Memanfaatkan Liburan Untuk Silaturrahmi

Silaturrahmi

Setiap pulang kampung ke Solo, hal yang selalu tidak boleh kutinggalkan adalah kegiatan berkunjung silaturahmi dengan kawan kerabat dan lain-lain. Kegiatan ini sengaja selalu kuagendakan setiap pulang kampung ke Solo karena silaturrahmi merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif.

Kali ini, aku bersilaturrahmi ke beberapa kawan dan saudara. Pertama ziarah dan silaturahmi ke rumah bulik, paklik, simbah, dan ziarah kubur ke rumah simbah buyut. Silaturahmi berikutnya adalah mengunjungi keluarga anak-anak SDK, karena selama ini secara langsung maupun tidak langsung, aku juga banyak merepotkan mereka selama tinggal di Solo. Baca lebih lanjut

Car Free Day, Tempat Strategis Reuni Dadakan

Salah Satu Sudut CFD di Solo (Sumber Gambarnya klik saja wan)

Hari Ketiga Liburan di Solo [Car Free Day]

Liburan hari ketiga di Solo sengaja kuagendakan untuk jalan-jalan di Jalan Slamet Riyadi yang setiap Ahad pagi diadakan Car Free Day (CFD). Selama ini aku belum pernah merasakan aura CFD di Solo. Beberapa kawan kuajak ikut serta jalan-jalan jika memang tidak sedang berhalangan. Namun karena satu dan lain hal, aku akhirnya berangkat sendirian.

Di Ngarsopuro Pasar Pon, aku bertemu dengan mantan murid les-lesanku yang pernah kuajari pelajaran Bahasa Inggris. Namanya Shaza yang saat ini duduk di kelas dua SMA. Dia jalan-jalan bersama lima orang kawannya se-SMP dulu. Baca lebih lanjut

Hari Kedua Liburan di Solo

Hari Kedua Liburan di Solo

Sekitar pukul 07.00 WIB, aku segera berangkat dari rumah menuju kampong Nirbitan untuk persiapan akad nikah sobatku, Zaki Setiawan, yang sedianya akan dilangsungkan di Masjid Raya Fatimah.

Setelah sedikit acara persiapan dan ramah tamah serta sarapan, seluruh rombongan langsung menuju Masjid Raya. Aku sendiri bertugas membawakan seserahan dari mempelai pria untuk sang pengantin wanita. Baca lebih lanjut

Hari Pertama Liburan di Solo

Hari Pertama Liburan di Solo

Sekitar pukul 05.30 WIB, aku sampai di Stasiun Balapan Solo setelah menempuh perjalanan naik kereta Sawunggalih dan diteruskan dengan naik kereta Lodaya dari Bandung. Rencananya, ada banyak agenda yang harus diselesaikan selama 3 hari di kota Solo, The Spirit of Java. Agar bisa diselesaikan semua, maka agenda yang telah direncanakan harus sedikit demi sedikit harus segera kukerjakan.

Agenda pertama yang kurencanakan jika sudah sampai di Solo adalah mencari hadian kado pernikahan salah seorang sahabatku, Zaki Setiawan, yang akan melangsungkan akad nikah tanggal 23 April 2011. Alhamdulillah, sebelum sholat Jumat, aku sudah berhasil memperoleh kado itu dan langsung kuserahkan malam harinya di rumah yang bersangkutan. Baca lebih lanjut

Usaha PT. KA Mengurangi Dampak Kecelakaan

Usaha PT. KA Mengurangi Dampak Kecelakaan

Tanggal 2 Februari lalu, aku dan beberapa kawan pulang ‘mudik’ ke Solo. Dari Stasiun Senen – Jakarta, kami menumpang kereta Sawunggalih kelas bisnis jurusan Kutoarjo. Pukul 07.10 WIB, kereta mulai meninggalkan Senen. Singkat cerita, kami masih tertidur saat kereta yang kami tumpangi berhenti di Stasiun Kroya. Tidur kami terputus setelah ada pedagang asongan yang sedikit berteriak mengabarkan kedatangan Kereta Lodaya dari Bandung jurusan Solo yang akan berhenti di stasiun Kroya. Seketika juga aku dan kawanku terbangun dan segera mengemasi barang bawaan untuk turun dari kereta Sawunggalih dan berpindah ke kereta Lodaya. Baca lebih lanjut

Kilas Balik Posting Sepanjang Tahun 2010 [372 Posting]

Maaf jika postingan ini terlalu panjang. Soalnya ini postingan rangkumanku selama setahun. Tahun 2010. Hanya judul-judulnya saja yang kutulis dan langsung nge-link ke artikelnya. Terima kasih. Salam.

Desember 2010

  1. Kuburan Bayi Kembar

  2. Kuburan Satu Keluarga ?

  3. Aneka Bentuk Nisan, Mau Pesan?

  4. Bebek Goreng H. Slamet Cabang Meruya

  5. Bunga Kamboja Tak Sekedar Bunga Kuburan

  6. Benarkah Kata “Palestina” Tidak Ada di Google?

  7. Andai Aku Seorang Presiden RI

  8. Rumah Mewah-ku

  9. Selamat Jalan Ustadz….

  10. Kesendirian

  11. @ Bandung, Where Are You Guys…?

  12. Aturan ‘Polisi Tidur’

  13. Apa Yang Spesial Dari Ice Cream Magnum?

  14. Ngobrol Hukum Bareng Seorang Anak Band

  15. Daerah Istimewa Surakarta Itu (Pernah) Ada !

  16. Interview Syaikh Zindani & Upaya Pengobatannya Terhadap Penderita AIDS

  17. Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

  18. Tiga Malaikat Kecil

  19. Pohon Gundul diantara Pohon Subur

  20. Setetes Embun di Pagi Hari

  21. Permainan Bocah Ndeso Tempo Doeloe #1

  22. Tahu Kilometer ’0′ di Bandung?

  23. Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

  24. Ketika Rumah Allah pun Tak Ditakuti Maling

  25. Ini Makam atau Taman?

  26. Cemara Dua

  27. Pemugaran Gedung Toko de Vries

  28. Kojom di Kampus Meruya

  29. Ini Masjid, Toko, atau Kelenteng?

  30. H.R. Rasuna Said, Laki-Laki atau Perempuan?

  31. Orang Yang Berani Menempeleng Pak Harto Baca lebih lanjut

Ketika Rumah Allah pun Tak Ditakuti Maling

Masjid Al Ikhlas (Daerah Jl. Kautaman Istri Bandung)

Masjid Al Ikhlas (Daerah Jl. Kautaman Istri Bandung)

Ketika Rumah Allah pun Tak Ditakuti Maling

Saat aku ‘numpang’ sholat jama’ maghrib-isya’ di masjid Al Ikhlas di kawasan perkampungan dekat Jl. Kautaman Istri – Bandung, pak kyai pengurus masjid sempat cerita kepadaku mengenai alasan kenapa masjid yang beliau urus selalu dikunci rapat setelah kegiatan ibadah sholat wajib.

Di masjid ini, dulunya sering mengalami kecurian aneka macam perlengkapan dan peralatan masjid. Bahkan sandal yang saya pakai pun beberapa hari yang lalu diembat juga sama maling-maling itu. Karena itulah, masjid ini selalu dikunci setiap selesai sholat wajib karena pencuriannya tak kenal waktu. Bisa pagi, siang sore, maghrib, apalagi malam,” demikian kurang lebih penjelasan panjang pak kyai pengurus masjid al Ikhlas itu.

Setelah dibukakan pintu masjid dan ditunjukkan tempat wudhu, maka aku pun segera masuk masjid. Saat posisi berdiri menghadap kiblat hendak takbiratul ihrom, aku melihat sebuah kipas angin berdiri yang yang terbelenggu oleh rantai besar yang mengikatkannya dengan lemari. Kipas angin itu digembok rapat. Sempat kaget dan agak keheranan juga sebetulnya melihat itu. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: