Bangunan di samping Apartemen

Bagi yang biasa angkringan di warung hik Panjer Sore yang terletak di sebelah timur Paragon – Solo, pasti melihat ada bangunan pada foto di atas. Tapi aku tidak tahu apa sebenarnya bangunan itu. Sekilas seperti kuburan namun juga bisa mirip seperti prasasti. Ada yang tahu apa sebenarnya bangunan itu? Baca lebih lanjut

Cemara Dua

Cemara Dua di TMP Bandung

Cemara Dua di TMP Bandung

Cemara Dua

Pernah lihat pohon cemara berbentuk seperti gambar di atas, kawan? Berdasarkan memori yang tersimpan di data otak, sepertinya aku baru pertama kali ini melihat langsung  pohon cemara yang bercabang seperti itu. Umumnya, pohon cemara hanya tegak bermahkota satu. Batang utamanya menjulur tinggi tunggal ke atas. Baca lebih lanjut

Ini Makam atau Taman?

Jalan Makam Bagian Depan Menuju Komplek Makam Utama

Jalan Makam Bagian Depan Menuju Komplek Makam Utama

Ini Makam atau Taman?

Libur hari Ahad di Bandung, kumanfaatkan waktu untuk jalan-jalan pagi berkeliling rumah simbah. Pagi itu Bandung cukup mendung. Bahkan rintik butiran lembut air dari awan sempat jatuh pelan. Aku lebih memilih jalan-jalan di sekitar jalan raya saja karena aku pernah tersesat saat jalan-jalan di perkampungan. Gang-gang kecil di Bandung bagiku sulit untuk dihafalkan dalam sekali jalan. Gang-gang itulah yang pernah bikin aku tersesat seolah terjebak dalam labirin selama berjam-jam.

Karena tidak mau mengulang pengalaman itu, aku lebih suka jalan-jalan di sekitar jalan raya. Saat jalan-jalan itulah kemudian aku melewati Taman Makam Pahlawan Bandung. Tergerak karena rasa penasaran untuk melihat-lihat suasana Taman Makam Pahlawan (TMP), maka aku masuk area halaman TMP. Di halaman ternyata dipenuhi banyak orang yang tengah bercengkerama bersama keluarga. Ada yang bermain bola, ada yang bermain bulutangkis, ada yang jogging, ada yang sekedar momong anak-anaknya, dan lain-lain.

Karena pintu utama TMP tergembok rapat, aku berusaha mencari-cari pintu lain yang terbuka. Aku ingin melihat lebih dekat suasana TMP. Ternyata di sisi barat ada satu pintu yang terbuka. Aku masuk melalui pintu barat. Bagian barat TMP ini sepertinya disediakan untuk makam-makam baru karena terkesan makamnya terpisah dari komplek makam utama TMP. Simbahku yang meninggal beberapa tahun lalu juga dimakamkan di sini. Untuk komplek makam sisi barat, terkesan kurang terawat. Baca lebih lanjut

Bunga Kamboja Tak Sekedar Bunga Kuburan

Kamboja Bunga (diambil dengan Kamera Casio Exilim EX-Z75)
Kamboja Bunga (diambil dengan Kamera Casio Exilim EX-Z75)

Bunga Kamboja Tak Sekedar Bunga Kuburan

Kemboja atau yang lebih dikenal dengan kamboja atau semboja merupakan sekelompok tumbuhan dalam marga Plumeria. Pohon dan bunga ini lebih sering dijumpai di pekuburan / pemakaman sehingga sering disebut dengan pohon kuburan atau bunga kuburan. Kamboja memiliki bentuk pohon biasa seperti pohon pada umumnya dengan daun jarang namun tebal. Bunganya yang harum sangat khas, dengan mahkota berwarna putih hingga merah keunguan, biasanya lima helai. Mengenai kenapa jumlah mahkota bunganya berjumlah lima ini tidak kutemukan penjelasan ilmiahnya. Meskipun umumnya bunga kamboja berjumlah mahkota 5 helai, bukan berarti tidak mungkin jika kurang atau lebih dari 5 helai. Bunga dengan empat atau enam helai mahkota oleh masyarakat tertentu dianggap memiliki kekuatan gaib. Begitulah sebagian manusia, sedikit-sedikit dianggap memiliki kekuatan atau tuah.

Meskipun sering disebut dengan bunga kamboja, bunga ini tidak memiliki keterkaitan dengan negara Kamboja. Sebetulnya, nama sebutan bunga ini adalah kemboja (pakai huruf ‘e’). Namun entah mengapa masyarakat lebih familiar dengan kamboja (pakai huruf ‘a’). Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah. Disebut dengan nama latin plumeria karena nama Plumeria diberikan untuk menghormati Charles Plumier (1646-1706), pakar botani asal Perancis. Baca lebih lanjut

Aneka Bentuk Nisan, Mau Pesan?

 

Nisan Mobil BMW

Nisan Mobil BMW

Aneka Bentuk Kijing, Mau Pesan?

Setelah selama beberapa hari ini aku mengangkat tema tentang sarean, njaratan, kuburan, atau makam dalam postinganku maka ada satu hal yang menarik untuk aku sampaikan perihal makam. Seringkali dan umumnya makam di Indonesia dibangun dengan batu nisan. Dalam masyarakat Jawa dikenal dengan istilah kijing. Pembangunan Kijing atau nisan biasanya -sejauh yang kuketahui- dalam tradisi beberapa orang di kampungku dilakukan setelah 1000 (seribu) hari meninggalnya seseorang. Nyewu, demikian sebutannya.

Di kalangan masyarakat Jawa terdapat kepercayaan adanya hubungan yang sangat baik antara manusia dan yang gaib. Seperti yang masih dilakukan oleh masyarakat Jawa, mereka mengadakan upacara tradisi Ngijing pada Upacara Selametan Nyewu. Tradisi ini merupakan implementasi kepercayaan mereka akan adanya hubungan yang baik antara manusia dengan yang gaib. Tradisi ini telah lama ada bahkan sampai sekarang masih tetap dilakukan. Tradisi Ngijing merupakan suatu jenis kebudayaan lokal tradisional orang Jawa. Dengan demikian tradisi Ngijing dapat diklasifikasikan sebagai kebudayaan Jawa. Baca lebih lanjut

Kuburan Satu Keluarga ?

 

Kuburan Terduga Keluarga

Kuburan Satu Keluarga ?

Kalau kemaren sedikit berkisah tentang keberadaan kuburan bayi kembar, maka hari ini ada lagi sebuah pemandangan unik masih di komplek sarean tak terurus dekat rumah. Diantara formasi-formasi peletakan kuburan di komplek pemakaman ini, ada satu yang menarik. Coba lihat foto di atas. Dari sudut pandang tertentu, formasi kuburan tersebut seolah ingin menyampaikan pesan bahwa mereka adalah satu keluarga. Namun bisa juga dikatakan bukan satu keluarga.

Jika dilihat dari formasi penguburannya, makam ber-keramik bisa saja dikonotasikan sebagai orangtua atau ayah. Sedangkan tiga makam yang hanya dibuat dari semen dan pasir dikonotasikan sebagai ketiga anaknya. Itu jika kita mengangga kuburan itu sebagai satu keluarga. Baca lebih lanjut

Kuburan Bayi Kembar

 

Kuburan Kembar

Kuburan Kembar

Kuburan Bayi Kembar

Saat berkeliling kompleks sarean (pemakaman) dekat rumah, mataku teralihkan ke arah sepasang makam pada gambar di atas. Sebelah kiri pada nisannya tertulis nama Widodo DIB 3-11-99. Sementara pada makam sebelah kanan tertulis nama Winarni DIB 3-11-99. Istilah DIB maksudnya adalah ‘dibangun’. Maknanya, makam itu dibangun dengan kijing atau diberikan nisan pada tanggal 3 November 1999. Sejauh yang kuketahui, pembangunan kijing dalam tradisi beberapa orang di kampungku dilakukan setelah 1000 (seribu) hari meninggalnya seseorang. Dengan demikian, bisa diartikan bahwa kedua orang yang berada di dalam kuburan itu meninggal sekitar seribu hari (kurang lebih tiga tahun) sebelumnya. Sebagian besar masyarakat di daerahku sudah meninggalkan tradisi yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam tersebut. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: