Inilah Alasan Kenapa Al Aqsha Harus Dicintai & Diperjuangkan

Dalam sepekan terakhir, komunikasi media sosial tiba-tiba banyak diramaikan dengan pembahasan dan broadcast seputar Masjid Al Aqsha dan Palestina. Puncaknya, ribuan masyarakat Indonesia menghadiri aksi dukungan pembebasan Al Aqsha dan Palestina pada Jumat kemarin (21/07/17) di sejumlah kota di Indonesia. Banyak yang antusias menyambut ajakan itu, tapi tak sedikit umat Islam yang justru nyinyir. “Kenapa Palestina yang jauh harus kita pikirin?”

Baca lebih lanjut

Iklan

Benarkah Kata “Palestina” Tidak Ada di Google?

Hasil Print Screen Menyatakan Palestina Tidak Ada di Google
Hasil Print Screen Menyatakan Palestina Tidak Ada di Google

Benarkah Kata “Palestina” Tidak Ada di Google?

Beberapa waktu lalu aku membaca sebuah posting di sebuah blog yang menyatakan bahwa kata “Palestina” atau “Palestine” tidak muncul di pencarian Google. Secara reflek dalam hati aku berontak. Aku tidak terlalu meyakini informasi itu. Namun meskipun demikian, kuanggap saja sekedar info iseng. Malas aku menanggapinya.

Namun semalam, di Facebook, lagi-lagi muncul informasi sejenis yang menginformasikan bahwa kata kunci Palestina tidak ada di Google. Melalui situs jejaring social Facebook, dibuktikanlah oleh si penginfo lengkap dengan bukti “Print Screen”-nya (lihat foto di atas). Tak kusangka informasi mengenai tidak terlacaknya kata kunci “Palestina” sudah tersebar kemana-mana. Padahal, informasi tersebut hanya HOAX dan tak berdasar sama sekali. Hah, kok bisa??

Ceritanya, jika kemarin-kemarin aku cenderung acuh tak acuh, maka kali ini aku mencoba memperhatikan lebih lanjut gambar yang di-Print Screen itu. Selanjutnya, aku coba ketik kata “Palestine” dan “Palestina” di Google search. Hasilnya ternyata tak seperti yang digambarkan oleh hasil gambar “Print Screen” pada informasi-informasi yang beredar selama ini, begitu pula tak seperti kiriman tag picture dari kawan-kawan di Facebook. “Pasti ada yang tak beres ini,” kataku dalam hati. Ku perhatikan kembali gambar “Print Screen” yang menginformasikan bahwa kata “Palestina” tidak ada di pencarian Google (gambar di atas). Owh,,, ketemu juga akhirnya kebohongan informasi itu. Baca lebih lanjut

Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga, Dipukuli, Kemudian Dibunuh

Gambar Yang Memperlihatkan Tentara Israel Sedang Menyerbu Kapal

Gambar Yang Memperlihatkan Tentara Israel Sedang Menyerbu Kapal

Ada sebuah peribahasa atau ungkapan “Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula” yang memberikan suatu arti adanya musibah yang terjadi dua kali atau beberapa kali secara berturut-turut yang menimpa seseorang. Alangkah malang nasib orang tersebut, orang yang mengalami jatuh dan lalu tertimpa tangga pula. Namun sekalipun demikian, hal itu masih lebih baik dari sebuah kejadian yang terjadi beberapa jam lampau di belahan dunia lain.

Mereka tidak hanya jatuh dan tertimpa tangga, namun mereka sudah jatuh ditimpa tangga, dipukuli, dan bahkan dibunuh. Sementara orang-orang yang hendak menolongnya dilarang mendekat apalagi hendak melakukan pertolongan. Aku merasa sudah tidak ada lagi ungkapan peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi rakyat Palestina, warga Gaza khususnya.

Beberapa jam lalu (31 Mei 2010), aku sempat membaca di sebuah media online Islam, mengenai kejadian penyerbuan oleh serdadu Israel atas sebuah konvoi kapal pembawa misi kemanusiaan yang hendak mengirimkan bantuan kepada rakyat Gaza. Berdasarkan beberapa sumber, kabar terakhir menyebutkan 20 relawan yang berada di dalam konvoi kapal perdamaian itu tewas. Baca lebih lanjut

Jejak Hubungan Gelap Indonesia-Israel

Ilustrasi Hubungan Indonesia - Israel

Ilustrasi Hubungan Indonesia - Israel

Menelusuri perselingkuhan gelap antara pemerintah Indonesia – Israel boleh dibilang susah-susah gampang. Agustus 2009, santer terdengar bahwa Israel membuka kantor dagangnya di Indonesia1. Kendati tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, hubungan dagang bisa diteruskan dan dikelola dengan baik.

Orah Korn, koresponden pada desk ekonomi di harian Dza Marker berbahasa Ibrani yang terbit di Israel, menulis laporan, Israel tengah berupaya memperluas jaringan dan hubungan ekonominya dengan negara-negara di Asia Tenggara, salah satunya adalah Indonesia.

Tujuan dibukanya kantor dagang Israel di Jakarta sendiri, demikian Korn, adalah untuk memulai babak baru hubungan ekonomi antara Israel dan Indonesia. Ternyata, sebelum kantor dagang Israel itu dibuka di Jakarta, hubungan “gelap dan diam-diam” antara Indonesia dan Israel telah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu.

Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Ran Kohin, kepala kantor dagang Israel-Asia. Kohin menegaskan, dibukanya kantor dagang Israel di Jakarta merupakan hasil dari perkembangan yang baik dalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan Israel yang telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, meskipun tak ada hubungan diplomatik antara keduanya. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: