Catatan Tepi Seputar Novel N5M

Novel Negeri 5 Menara

Novel Negeri 5 Menara

Setelah aku membaca isi novel N5M, aku sebenarnya tidak terlalu kaget dengan aktivitas, kebiasaan, dan hal-hal lain yang terjadi di dalam PM atau Gontor sebagaimana ditulis dan dikisahkan di dalam novel tersebut karena pada umumnya, Pondok-Pondok Pesantren Modern memiliki kebiasaan yang sama dengan yang terjadi di Gontor. Santri-santri pondok-pondok Pesantren Modern selain Gontor yang kukenal selama ini juga mengenal konsep jasus, penataan bahasa, penertiban bahasa, makan bersama, pentas seni, kepanduan, libur hari Jumat, pesiar saat hari Jumat, digundul jika melanggar, ketertarikan terhadap lawan jenis yang lebih dari siswa non pondok, dan kebiasaan-kebiasaan lainnya termasuk jadwal pondok, aturan tak tertulis dan lain-lain. Baca lebih lanjut

Selesai Membaca Negeri 5 Menara

Novel Negeri 5 Menara

Gara-gara sakit, atau lebih tepatnya kurang enak badan, alhamdulillah aku justru bisa beristirahat di rumah selama liburan di Solo. Sambil istirahat, aku juga bisa merampungkan membaca novel Negeri 5 Menara yang sepekan sebelumnya kubeli di Kwitang, Jakarta Pusat dengan harga Rp. 18.000,-.

Negeri 5 Menara atau disebut pencintanya dengan N5M adalah novel motivasi yang ditulis oleh seorang alumni Kulliyatul Mu’allimin (KMI) pondok pesantren modern Gontor, Ahmad Fuadi. Ia merupakan seorang santri yang berhasil melanjutkan sekolah dan studinya hingga ke luar negeri, tepatnya di Amerika Serikat. Ia berhasil menaklukkan The George Washington University di kota Washington DC dan Royal Holloway, Universitas London, Inggris, dan menggondol gelar MA. Puluhan beasiswa juga berhasil ia raih sebagai bukti prestasinya.

Mungkin karena ingin mengabadikan kesannya saat masuk di sebuah pesantren di Ponorogo itu, Fuadi lantas menuangkannya dalam tulisan berbentuk karya sastra berjudul novel Negeri Lima Menara. Novel itu sendiri sebenarnya berkisah tentang kehidupan para santri di sebuah pesantren di Ponorogo. Fuadi menyebutkan pesantren itu dengan nama Pondok Madani (PM) yang sebenarnya tidak lain tidak bukan adalah Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo itu sendiri. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: