Carilah Pekerjaan yang Meningkatkan Iman

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada malam takbiran Idul Fitri tahun ini (1438 H), orangtua menggelar halal bi halal sederhana di rumah. Seluruh anak-anaknya datang. Saya datang bersama istri dan anak saya yang baru umur 2 tahun. Sedangkan adik saya satu-satunya yang tinggal serumah dengan orangtua secara otomatis juga hadir.

Dalam salah satu poin pembukaan bapak, beliau menyampaikan rasa senang karena adik saya lebih memilih comeback pulang ke Solo. Semula, adik saya ambil kerja di Bandung. Setelah kurang lebih 1 tahun bekerja di Bandung dengan gaji yang cukup, ia memutuskan kembali ke Solo dengan menerima pekerjaan dengan gaji yang lebih sedikit. Baca lebih lanjut

Ustad Juga Manusia Biasa

USTAD JUGA MANUSIA BIASA

Dalam lubuk banyak toman
Sekali bah mudik ke rawa
Ustad sibuk menjual iman
Duduk menyembah menteri dan dewa

Mereka yang bergelar dai, kyai, atau ustad sering menasehati umat untuk menjaga lisan kita dan kehormatan sesama saudara. Mereka juga yang paling gemar menasehati pentingnya ukhuwah dan berbuat kebaikan. Namun mereka juga manusia yang tak luput dari dosa dan kesalahan. Tak jarang justru dari lisan-lisan mereka yang membuat umat makin terlibat dalam perselisihan. Perpecahan pun makin runyam nggak karuan. Vonis-vonis sesat menyesatkan, tuduhan ahli bid’ah yang menyakitkan, hingga pelaku syirik tak termaafkan, seperti ucapan ringan yang terlontar dari lisan yang nampak suci berlapis zikir yang tak sampai kerongkongan. Seandainya saja mereka mau mandahulukan persaudaraan dan persatuan serta mau sedikit menahan diri dari mengangkat kerasnya lisan. Semoga Allah SWT menyatukan hati kita dan mengampuni kesalahan-kesalahan kita.

Bulan bintang di atas cakrawala
Muda belia mencari ikan
Teladan hilang dari para ulama
Cinta dunia takut kematia

# Romadhon Keenam: Mukmin & Muttaqin

# Romadhon Keenam: Mukmin & Muttaqin

Menu sahur memasuki puasa hari keenam pagi tadi adalah nasi dengan ditemani bakso dan peyek. Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan dan kelapangan rezeki hingga masih mampu untuk santap sahur.

Siang tadi, seperti hari-hari biasa di kantor pada bulan Romadhon, ba’da sholat Dzuhur berjamaah di musholla diadakan tausiyah atau ceramah kultum. Ceramah kultum ini sengaja diadakan sepanjang bulan Romadhon ba’da sholat dzuhur berjamaah. Penyampai ceramah kultum dari rekan-rekan satu kantor sendiri yang dijadwal sedemikian rupa. Kebetulan, sesuai dengan jadwal, siang tadi ceramah kultum disampaikan oleh Direktur Keuangan kami sendiri.

Pertama-tama, beliau menyampaikan ayat tentang kewajiban menunaikan Puasa Romadhon, yang terdapat dalam surat Al Baqarah 183-184.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kama agar kamu bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang teutentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya bevpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak beupuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui “(Al-Baqarah: 183-184)

Selanjutnya, beliau mengetengahkan pembahasan siapa yang dimaksud dengan mukmin (orang-orang yang beriman)? Dan siapakah yang dikategorikan sebagai seorang muttaqin (orang yang bertakwa)?

Lebih jauh, beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan mukmin telah dijelaskan di dalam al Quran sendiri. Kemudian beliau pun membacakan serta menjelaskan: Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: