Kesepian

Kemaren, karena iseng-iseng saat dalam kondisi yang membosankan, dan kemudian teringat dengan sahabat-sahabatku dulu sewaktu di Solo, aku pun mencoba berkreasi demi mengurangi dan meredam rasa penat dan bosan itu. Hasilnya, setelah beberapa jam memainkan mouse sambil menyelesaikan kerjaan kantor (ampun bos… :D), inilah hasil karya kreativitasku (hayah). Silakan disimak dan jangan lupa dikomentari.

Baca lebih lanjut

# Sondakan: Episode Jihad

Rumah Gama

Rumah Gama

Sondakan: Episode Jihad

Sebagaimana telah kusampaikan tempo hari, Sondakan merupakan sebuah nama kampung sekaligus kalurahan di kota Solo. Secara administratif, kampung Sondakan berada di bawah wilayah ‘kekuasaan’ kalurahan Sondakan, kecamatan Laweyan, dan kotamadya Surakarta atau yang lebih populer dengan sebutan kota Solo, The Spirit of Java. Kampung Sondakan dalam sejarahnya dihuni oleh para juragan batik kota Solo. Solo terkenal dengan sentra kampung batik melalui kampung batik Kauman dan Laweyan. Sementara Sondakan, boleh dibilang bertetangga dengan kampung Laweyan sehingga keterkenalannya diwakili oleh kampung Laweyan.

Aku banyak menghabiskan waktu di kampong ini. Setidaknya sejak SMA kelas tiga dan sepanjang kuliah, kampong ini cukup melekat dalam benakku. Ini disebabkan karena empat orang sobatku tinggal di kampong ini. Keempat orang itu yaitu Addin, Boy, Gama, dan Inal. Karena itu, aku lebih suka nongkrong di kampong ini daripada di kampong-ku sendiri semenjak SMA kelas 3 hingga selesai kuliah. Baca lebih lanjut

# Sondakan: Episode Rumah Tohkawi Brothers

Rumah Tohkawi Brothers (Addin-Inal)

Sondakan: Episode Tohkawi Brothers

Sondakan merupakan sebuah nama kampong sekaligus kalurahan di kota Solo. Secara administrative, kampung Sondakan berada di bawah wilayah ‘kekuasaan’ kalurahan Sondakan dan kecamatan Laweyan kotamadya Surakarta atau yang lebih popular dengan sebutan kota Solo, The Spirit of Java. Kampung Sondakan dalam sejarahnya dihuni oleh para juragan batik kota Solo. Solo terkenal dengan sentra kampong batik melalui kampong batik Kauman dan Laweyan. Sementara Sondakan, boleh dibilang bertetangga dengan kampong Laweyan sehingga keterkenalannya diwakili oleh kampong Laweyan.

Aku banyak menghabiskan waktu di kampong ini. Setidaknya sejak SMA kelas tiga dan sepanjang kuliah, kampong ini cukup melekat dalam benakku. Ini disebabkan karena empat orang sobatku tinggal di kampong ini. Keempat orang itu yaitu Addin, Boy, Gama, dan Inal. Karena itu, aku lebih suka nongkrong di kampong ini daripada di kampong-ku sendiri semenjak SMA kelas 3 hingga selesai kuliah.

Foto pada gambar di atas adalah foto rumah Tohkawi Brothers. Tohkawi Brothers yang kumaksudkan yaitu Addin dan Inal. Kedua sobat-ku ini merupakan saudara sepupu. Keduanya merupakan cucu penerus generasi mbah Tohkawi. Addin adalah cucu dari putera mbah Tohkawi tertua (Sulung). Sementara Inal adalah cucu dari putera mbah Tohkawi termuda (bungsu). Dulu sewaktu aku masih di Solo, kedua keluarga itu tinggal di rumah warisan mbah Tohkawi di Sondakan tersebut bersama dengan kerabat yang lain. Kamar kedua sobatku itu pun bersebelahan terpisah tembok berusia puluhan tahun. Baca lebih lanjut

Sholat Shubuh di Puncak Gunung Lawu

Sholat Shubuh di Puncak Gunung Lawu

Sholat Shubuh di Puncak Gunung Lawu (Gama - Ahmed)

Tiba-tiba saja, kawanku bikin tag foto di Facebook foto di atas. Kenangan dan memori lama pun sekonyong-konyong menghinggapi otak rekamku. Foto itu seingatku diambil pada kisaran tahun 2003, beberapa pekan setelah aku dan kawan-kawan menempuh ujian akhir nasional (UAN) yang cukup bikin stress karena pada saat itulah sistem UAN dengan nilai mati dan Nasional diterapkan pertama kalinya. Untuk melepas rasa stress dan untuk merayakan perpisahan kami jika setelah lulus SMA harus terpencar-pencar kuliah, menikah, atau bekerja, maka kami telah memiliki dokumentasi yang kami coba untuk abadikan itu. Kami adalah rekan sejawat yang kala itu tengah merajut sebuah persahabatan karena berlatarbelakang satu sekolah (SMA) yang sama di SMA Al Islam 1 Surakarta, dan menyebut identitas kami sebagai komunitas SDK / SDK Plus. Kami mengawali persahabatan kami dengan beberapa orang saja antara lain Gama, Inal, Boy, dan Aku. Yang terlihat pada foto itu adalah aku dan Gama.

Aku dan Gama (pada foto), saat itu tengah menunaikan sholat shubuh berjamaah di Argo Dumilah (sebuah tempat yang sejauh yang kutahu adalah tempat cukup lapang tepat di bawah puncak gunung Lawu. Sebelum menuju ke puncak Lawu, kami sengaja bermalam sebentar dan istirahat di Argo Dumilah di dekat sebuah sendang dan gua kecil. Setelah fajar shidiq telah cukup nampak di ufuk timur, maka kami semua pun ambil tayamum karena merasa tidak kuat dengan dinginnya udara pagi itu yang sangat dingin serta karena air di sendang yang kami meragukan kesuciannya. Dinginnya udara pada saat itu tidak kami ketahui secara pastinya, namun yang jelas, embun-embun pagi yang keluar dari rumput-rumput yang menempel di bebatuan sekitar kami sebagian membeku menjadi butiran es kecil dan halus (bayangin sendiri dinginnya malam itu). Secara bergantian, kami sholat berjamaah dua-dua bergantian. Aku dan Gama pada saat itu tidak menyadari ternyata kami tengah difoto saat kami sholat Shubuh. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: