Review Kereta K3 New Concept

review-k3-new-concept-001Kereta K3 New Concept prooduk PT INKA 2016 ini diklaim memiliki banyak keunggulan dan kecanggihan yg memberikan kenyamanan lebih dari sekedar kelas ekonomi, diantaranya:
– Konsep interior system pesawat membuat gerbong lebih elegant.
– 2 layar LCD memberikan kesan K3 menjadi rasa eksekutif.
– kursi lebih nyaman, empuk.
– privasi lebih terjaga dengan arah kursi searah.

Ternyata kenyamanannya jauh dari yg diklaim. Silakan lihat sendiri bagaimana jarak antar kursi yang sangat sempit. Posisi lutut penumpang yg duduk terbentur dg kursi di depannya krn jaraknya yg sangat pendek.

Melihat kondisi ini, rangkaian kereta dg gerbong seperti ini sepertinya tidak direkomendasikan utk perjalanan jauh Anda yg membutuhkan waktu lebih dari 8 jam. Apalagi jika Anda bepergian bsm keluarga dg anak balita. Dipastikan akan kerepotan dan tdk nyaman.

Perlu evaluasi dari KAI121 utk merombak ulang desain kursi kereta ini. Sekian salam.

*Catatan:
– Foto diambil dr group WA PJKA dr laporan rekan2
– Foto tidur hny sebagai penggambaran sempitnya jarak ruang antar kursi
– Sejauh yang kami ketahui, model kereta ini saat ini dipakai di rangkaian:
1 KLB SGU-PSE
2 KLB PSE-SGU
3 KLB LPN-PSE
4 KLB PSE-LPN
Dan info lainnya, nantinya akan dipakai utk pengganti rangkaian Fajar/Senja Yogya, dan Mutiara Selatan.

CMIIW

 

Berburu Tiket Kereta Mudik Lebaran

Suasana Antrian Pemesanan Tiket Lebaran 2011 di Gambir

Suasana Antrian Pemesanan Tiket Lebaran 2011 di Gambir

Berburu Tiket Kereta Mudik Lebaran

Subuh hari, tanggal 27 Juli 2011, aku berangkat berjalan kaki menuju Stasiun Gambir setelah menunaikan Sholat Subuh dari kos. Jarak kos dengan Stasiun Gambir sekitar 1 KM atau 10 menit jalan kaki. Sengaja aku berangkat pagi-pagi ke Stasiun Gambir karena niat ngantri tiket kereta api untuk keperluan mudik lebaran.

Awalnya, aku sebenarnya merasa aras-arasen menuju Gambir untuk ngantri tiket kereta api. Pertama, aku memperkirakan Stasiun Gambir sudah dipenuhi oleh ratusan calon penumpang yang sudah mengantri lebih dahulu dari saya, bahkan tak sedikit diantara mereka yang rela menginap di stasiun. Kedua, aku memperkirakan akan berada di antrian belakang jauh dan sangat berpotensi tidak memperoleh tiket mudik. Karena dua alasan itulah aku sangat pesimis bakal berhasil mendapatkan tiket lebaran yang hendak kubeli. Baca lebih lanjut

Kilas Balik Posting Sepanjang Tahun 2010 [372 Posting]

Maaf jika postingan ini terlalu panjang. Soalnya ini postingan rangkumanku selama setahun. Tahun 2010. Hanya judul-judulnya saja yang kutulis dan langsung nge-link ke artikelnya. Terima kasih. Salam.

Desember 2010

  1. Kuburan Bayi Kembar

  2. Kuburan Satu Keluarga ?

  3. Aneka Bentuk Nisan, Mau Pesan?

  4. Bebek Goreng H. Slamet Cabang Meruya

  5. Bunga Kamboja Tak Sekedar Bunga Kuburan

  6. Benarkah Kata “Palestina” Tidak Ada di Google?

  7. Andai Aku Seorang Presiden RI

  8. Rumah Mewah-ku

  9. Selamat Jalan Ustadz….

  10. Kesendirian

  11. @ Bandung, Where Are You Guys…?

  12. Aturan ‘Polisi Tidur’

  13. Apa Yang Spesial Dari Ice Cream Magnum?

  14. Ngobrol Hukum Bareng Seorang Anak Band

  15. Daerah Istimewa Surakarta Itu (Pernah) Ada !

  16. Interview Syaikh Zindani & Upaya Pengobatannya Terhadap Penderita AIDS

  17. Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

  18. Tiga Malaikat Kecil

  19. Pohon Gundul diantara Pohon Subur

  20. Setetes Embun di Pagi Hari

  21. Permainan Bocah Ndeso Tempo Doeloe #1

  22. Tahu Kilometer ’0′ di Bandung?

  23. Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

  24. Ketika Rumah Allah pun Tak Ditakuti Maling

  25. Ini Makam atau Taman?

  26. Cemara Dua

  27. Pemugaran Gedung Toko de Vries

  28. Kojom di Kampus Meruya

  29. Ini Masjid, Toko, atau Kelenteng?

  30. H.R. Rasuna Said, Laki-Laki atau Perempuan?

  31. Orang Yang Berani Menempeleng Pak Harto Baca lebih lanjut

Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

 

(Sumber: Semboyan 35)

(Sumber: Semboyan 35)

Pulang Kampung Dengan Gaya Baru Malam Selatan

Sewaktu pulang ke Solo lebaran haji lalu, aku sengaja naik kereta kelas ekonomi. Disamping karena alasan nyari murah juga karena alasan ngejar sholat idul adha pagi hari di Solo. Selebihnya, ada juga alasan sekunder untuk memotret situasi dan suasana di kereta gebrong ekonomi.

Kereta yang kunaiki waktu itu Gaya Baru Malam Selatan jurusan Jakarta – Surabaya. Berangkat dari Pasar Senen seharusnya pukul 12.20 WIB, namun prakteknya baru bisa berangkat pukul 13.00an. Suasana kereta sejak dari awal sudah dipenuhi penumpang yang berdesak-desakan. Lebih parahnya, hampir seluruh penumpang yang tidak memperoleh tiket tempat duduk harus berdiri sepanjang perjalanan karena sudah tidak ada space untuk duduk sama sekali. Beberapa kursi yang seharusnya diduduki 2 orang penumpang diisi 3 orang. Sementara kursi yang seharusnya 3 penumpang diisi 4 orang. Meskipun demikian, masih ada saja penumpang yang berdiri. Baca lebih lanjut

Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

Pernah naik kereta ekonomi? Apa yang anda saksikan? Kalau bagiku, terlalu banyak kisah dan cerita yang ingin dibagi saat pengalaman naik kereta kelas ekonomi. Terlalu banyak hal-hal yang bikin geleng-geleng sendiri melihat keadaannya. Maka tak jarang aku stand by kamera saat naik kereta karena ingin mengabadikan sebagian momen-momen menarik itu.

Foto berikut ini merupakan salah satu momen menarik yang berhasil kutangkap dan kuabadikan. Selanjutnya, kubagi dengan kawan-kawan semua.

Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

Kreativitas Penumpang Kereta Ekonomi

Baca lebih lanjut

Stasiun Bandung Pukul 3 Pagi

Stasiun Kereta Api Bandung

Stasiun Kereta Api Bandung

Kisah ini berawal dari niatanku pulang ke Jakarta dari Bandung hari Ahad tanggal 11 Juli 2010 setelah siangnya menghadiri resepsi pernikahan kerabat jauh di Bandung. Karena keesokan harinya, aku mesti sudah berada di kantor untuk beraktivitas kerja, maka aku harus segera berburu tiket kereta api di Stasiun Bandung. Sekitar pukul 14.00 WIB, aku meluncur menuju St. Hall dari kawasan komplek TNI Jl. Pahlawan. Loket belum dibuka sesampaiku di stasiun. Namun puluhan orang yang mengantre sudah berdiri dengan berbaris cukup tertib. Aku pun antre di baris paling belakang. Sepuluh menit berlalu, barisan pengantre sudah mencapai puluhan meter. Namun loket masih saja ditutup. Baru sekitar pukul 15.00 WIB, loket dibuka. Baru antrean lima di depan, tiket tempat duduk untuk kereta pukul 16.30 WIB sudah habis terjual. Hanya menyisakan tiket berdiri saja. Karena aku masih meninggalkan barang-barang bawaan di rumah kerabat cukup banyak, aku mengurungkan niat membeli tiket berdiri. Aku lebih memilih antri untuk tiket sore nanti saja atau malam. Baca lebih lanjut

# Romadhon Kedua: Waktu

Ramadhan Kedua

Menu sahur untuk puasa hari kedua –ku dan teman-teman satu kos adalah nasi, sayur asem, lauk ikan bawal goreng, sambel, lalapan, dan tahu. Bangun sekitar pukul 03.30 WIB, kami menikmati santap sahur dengan canda dan obrolan-obrolan.

Alhamdulillah puasa kedua aku sudah tidak bermasalah dengan kondisi perutku. Boleh dikata, perutku sudah bisa diajak kompromi untuk menahan lapar dan dahaga. Rasa kantuk saat berada di kantor pun tidak terlalu terasa. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: