Carilah Pekerjaan yang Meningkatkan Iman

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada malam takbiran Idul Fitri tahun ini (1438 H), orangtua menggelar halal bi halal sederhana di rumah. Seluruh anak-anaknya datang. Saya datang bersama istri dan anak saya yang baru umur 2 tahun. Sedangkan adik saya satu-satunya yang tinggal serumah dengan orangtua secara otomatis juga hadir.

Dalam salah satu poin pembukaan bapak, beliau menyampaikan rasa senang karena adik saya lebih memilih comeback pulang ke Solo. Semula, adik saya ambil kerja di Bandung. Setelah kurang lebih 1 tahun bekerja di Bandung dengan gaji yang cukup, ia memutuskan kembali ke Solo dengan menerima pekerjaan dengan gaji yang lebih sedikit. Baca lebih lanjut

Iklan

Kenapa Pedagang Kaki Lima Harus Dilarang?

Pedagang Asongan Dilarang Berjualan

Pedagang asongan dan kaki lima dilarang berjualan di sepanjang area ini. Kalimat itulah yang tertulis di dalam rambu peraturan di tepi jalan protokol Mangga Dua Jakarta. Rambu larangan yang cukup besar lengkap dengan gambar gerobak yang disilang itu bisa terbaca dengan jelas dan mudah oleh setiap orang. Bahkan, yang buta huruf pun aku yakin bisa “membaca” maksud rambu itu. Namun, entah mengapa di sisi kiri – kanan rambu itu bertebaran puluhan pedagang asongan dan kaki lima lengkap dengan gerobak-gerobaknya. Mungkin inilah sekali lagi bukti ungkapan “Peraturan Dibuat Adalah Untuk Dilanggar”. 😀

Di Indonesia secara umum, aku yakin bayak sekali rambu-rambu peringatan atau larangan-larangan serupa yang hanya menjadi lip service belaka dan sering dilanggar, minimal disiasatin. Aku yakin anda lebih memiliki banyak contoh daripada saya. Hal seperti inilah yang membuat sekian banyak peraturan bak macan ompong dan seolah tidak berguna sama sekali. Apakah memang Peraturan dibuat untuk dilanggar semata?

Terlepas dari dilanggar atau tidaknya larangan-larangan seperti contoh pada foto di atas, yang menggelitikku adalah kenapa rambu-rambu larangan seperti itu lebih sering ditujukan dan dialamatkan kepada “wong-wong cilik”. Kenapa aku jarang, bahkan mungkin tidak pernah melihat adanya larangan-larangan yang secara langsung maupun tidak langsung ditujukan kepada orang-orang kaya dan konglomerat? Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: