Awas, Isu Uang Rp10.000 Baru Tahun 2016 Bergambar ‘Genderuwo’

Isu Uang Rp10000 2016

Status akun Facebook Wawat Kurniawan yang diposting pada Senin, 4 Januari 2016 sekira pukul 19.00 WIB

Beredar info di media sosial tentang isu uang rupiah baru pecahan Rp10.000 tahun 2016 bergambar ‘genderuwo’ (lihat screenshoot di atas – cek di sini). Menurut perhitungan saya, pemilik akun Facebook Wawat Kurniawan mem-posting-nya pada Senin, 4 Januari 2016 sekira pukul 19.00an WIB dengan menuliskan status,

Uang baru 2016?, biasanya gambar Pahlawan, kok yg ini kenapa jadi gambar GENDORUWO 😛

Posted by Wawat Kurniawan on Monday, January 4, 2016

Entah apa motivasi yang bersangkutan atau dia hanya sekedar mencari sensasi atau yang lainnya, setelah kami melakukan proses verifikasi (baca: googling) ternyata uang bergambar ‘genderuwo’ itu bukan uang tahun 2016 tapi uang tahun 1975.  Baca lebih lanjut

Bahaya Share Informasi Tanpa Verifikasi

verifikasi-300x210Saudaraku, seringkali kita dengan mudahnya nge-share suatu informasi atau berita (biasanya yg menghebohkan, mengharukan, atau menyentuh) tanpa terlebih dahulu melakukan tugas verifikasi secara mendalam dan cukup. Ketergesaan yg membuat kita ingin segera menyebar dg berbagai alasan, bisa semata2 ingin jadi yg Pertamax, motif viral, motif uang dr iklan, atau motif2 lainnya.

Saudaraku, yang perlu digarisbawahi adalah proses verifikasi. Menyebar info tnp verifikasi baik itu sumber dan kebenaran atau keabsahan berita sering kita lakukan. Padahal banyak efek dan pengaruh yg mungkin sama sekali tak pernah kita bayangkan terjadi akibat sebuah informasi yg tidak kita verifikasi dan kemudian diketahui justru info yang salah. Beruntung jika ternyata info yg kita share tnp verifikasi itu benar dan valid. Lha kalau salah? Apa bentuk tanggungjawab kita? Pernah terlontar kata maaf dr lisan kita krn sharing info yg salah? Baca lebih lanjut

Benarkah Kata “Palestina” Tidak Ada di Google?

Hasil Print Screen Menyatakan Palestina Tidak Ada di Google
Hasil Print Screen Menyatakan Palestina Tidak Ada di Google

Benarkah Kata “Palestina” Tidak Ada di Google?

Beberapa waktu lalu aku membaca sebuah posting di sebuah blog yang menyatakan bahwa kata “Palestina” atau “Palestine” tidak muncul di pencarian Google. Secara reflek dalam hati aku berontak. Aku tidak terlalu meyakini informasi itu. Namun meskipun demikian, kuanggap saja sekedar info iseng. Malas aku menanggapinya.

Namun semalam, di Facebook, lagi-lagi muncul informasi sejenis yang menginformasikan bahwa kata kunci Palestina tidak ada di Google. Melalui situs jejaring social Facebook, dibuktikanlah oleh si penginfo lengkap dengan bukti “Print Screen”-nya (lihat foto di atas). Tak kusangka informasi mengenai tidak terlacaknya kata kunci “Palestina” sudah tersebar kemana-mana. Padahal, informasi tersebut hanya HOAX dan tak berdasar sama sekali. Hah, kok bisa??

Ceritanya, jika kemarin-kemarin aku cenderung acuh tak acuh, maka kali ini aku mencoba memperhatikan lebih lanjut gambar yang di-Print Screen itu. Selanjutnya, aku coba ketik kata “Palestine” dan “Palestina” di Google search. Hasilnya ternyata tak seperti yang digambarkan oleh hasil gambar “Print Screen” pada informasi-informasi yang beredar selama ini, begitu pula tak seperti kiriman tag picture dari kawan-kawan di Facebook. “Pasti ada yang tak beres ini,” kataku dalam hati. Ku perhatikan kembali gambar “Print Screen” yang menginformasikan bahwa kata “Palestina” tidak ada di pencarian Google (gambar di atas). Owh,,, ketemu juga akhirnya kebohongan informasi itu. Baca lebih lanjut

Maslahat Dakwah

Maslahat Dakwah

Melanjutkan terjemahan dan kajian bacaan al Quran yang kubaca setelah sholat maghrib beberapa hari lalu (Ahad, 10 Oktober 2010), ada sebuah pelajaran penting dan sangat berharga yang kuperoleh. Tak banyak yang kubaca, hanya sepuluh ayat. Tak butuh banyak waktu juga untuk membacanya ‘sekedar’ mengharapkan pahala Allah atas setiap huruf yang kita baca. Namun, dengan sedikit meluangkan waktu tambahan beberapa menit untuk membaca terjemahan dan mencoba menyelami makna yang terkandung di dalam 10 ayat Al Quran, tentu saja akan lebih memberikan kita pencerahan dan ilmu sebagai tambahan bekal dalam berjalan menghabiskan jatah umur di dunia.

Bacaan yang kubaca kali ini masih di dalam surat An Nur. Namun kali ini yang kubaca ayat 47-57. Pelajaran besar yang kuperoleh pada sepuluh ayat ini yang paling utama adalah larangan bagi kita mengatasnamakan ke-maslahatan (kebaikan) apapun untuk menggugurkan suatu perintah atau petunjuk Allah dan Rasulullah. Pelajaran kedua adalah bahwa yang dimaksudkan dengan kemaslahatan haqiqi adalah berwujud ketaatan kepada perintah dan petunjuk Allah dan Rasulullah diikuti dengan ketakwan kepada-Nya, karena hal tersebut akan membawa kita kepada kemenangan. Sementara pelajaran besar ketiga yang dapat kuperoleh adalah bahwa selama kita mentaati petunjuk Allah dan Rasulullah, umat Islam pada suatu saat nanti akan kembali berkuasa di bumi. Keadaan umat Islam saat ini yang dipenuhi ketakutan di hampir segala penjuru dunia akan Allah gantikan dengan situasi yang aman sentosa dengan umat Islam yang memimpin peradaban dunia. Baca lebih lanjut

Adab Pergaulan & Anjuran Menikah

Melanjutkan bacaan Quran yang kubaca setelah sholat yang tidak terlalu banyak, hanya 1 halaman saja, aku dihadapkan pada surat An Nur ayat 27-34. Kubaca perlahan sambil mencoba memahami bacaan yang kubaca. Selanjutnya, aku baca terjemahannya untuk lebih memahami apa kandungan makna yang kuperoleh dari bacaan Al Quran tersebut. Andaikan ada satu buah kitab tafsir saja, alangkah semakin senangnya aku. Sayangnya, aku tidak memiliki buku tafsir yang rata-rata harganya cukup mahal (padahal semahal-mahalnya buku penuh ilmu itu, aku yakin lebih banyak duit untuk bayar kosku selama setahun. He3x).

Pada bacaan singkat tersebut, aku kembali diingatkan oleh Al Quran tentang beberapa poin ilmu sekaligus pelajaran. Pertama adalah pelajaran kepada kita semua untuk menahan pandangan mata dan memelihara kemaluan.

Kedua, bahwa ada pelajaran mengenai perintah untuk menutup aurat, khususnya bagi wanita mukminah. Di sinilah salah satu dasar perintah bagi wanita muslimah untuk menutup aurat.

Ketiga, pengingatan pelajaran bahwa Islam mengatur perihal Mahram (golongan orang yang diharamkan untuk dinikahi). Pada ayat tersebut, sebagai pembolehan bagi para wanita mukmin untuk membuka aurat di depan beberapa golongan kelompok tertentu. Dari ayat itulah kita bisa belajar bahwa kepada siapa saja sih seorang wanita mukminah harus menutupi auratnya dan kepada siapa saja sih boleh menampakkan sebagian perhiasannya. Baca lebih lanjut

Laki-Laki Baik Harus Memperoleh Wanita Baik?

 

 

Sekedar Ilustrasi

Sekedar Ilustrasi

 

Laki-Laki Baik Harus Memperoleh Wanita Baik?

Melanjutkan bacaan al Quran sebelumnya yang dibaca setelah sholat, aku kembali diingatkan oleh Allah melalui bacaan surat An Nur ayat 19-28. Dari sepuluh ayat yang kubaca tersebut, aku memperoleh pengingatan pelajaran yang sangat penting atas beberapa poin. Bukan pelajaran baru sih memang, tetapi memang pelajaran atau ilmu itu seharusnya selalu diulang-ulang agar selalu ingat serta diamalkan pada intinya.

Beberapa pelajaran dari bacaan ayat Al Quran singkat tersebut antara lain:

Pertama, kita sebagai orang Islam dan mukmin dilarang untuk menuduh wanita-wanita yang baik (tentunya juga laki-laki yang baik_pen) berbuat zina jika tidak mampu mendatangkan empat (4) orang saksi. Demikian pesan dari ayat 23 surat An Nur.

Kedua, segala hal yang kita lakukan dan kita ucapkan di dunia, pasti akan dipertanggungjawabkan di yaumul akhir. Pada hari itu, lidah, tangan, dan kaki kita akan menjadi saksi atas setiap hal yang kita lakukan. Yang ini tersurat dan tersirat dalam surat An Nur ayat 24.

Ketiga, bahwa wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji. Pengertian wanita keji dan baik di sini seringkali diartikan secara umum dengan wanita/laki-laki yang buruk akhlak. Namun jika kita membaca ayat-ayat pada surat an Nur sebelumnya, pengertian wanita / laki-laki keji tersebut lebih terarahkan kepada wanita / laki-laki yang berzina (pezina). Artinya, jika pengertian wanita / laki-laki keji diartikan dengan semata-mata sekedar wanita kurang menjaga hijab, jilbab, atau akhlak, maka boleh jadi kita telah berlebihan dalam menilai. Bahkan dalam keadaan tertentu, bisa jadi kita terjatuh dalam pelajaran pertama, yaitu menganggap buruk dan keji terhadap wanita yang sebenarnya baik. Surat An Nur ayat 26. Baca lebih lanjut

Hati-Hati Terhadap Berita

Hati-Hati Terhadap Berita

Ba’da sholat dzuhur, aku mencoba membuka mushaf Al Quran melanjutkan bacaan bernilai pahala itu. Tali pembatas mushaf menunjukkan pada surat An Nur. Aku baca ayat per ayat hingga selesai ayat ke-18. Selanjutnya aku membaca terjemahan setiap ayat-nya.

Ada beberapa pelajaran yang bisa kupetik dari bacaan Al Quran yang kubaca tersebut. Pertama, bahwa syariat Islam menggariskan satu aturan bahwa hukuman bagi pezina baik laki-laki maupun perempuan yang masing-masing belum menikah adalah didera / dicambuk sebanyak 100 kali di depan sekumpulan orang-orang yang beriman. Kedua, Laki-laki pezina seharusnya dikawinkan dengan perempuan pezina juga atau perempuan musyrik, begitu pula sebaliknya perempuan pezina. Ketiga, kita dilarang keras menuduh wanita baik-baik melakukan perbuatan zina jika kita tidak melihat dan mendatangkan empat orang saksi. Jika kita melakukannya, maka kita wajib untuk dicambuk 80 kali cambukan dan kesaksian kita tidak boleh lagi digunakan. Keempat, ada pelajaran bagaimana seputar hokum li’an. Dan Kelima, ini yang menurutku paling penting, yaitu agar kita benar-benar menjaga sebuah berita yang tidak jelas untuk tidak disebarluaskan.

Pelajaran kelima sebagaimana kusentil di atas tersebut, sebenarnya bercerita tentang berita bohong seputar kisah Aisyah RA dengan Shofwan. Berikut, kutipan terjemahan ayat 11-15. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: