Interview Syaikh Zindani & Upaya Pengobatannya Terhadap Penderita AIDS

 

Syaikh Prof. DR. Abdul Majid Az Zindani

Syaikh Prof. DR. Abdul Majid Az Zindani

Interview Syaikh Zindani & Upaya Pengobatannya Terhadap Penderita AIDS

Berawal dari sebuah postinganku yang sebenarya sudah sangat lama namun ku-update kembali pada tanggal 10 Juni 2010, dengan judul Tahukah Anda Penemu Obat HIV-AIDS Seorang ‘Teroris’ ?, tanpa kusertakan alamat-alamat sumbernya yang jelas, beberapa kalangan blogger, forumer, netter, dan pembaca biasa dengan mudahnya memfitnahku bahwa aku telah menyebarkan HOAX.

Sebenarnya, aku memang sengaja tidak memberikan link site satupun secara jelas dalam artikel itu dengan alasan agar memancing pembaca untuk mau mencari tahu informasi tersebut. Kebiasaan sebagian kita, ketika memperleh satu informasi, jika tidak ditolak mentah-mentah maka akan diterima mentah-mentah. Karena itu, aku sengaja awalnya tidak memberikan banyak informasi yang kubaca agar merangsang para pembaca untuk tertarik mengenal lebih dalam siapa sih Syaikh Az Zindani. Bagaimana bisa seorang Syaikh menemukan satu metode pengobatan yang mampu menyembuhkan satu penyakit yang disebut-sebut BELUM ADA OBATNYA.

Di dalam artikel tersebut, sebetulnya aku telah memberikan satu kunci sumber yaitu, Al Jazera. Namun, aku memang tidak spesifik menunjuk alamat link-nya? Lagi-lagi agar pembaca mau berusaha mencari informasi tersebut secara sendiri. Sehingga, pembaca tidak menjadi seorang yang pasif begitu saja. Itu harapanku. Namun sayangnya, jangankan berusaha mencari-cari informasinya, belum apa-apa aku sudah dikatakan penyebar HOAX. Artinya secara tidak langsung, yang bersangkutan menuduhku sebagai pendusta. Padahal, kalau mau mencari informasi tentang Syaikh Abdul Zindani, di internet sangat banyak sekali dijumpai. Termasuk rekaman wawancara beliau dengan Al Jazera. Berikut ini salah satu potongan video rekaman wawancara Syaikh dengan Al Jazera saat ditanya perihal metode pengobatan beliau yang sebenarnya adalah Thibbun Nabawi dalam menangani para pasien AIDS. Baca lebih lanjut

# Sondakan: Episode Jihad

Rumah Gama

Rumah Gama

Sondakan: Episode Jihad

Sebagaimana telah kusampaikan tempo hari, Sondakan merupakan sebuah nama kampung sekaligus kalurahan di kota Solo. Secara administratif, kampung Sondakan berada di bawah wilayah ‘kekuasaan’ kalurahan Sondakan, kecamatan Laweyan, dan kotamadya Surakarta atau yang lebih populer dengan sebutan kota Solo, The Spirit of Java. Kampung Sondakan dalam sejarahnya dihuni oleh para juragan batik kota Solo. Solo terkenal dengan sentra kampung batik melalui kampung batik Kauman dan Laweyan. Sementara Sondakan, boleh dibilang bertetangga dengan kampung Laweyan sehingga keterkenalannya diwakili oleh kampung Laweyan.

Aku banyak menghabiskan waktu di kampong ini. Setidaknya sejak SMA kelas tiga dan sepanjang kuliah, kampong ini cukup melekat dalam benakku. Ini disebabkan karena empat orang sobatku tinggal di kampong ini. Keempat orang itu yaitu Addin, Boy, Gama, dan Inal. Karena itu, aku lebih suka nongkrong di kampong ini daripada di kampong-ku sendiri semenjak SMA kelas 3 hingga selesai kuliah. Baca lebih lanjut

Orang Aneh dan Orang Asing

al ghuraba

al ghuraba

Membaca posting ustadz Didot tanggal 16 Juni 2010 yang ia beri judul Orang aneh, membuatku ingat akan sebuah syair indah dan bagus yang dinyanyikan oleh Syaikh Saad Al Ghamidi. Jangan terkejut mendengar nama Saad Al Ghamidi yang biasa kita kenal sebagai seorang qori’ yang membacakan bacaan murottal Quran dengan sangat indah dan benar itu melantunkan lagu. Meskipun ia lebih dikenal sebagai seorang qori’ atau pembaca al Quran, namun ternyata ia juga seorang penyanyi atau lebih sopannya penyair atau munsyid (pelantun nasyid). Dan salah satu lagu yang dilantunkan sang Syaikh adalah lagu yang berjudul Ghuraba’. Kata Ghuraba memiliki arti Orang-Orang Asing atau Strangers. Berikut syair lagunya:

Baca lebih lanjut

Tahukah Anda Penemu Obat HIV-AIDS Seorang ‘Teroris’ ?

Ternyata, keberadaan Front Pembela Islam tidak hanya berada di Indonesia. Sebuah gerakan sunnah nabawi pemberantasan kemaksiatan ini ternyata juga dicontoh oleh sejumlah ulama Yaman sebagaimana dilakukan oleh Front Pembela Islam di Indonesia. Front Amar Ma’ruf Nahi Munkar, demikian namanya. Berada di bawah pimpinan Syaikh Abdul Az Zindani, ormas ini eksis dan mampu memberikan perubahan-perubahan yang cukup baik terhadap pemberantasan kemaksiatan di Yaman.

Front Amar Ma’ruf Nahi Mungkar di Shan’aa`, Yaman, sering melakukan konvoi untuk merazia tempat-tempat pelacuran dan mencegah bertambahnya kegiatan pemurtadan.

Pimpinan front tersebut, Syaikh Abdul Majid Az-Zandani, menyatakan, “Kami turun ke lapangan untuk merazia tempat-tempat pelacuran dan menghentikan gerakan kristenisasi lantaran pemerintah sudah tidak sanggup lagi untuk menindak tegas perbuatan tersebut.” Baca lebih lanjut

Bendera Dalam Sejarah Islam

Apa sih yang menarik dari bendera? Hanya sekedar potongan kain dengan warna tertentu yang terkadang diberikan logo atau simbol tertentu lalu dikibarkan di suatu tiang. Apakah benar demikian? Apakah bendera hanya sekedar simbol yang diperingati dalam setiap upacara biasa? Kalau masih menganggap bendera hanya sekedar ‘potongan kain biasa’, maka cobalah merobek ‘potongan kain’ berwarna merah putih di depan Istana Negara. Cobalah membakar bendera Amerika Serikat di depan kedutaan besar AS sendirian bukan saat dalam demonstrasi. Jika anda tidak ditangkap oleh aparat (dan sangat mungkin dipukuli) maka pasti anda dianggap Orang Gila. Aku rasa, anda bukanlah golongan orang kedua jika anda bisa membaca postingan ini :D.

Di Indonesia, perihal masalah bendera telah dibahas di dalam Undang-Undang Dasar 1945 (UUD ’45), Peraturan Pemerintah No.40/1958, dan lebih lengkapnya telah dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI hingga kemudian terbitlah UU No. 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan yang selanjutnya disahkan oleh Mr. Presiden (tanpa T) DR. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 9 Juli 2009 dan diundangkan pada hari itu juga dan telah diumumkan di dalam Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2009 nomor 109. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: