Benarkah Petugas Pajak Tempatnya Di Neraka?

Pegawai Pajak di Neraka?

Pegawai Pajak di Neraka?

Benarkah Petugas Pajak Tempatnya Di Neraka?

“Sesungguhnya, pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka.” (HR Ahmad 4/109, Abu Dawud
kitab Al-Imarah : 7) Baca lebih lanjut

Rokok 17+

Rokok 17+

Rokok 17+

Rokok Tidak Untuk Dijual Kepada Orang Yang Belum Dewasa (17+)

Bro/Sist, kamu masih ingat khan adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) beberapa tahun silam tentang rokok? Kala itu, MUI diberitakan membuat fatwa Haram terhadap Rokok. Hanya saja, keharaman fatwa MUI tidak 100%. Keharaman rokok oleh MUI hanya ddibatasi pada usia tertentu saja. Secara singkatnya, MUI berfatwa bahwa “Merokok Hukumnya adalah HARAM bagi anak-anak di bawah usia 17 Tahun”.

Fatwa haram tersebut sebelumnya dilatarbelakangi beberapa hal, antara lain:

  1. Selama ini hukum merokok makruh cenderung atau lebih dekat ke haram.
  2. Larangan pemerintah melalui PP/Perda yang sudah ada dan berlaku sampai sekarang tidak banyak yang mengindahkannya atau banyak dilanggar.
  3. Perokok khususnya anak-anak tidak ada manfaatnya sedikitpun, dan lain-lain.

Keputusan itu dikeluarkan setelah sidang pleno Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia III di aula Perguruan Diniyyah Puteri, Kota Padang Panjang-Sumatera Barat, medio Agustus tahun 2008.

Entah berhubungan atau tidak dengan fatwa MUI itu, beberapa waktu lalu aku sempat membaca di bungkus rokok Marlboro terdapat pesan tulisan “TIDAK UNTUK DIJUAL KEPADA ORANG YANG BELUM DEWASA”. Baca lebih lanjut

Petugas Pajak Tempatnya di Neraka ???

Petugas Pajak Tempatnya di Neraka ???

Beberapa hari lalu ada status Facebook yang menulis tentang status yang kurang lebih isinya sebagai berikut, [“Petugas Pajak tempatnya di neraka.” subhanallah,, ilmu baru bagiku. Ngeri… :-s]. Tak butuh waktu lama, komentator-komentator pun bermunculan sebagai respon atas status ‘kontroversial’ tersebut. Berikut beberapa respon dan komentar-komentarnya:

  1. balung gereh lik..!!..hiiiiiii [bahasa Jawa yang terjemahnya ‘duri ikan’]
  2. 0p0 iyo?
  3. mosok??? Jgn2 ilmu dr H*I?? Aq kyk’e prnh dnger… wallahu a’lam..
  4. jo gtu,kakaku kerja dpajak insy slalu di jalanny ALLAH
  5. hati-hati dalam menjudge pekerjaan seseorang lho, bahwa itu masuk neraka…

Selanjutnya, muncullah diskusi-diskusi kecil tentang pernyataan pada status tersebut. Rata-rata pertanyaan yang muncul adalah Kok bisa?

Aku pun juga bertanya-tanya darimana pernyataan tersebut berasal sampai-sampai seorang petugas Pajak disebut sebagai penghuni neraka. Jangan-jangan ini hanya pernyataan dari seseorang tokoh yang tidak suka dengan Kantor Pajak, Gayus, atau oknum-oknum Pajak.

Selidik punya selidik, pernyataan tersebut ternyata berasal dari ucapan Rasulullah SAW. Bagi orang muslim, ucapan Rasulullah SAW atau yang lebih sering disebut dengan sabda Rasul atau hadis adalah merupakan salah satu diantara 2 (dua) sumber panduan hidup utama. Lantas bagaimanakah ucapan beliau ? Baca lebih lanjut

K.H. As’ad Humam, Pahlawan Yang Patut Dikenang

 

Karya Besar K.H. As'ad Humam Rahimahullah

Karya Besar K.H. As'ad Humam Rahimahullah (sumber gambar klik saja pada gambar)

K.H. As’ad Humam

Aku yakin mayoritas rakyat di seluruh Indonesia yang pernah menjadi seorang muslim, apalagi masih muslim sejak lahir hingga sekarang mengenal Iqro’. Dan aku juga yakin kita semua tidak terlalu asing dengan seorang tokoh bernama K.H. As’ad Humam, penemu metode Iqro’.

Melalui metode Iqro’ itulah aku belajar membaca tulisan arab Dan al Quran hingga akhirnya bisa membaca Al Quran sampai sekarang. Aku pun yakin kamu juga bisa membaca Al Quran seperti sekarang ini juga menggunakan media belajar buku Iqro’. Sungguh betapa besar amal jariyah K.H. As’ad Humam yang melalui buku metode penemuannya jutaan umat di Indonesia akhirnya bisa membaca Al Quran. Secara tidak langsung, beliau memiliki murid jutaan -salah satunya aku Dan kamu- yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia bahkan hingga ke Malaysia Dan Singapura sehingga memperoleh kebaikan serta barokah atas ilmu yang beliau ajarkan kepada kita semua. Memang benar sabda Rasulullah SAW bahwa ilmu yang bermanfaat bakal menjadikan si-empunya ilmu memperoleh kebaikan yang terus menerus seperti air yang mengalir tak pernah kering. Ini pula lah yang dapat dirasakan atas apa yang telah diwariskan K.H. As’ad Humam.

Tak banyak orang yang mengenal K.H. As’ad Humam memang. K.H. As’ad Humam lahir pada tahun 1933. Beliau mengalami cacat fisik sejak remaja. Beliau juga bukan seorang akademisi atau kalangan terdidik lulusan Pesantren atau Sekolah Tinggi Islam, beliau hanya lulusan kelas 2 Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setingkat SMP). Baca lebih lanjut

Rekor Statistik Pengunjung Blog

Rekor Baru Kunjungan WP

Rekor Baru Kunjungan WP

Rekor Statistik Pengunjung

25 Oktober 2010 lalu, rekor pengunjung blog Ahmed Fikreatif mencatat rekor tertinggi sepanjang perjalanan di dunia per-blog-an. Hasil tinjauan statistik WP menunjukkan bahwa data views Blog Ahmed Fikreatif tanggal 25 Oktober 2010 sebanyak 408 views. Statistik angka ini merupakan statistik angka tertinggi bagi blog Ahmed Fikreatif.

Sebetulnya, banyak sedikitnya kunjungan atau padatnya traffic blog pada blog Ahmed Fikreatif bukan tujuan utama blog Ahmed Fikreatif. Tujuan utama pembuatan blog Ahmed Fikreatif adalah sebagai media nulis aja. Media opini yang dibuat dalam persepsi subjektif murni sang pemilik blog. Namun, jika ternyata hasil karya tulisan itu dilihat dan dibaca oleh banyak orang, hal itu merupakan tambahan hadiah saja. Artinya, syukur alhamdulillah tulisan yang ada dalam blog ini bisa memberikan sedikit manfaat. Semoga saja.

Dan jika memang blog Ahmed Fikreatif memberikan banyak informasi, opini, pendapat, dan manfaat yang banyak, aku berharap agar semakin banyak lagi orang / netter / blogger melihat dan membaca blog Ahmed Fikreatif. Dengan demikian, aku juga berharap kemanfaatan itu menjadi kebaikan yang tersebar kemana-mana. Namun jika sebaliknya, blog ini memberikan ke-madharat-an, maka aku justru berharap agar blog Ahmed Fikreatif dikunjungi sedikit orang saja agar aku terhindar dari indikasi menebar ke-madharat-an yang bisa berimbas pada timbangan amalku. Baca lebih lanjut

Menjadikan Internet Media Dakwah

Semua penulis akan mati.
Hanya karyanyalah yang akan abadi.
Maka tulislah sesuatu yang membahagiakan
dirimu di akhirat nanti.
(Ali bin Abi Thalib)

Masihkah anda menganggap bahwa teknologi itu hanya milik orang kafir yang harus dijauhi?

Perkembaangan Internet sungguh sangat luar biasa pesatnya. Sepuluh tahun silam, mungkin Internet masih belum dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan di daerah perkotaan sekalipun. Ini bisa kita saksikan dari data Internet user di Indonesia pada tahun 2000 yang hanya 2 juta dari total populasi 200 juta. Sembilan tahun kemudian, jumlah dua juta ini kini meroket tajam menjadi 25 juta penduduk Indonesia yang melek internet dan menjadi pengguna internet (data terakhir dari wordlstats). Dari hanya 2 juta orang ternyata pertumbuhannya langsung meroket sedemikian cepatnya dalam kurun waktu yang cepat pula. Saat ini, Indonesia tercatat menjadi negara dengan pengguna internet nomor 15 terbesar di dunia. (sumber: internetworldstats.com)[1]

Dan karena inilah, maka Indonesia masuk dalam jajaran 5 besar negara pengguna internet terbesar di Asia setelah China, Jepang, India, dan Korea Selatan. Dari sepuluh besar pengguna internet terbesar di Asia, ternyata hanya 3 negara berpenduduk Islam saja yang masuk 10 besar. Mereka adalah Indonesia (ranking 5), Pakistan (rangking 8), dan Malaysia (9). Baca lebih lanjut

Chat Bersama Pencipta “Facebook” Muslim Indonesia

Chat Bersama Pencipta “Facebook” Muslim Indonesia

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya di media, seorang putra kelahiran Riau berhasil menciptakan situs jejaring ala “Facebook” muslim Indonesia dengan mengusung nama CMnet (cybermoslem.net). Dolla Indra, demikian nama pemuda umur 25 tahun pencipta “Facebook” muslim ini mengutarakan, awal pembuatan CMnet hanya karena iseng akibat kejenuhan terhadap situs jejaring sosial facebook.
Sabtu lalu (14/08/10), aku berkesempatan mewawancarai sang
creator via YM, Dolla Indra. Berikut wawancara singkatku (AQ) dengan Dolla Indra (DI). Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: