Indonesia Merdeka

Proklamasi Saat PuasaHari ini tanggal 9 Ramadhan. Tujuh puluh tiga (73) tahun silam, pada hari Jumat di tengah puasa Ramadhan sekitar pukul 10.00 WIB, Soekarno-Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ya, Indonesia merdeka di bulan Ramadhan. Baca lebih lanjut

Data Statistik Tempat Ibadah di DKI Jakarta

Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral

Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral

Merasa  penasaran dengan jumlah tempat ibadah di Provinsi DKI Jakarta, saya memutuskan untuk googling mencari data dan statistik mengenai jumlah sarana atau tempat ibadah di Provinsi DKI Jakarta. Data ini saya peroleh dari data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik pada tahun 2012 yang dasar rujukannya mengacu pada Kanwil Departemen Agama Provinsi DKI Jakarta. Berikut datanya:  Baca lebih lanjut

Suasana I’tikaf di Istiqlal

Suasana I’tikaf di Istiqlal

Foto di atas merupakan suasana masjid Istiqlal Jakarta Pusat, tangal 22 Agustus 2011, sekitar pukul 22.32 WIB. Meskipun hari sudah malam, masjid masih ramai dikunjungi ribuan jamaah. Para jamaah rata-rata sedang menjalankan ibadah I’tikaf yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW.Semakin malam, suasana masjid Istiqlal semakin ramai dan dipadati jamaah. Puncaknya terjadi sekitar pukul 01.30an dini hari. Baca lebih lanjut

17 Agustus 1945 Bertepatan Dengan 17 Ramadhan 1364 H ?

Hari 17 Boelan 8 Tahoen '05

Hari 17 Boelan 8 Tahoen ’05

17 Agustus 1945 Bertepatan Dengan 17 Ramadhan 1364 H ?

Bermula dari pernyataan salah seorang penceramah Ramadhan yang sengaja diundang di mushala kantor bernama Habib Mahdi Al-Athas yang menyatakan bahwa 17 Agustus 1945 adalah bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan 1364 H, maka aku tertarik untuk meneliti lebih lanjut ke-shahih-an pernyataan beliau. Betulkah tanggal 17 Agustus 1945 yang merupakan tanggal Proklamasi Indonesia bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan 1364 H ?

Baca lebih lanjut

Berharap Malam Kemuliaan di Masjid Istiqlal

Suasana I'tikaf Istiqlal

Berharap Malam Kemuliaan di Masjid Istiqlal

Siang hari ba’da dzuhur tanggal 1 September 2010, beberapa kawan sekantor saling menduga dan memprediksi bahwa hari itu adalah hari yang dicirikan di dalam beberapa hadis penggambaran ciri malam lailatul qadr. Mengutip sebuah hadis, mereka mulai membicarakan bahwa cuaca hari itu (kemarin 1 September 2010).

Memang ketika kami lihat dan perhatikan, cuaca pagi hari saat matahari semestinya bangun dari tidur untuk menyinari langit kota Jakarta justru tidak bersinar dengan cerah namun terasa sedikit mendung. Pada intinya cuaca tidak terkesan panas sama sekali. Cuaca itu bertahan hingga senja hari. Angin pun bertiup tidak terlalu sepoi-sepoi. Boleh dikata langit sangat tenang sekali. Daun-dedaunan tak banyak bergerak. Butiran air lembut sempat menyapa beberapa saat lebih menyejukkan suasana dzuhur di Jakarta kemarin. Dengan ciri-ciri seperti itu, maka banyak kawan-kawan yang kemudian memprediksi bahwa malam nantinya adalah malam turunnya Lailatul Qadr.

Sekitar pukul 21.00 lebih sedikit, aku pulang kos. Di hampir memasuki gang menuju rumah kos, aku berpapasan dengan Mas Samsuri (kawan se-kos). Dengan membawa sebuah kantong berwarna kuning, mas Samsuri menawariku untuk ikut i’tikaf di Masjid Istiqlal. Karena kupikir tidak ada pekerjaan dan sesuatu yang lain yang akan kukerjakan malam itu, aku pun mengiyakan tawaran ajakannya. Dengan naik bajaj kami menuju masjid Istiqlal. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: