Mia Audina, Antara Indonesia atau Belanda

mia-audina-ketemu-menporaMIA AUDINA, ANTARA INDONESIA ATAU BELANDA

Ia menjadi salah satu ‘pahlawan’ pengharum nama Indonesia di jagad olahraga. Torehan medali perak-nya di Olimpiade Atlanta 1996. Ia juga merupakan anggota peraih Piala Uber bagi tim Indonesia pada tahun 1994 dan 1996.

Delapan tahun kemudian, pada Olimpiade Athena 2004 ia kembali meraih medali perak. Namun kali ini bukan bersama tim Indonesia, melainkan di bawah bendera Belanda. Ia menjadi Warga Negara Belanda setelah menikah dengan pria berkewarganegaraan Belanda.

Awal Agustus 2016, Mia Audina menemui Menpora. Kedatangannya untuk menanyakan masalah tunjangan.

Seperti diketahui, Kemenpora baru saja membuat terobosan berupa pemberian tunjangan hari tua bagi para peraih medali Olimpiade; Emas Rp20jt/bulan, Perak Rp15jt/bulan, Perunggu Rp10jt/bulan selama seumur hidup.

“Saat ini saya memang WNA Pak Menteri, tetapi saya menanyakan penghargaan dan tunjangan untuk olimpiade waktu saya WNI saat meraih medali. Saya mohon kebijakan Pak Menteri agar saya mendapat penghargaan dan tunjangan itu,” kata Mia Audina.

Saat meraih medali perak pada Atlanta 1996, Mia Audina masih berstatus WNI. Karena itulah, Mia Audina menanyakan perihal tunjangan itu kepada Menpora. Sementara, atas keberhasilannya meraih perak di Athena 2004 dengan bendera Belanda, pemerintah Belanda hanya memberi bonus, tidak ada tunjangan hari tua seperti di Indonesia.

Bagaimana pendapat Anda?

%d blogger menyukai ini: