Melirik (reporter) TV ONE

Foto Diambil Tidak Seizin Pemilik - Hasil Googling (sumber klik saja)

Foto Diambil Tidak Seizin Pemilik - Hasil Googling (sumber klik saja)

Ada satu hal yang bikin aku sedikit suka menyaksikan stasiun TV ONE akhir-akhir ini jika sempat menonton TV, apalagi jika saat liputan Bencana Merapi. Faktornya adalah adanya seorang reporter yang selalu menyampaikan liputan berita-berita seputar  perkembangan bencana Merapi. Reporter yang kumaksud sering diperkenalkan dengan nama Meidina Rachma, (halah). Namun dari hasil penelusuran di google, nama lengkapnya Meidina Ajeng Rachmawati. :”>

Selama ini stasiun TV yang paling kubenci adalah TV ONE. Kebencianku terhadap stasiun TV yang dianggap kepanjangantangan politik dan bisnis Group Bakrie ini lebih karena berita-berita yang disajikan stasiun televisi ini cenderung mencari sensasi dan terlampau hiperbolis serta tak jarang provokatif. Terlebih lagi dalam pemberitaan-pemberitaan kasus ‘terorisme’, stasiun televisi dengan genre News tersebut tak ubahnya corong Polri, khususnya Densus 88. Sekali lagi, pernyataan tersebut hanya pandangan subjektifku saja. Baca lebih lanjut

Dilema

 

Dilema

Dalam setiap kejadian-kejadian bencana alam, terkadan g kita mendengar berita dari surat kabar, televisi, atau bahkan melihat dengan mata kepala sendiri sulitnya membujuk beberapa warga yang berpotensi terkena dampak langsung dari sebuah musibah bencana yang relatif dapat terprediksi. Contohnya semisal musibah bencana gunung meletus pada Gunung Merapi yang tengah terjadi.

Beberapa orang warga enggan untuk diungsikan dan dievakuasi untuk menjauh dari kediaman mereka menuju tempat yang dirasakan lebih aman dari jangkauan dampak bencana oleh TIM SAR. Bahkan dalam sebuah pemberitaan, ada seorang warga terpaksa diungsikan dan dievakuasi secara paksa karena yang bersangkutan bersikeras enggan dievakuasi. Keengganan mereka untuk dievakuasi rata-rata disebabkan oleh alasan untuk menunggu harta benda di rumah mereka dan binatang ternak mereka dari pencurian oleh orang-orang yang tak bertanggung-jawab. Sedan gkan sebagian lainnya karena alasan belum mendapat wangsit untuk mengungsi.

Menghadapi situasi dan hal yang seperti ini memang tak mudah. Segala bujuk rayu, argumen, dan segala macam lobby yang dilakukan evakuator seringkali tak diindahkan oleh mereka. Namun jika sudah terkena dampak bencananya secara langsung, mereka pun menyalahkan orang-orang di sekitarnya. Baca lebih lanjut

Selamatkan Indonesia dari Bencana

Selamatkan Indonesia

Pada saat hampir yang bersamaan terjadi beberapa bencana alam dan musibah di beberapa wilayah Indonesia. Pertama, letusan gunung Merapi di perbatasan D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah pada tanggal 26 Oktober 2010. Kedua, gempa bumi yang diikuti dengan gelombang tsunami di kepulauan Mentawai pada tanggal yang sama. Sebelumnya, terjadi kecelakaan Kereta Api minimal 3 kali dalam waktu tak lebih dari sebulan; kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Sumatera dan Singapura serta Malaysia karena kebakaran hutan di Sumatra; banjir yang menggenangi beberapa kota antara lain DKI Jakarta; dan hujan disertai angin ribut serta badai memporakporandakan beberapa kota; merupakan kejadian-kejadian luar biasa yang patut kita renungi bersama-sama.

Banyak orang menilai, apa yang semua terjadi itu merupakan ujian bagi seluruh bangsa Indonesia. Betulkah demikian? Dengan begitu banyaknya bencana dan kejadian-kejadian luar biasa di negeri ini dan tak kunjung selesai bahkan terkesan estafet itu masihkah kita menganggap dan mengklaim diri kita sebagai orang-orang beriman yang layak untuk memperoleh ujian-ujian dari Allah? Atau justru sebaliknya, kejadian-kejadian dan bencana yang hampir tak pernah berhenti menerpa negeri ini merupakan siksa dan azab bagi seluruh masyarakat negeri ini karena kita semua adalah orang-orang pendosa dan dzalim yang sangat layak untuk diberikan peringatan keras dari Allah?

Barangkali kita perlu sejenak mendengarkan syair Salman Al Jugjawy (a.k.a Sakti eks SO7) berikut ini tentang bagaimana dia menyikapi bencana yang melanda Indonesia akhir-akhir ini dengan potongan-potongan video tsunami dan erupsi gunung Merapi. Baca lebih lanjut

Kalikuning, Camping Ground & Objek Wisata Alam Pegunungan di Yogyakarta

Kali ini aku berada di kawasan Kalikuning (sebuah kawasan dekat dari Kaliurang) Yogyakarta. Sudah beberapa kali aku mengunjungi tempat indah ini. Rata-rata aku ke sini dalam rangka camping bareng sobat-sobatku. Kami menyebut diri kami dengan istilah SDK, yang merupakan kependekan dari Sondakan.

Kali Kuning merupakan salah satu alternatif tujuan wisata di Yogyakarta. Objek wisata ini merupakan kawasan wisata alam sekaligus Camping Ground di lereng selatan Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Disamping camping ground, tempat ini menawarkan berbagai keindahan alam pegunungan, gemericik air, pepohonan tinggi, serta kesegaran udara sepanjang hari. Lokasi Kali Kuning sendiri terletak di kaki Gunung Merapi atau di sebelah timur objek wisata Kaliurang. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: