Kakek Pengamen Yang Romantis dan Kocak

Copyright di Den Baguse' Fadly

Copyright di Den Baguse' Fadly

Kakek Pengamen Yang Romantis dan Kocak

Kehadiran pengamen di bus kota, bus antar kota, kereta, di perempatan, dan di mana saja seringkali mengganggu kenyamanan kita. Namun terkadang, kehadiran sebagian diantara pengamen-pengamen itu cukup menggelikan dan membuat perut sakit karena tak kuasa menahan tawa.

Ceritanya episode pengamen kali ini, ada seorang pengamen udah berusia cukup lanjut (bc: tua) dengan gigi yang sudah ompong. Untuk berbicara saja, yang bersangkutan sudah terdengar pelo (bahasa Indonesia-nya pelo apa ya? -cadel kli ya…?) Apalagi jika ia menyanyikan sebuah lagu. Bisa dibayangin khan betapa lucunya si kakek pengamen ini? Lebih lucunya lagi, sang kakek pengamen ini menyanyikan lagu ber-lirik bahasa Inggris diiringi kencrung.

Ia menggabungkan dua lagu sekaligus menjadi terlihat seperti satu lagu. Lagu yang ia nyanyikan cukup dikenal sebagai lagu populer dan romantis, “Why Do You Love Me”-nya Koes Plus dan “When You Tell Me That You Love Me”.

Langsung saja deh bro n sist, silakan menikmati persembahan lagu dari sang kakek pengamen lengkap dengan batuk-batuknya. Check this out..! 😉 Baca lebih lanjut

Kisah Lucu Pengamen Kereta

Kisah Lucu Pengamen Kereta

Musisi Jalan Bandung (ilustrasi)

Ada kisah lucu sekaligus membuat iba tentang seorang pengamen di atas gerbong kereta. Awalnya, ia mengamen dari gerbong pertama, kedua, dan seterusnya sambil menyanyikan lagu dan mengedarkan kotak kosong dengan lancar.

Tiba di gerbong kesekian, ada beberapa “rombongan” yang naik kereta melihat si pengamen ini. Si Pengamen ini kemudian dipanggil oleh koordinator “rombongan”. Si pengamen kemudian ditanya oleh koordinator “rombongan” berapa tarif satu lagunya. Si pengamen menjawab Rp. 500,-. Satu lagu disepakati dinyanyikan selama kurang lebih 5 menit.

Selanjutnya, koordinator “rombongan” ini kemudian mengerjai si pengamen dengan mengajak anggota rombongannya urunan Rp. 1.000,- masing-masingnya. Padahal jumlah seluruh rombongan ini mencapai 20 orang. Kalau dijumlah secara total, maka nilainya sebesar Rp. 20.000,-. Konsekuensinya, si pengamen harus menyanyikan lagu sebanyak 40 judul lagu karena perjanjian awalnya 1 lagu = Rp. 500,-. Dan jika dihitung-hitung, ia pun harus nggenjreng (memetik gitar) selama lebih dari 40 x 5 menit = 200 menit (lebih dari 3 jam non-stop). Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: