyamanannya, aku lebih memilih menggunakan bus AC atau Eksekutif. Rata-rata kereta api jarak jauh kelas bisnis dan ekonomi di pulau Jawa memang sangat terkesan kotor dan kumuh. Namun, pilihanku menggunakan kereta api sebenarnya lebih disebabkan karena faktor ketepatan dan kecepatan waktu tempuhnya saja yang lebih dapat diandalkan dibanding dengan menggunakan transportasi bus malam. Namun jika berbicara kenyamanannya, BUS MALAM merupakan pilihan yang lebih pas. Baca lebih lanjut

Foto – Galeri Kereta Prambanan Ekspress Sepanjang Sejarah

Berikut ini adalah Foto – Galeri Kereta Prambanan Ekspress Sepanjang Sejarah

Kereta Kuda Putih – Cikal Bakal Prambanan Ekspress

Kereta Kuda Putih – Cikal Bakal Prambanan Ekspress

Kereta Kuda Putih – Cikal Bakal Prambanan Ekspress

*** Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: