Menunggu Panggilan Allah

Menunggu Panggilan Allah

Di sebuah kota kecil di Jawa Tengah, ada seorang pejabat kaya yang hidupnya sudah lebih dari cukup. Keluarganya boleh dibilang juga cukup bahagia. Istrinya tetap terlihat cantik meskipun sudah melahirkan 3 orang anak yang sudah dewasa. Seorang putrinya sudah bekerja sebagai PNS di sebuah Departemen di kota Jakarta. Sementara anak lelakinya masih kuliah untuk menyelesaikan Pasca Sarjananya di Universitas Gajah Mada. Putri terakhirnya juga masih menyelesaikan S-1 Akuntansi di sebuah universitas negeri di Jawa Tengah denga nilai IPK terakhir cumlaude. Singkatnya, kehidupan bapak pejabat ini sudah nampak sempurna.

Karena tergolong sebagai orang kaya, jalan-jalan keliling Indonesia dan Luar negeri sudah bukan hal yang istimewa bagi keluarga ini. Hampir seluruh negara di Asia Tenggara sudah ia kunjungi. Perjalanan ke Eropa juga beberapa kali ia jalani. Amrik juga bukan lagi sebuah impian besar bagi mereka. Namun demikian, meski ia boleh dikata sudah mampu berkeliling dunia, bapak pejabat ini sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di bumi Haram. Dia belum pernah pergi Umroh atau Haji ke Tanah Suci Mekah. Baca lebih lanjut

Qurban di SD NDM

Kambing-Kambing Qurban di Ujung Penantian Hidup. He3x

Kambing-Kambing Qurban di Ujung Penantian Hidup. He3x

Qurban di SD NDM

Selama lebaran Idul Adha / Idul Qurban atau yang lebih sering disebut dengan lebaran haji kemaren (17 Nov-20 Nov 2010), aku sengaja ambil izin tidak masuk untuk dapat berlebaran bersama keluarga, kendatipun aku belum ‘berkeluarga’. Selama tidak masuk, aku sempatkan mampir ke SD NDM, sekolah dasar yang berjasa memberikan bekal ilmu dasar yang tak sedikit.

Setiap Idul Adha, semenjak aku dulu sekolah di sini, SD NDM selalu mengadakan penyembelihan hewan Qurban. Pada saat aku masih sekolah di situ, istilah yang dipakai bukan Qurban, tapi latihan Qurban. Disebut latihan qurban karena pengertian Qurban yang dipahami secara syara’ adalah menyembelih binatang Qurban yang dilakukan oleh seorang muslim. Sementara di SD NDM, penyembelihan dilakukan dengan pengumpulan iuran dari tiap siswa untuk dibelikan kambing untuk selanjutnya disembelih. Karena dilakukan oleh rombongan satu sekolahan, maka disebutlah dengan istilah latihan Qurban. Tujuannya tentu saja memahamkan anak murid SD NDM agar menyadari syariat ber-Qurban ini sejak dini.

Setelah lebih dari sepuluh tahun aku meninggalkan bangku sekolah dasar ini, tak kusangka ada peningkatan yang cukup besar dalam jumlah hewan Qurban yang disembelih. Terakhir kali aku sekolah di SD ini, seingatku hanya 4 (empat) hewan kurban saja yang disembelih. Namun tahun ini, hewan yang disembelih di SD NDM sedikitnya 10 ekor kambing dan 1 ekor sapi. Allahu Akbar. Dari sisi kuantitas mengalami peningkatan. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: