Gadis Metropolitan

”]Foto Ini Hanya Ilustrasi Saja [Sumber klik saja pada gambar]

Gadis Metropolitan

Di sebuah pangkalan ojek di pojok gang ujung jalan Sudirman Jakarta, nampak Sutrisno, Sukri, dan Ujang tengah terlibat obrolan sambil menunggu pelanggan. Kali ini mereka sedang membahas tentang “Gadis Metropolitan”.

Pertama, si Ujang mengajukan pendapatnya tentang siapa yang pantas disebut dengan gadis metropolitan. “Gadis metropolitan itu cewek yang setiap harinya selalu wangi karena pakai parfum. Kemudian rutin pergi ke salon dan spa. Penampilannya modis dengan HP atau Blackberry terkalung di leher. Mobilitasnya tinggi. Keluar masuk butik, mall, dan cafe setiap harinya. Dan sering bilang ‘sumpe loe?’. Kurasa itu gambaran gadis metropolitan Jakarta ini.”

Menanggapi gambaran tentang definisi gadis metropolitan yang disebutkan oleh Ujang, Sukri merespon dengan penuh persetujuan. “Kau benar Jang. Itulah gambaran gadis metropolitan di Jakarta ini,” ucapnya dengan penuh senyum sambil membayangkan gadis metropolitan dalam imajinasinya.

Kalau menurutmu gimana Tris?” tanya Ujang ke arah Sutrisno yang matanya menerawang memandang seolah tanpa batas.

Mau tahu pendapatku tentang gadis metropolitan? Itu lho orangnya !” ucap Sutrisno menunjuk ke arah seorang perempuan berpakaian biasa dan tak terlalu modis, bahkan tak ada HP atau BB yang terkalung di lehernya. Baca lebih lanjut

Gadis-Gadis Rusia Eksentrik & Pemberani

Mungkin, kematian memang bukanlah sebuah hal yang tak perlu diatkutkan karena memang kematian adalah sebuah keniscayaan. Namun aku rasa kebanyakan orang takut untuk menjemput atau menunggu mati dikarenakan bukan pada kematian itu sendiri, tetapi pada kehidupan sesudah kematian itulah yang ditakutkan. Bagi orang-orang yang masih memiliki keyakinan terhadap Tuhan dan agama, pastilah akan memiliki konsepsi tentang Surga dan Neraka, bagaimanapun gambarannya. Sehingga, hal tersebut selanjutnya akan memicu proteksi terhadap diri untuk tidak sembrono dalam menggunakan nikmat nyawa yang diberikan hanya satu oleh Allah. Segala aktivitas-aktivitas yang menjurus ekstrem dan berbatasan dengan hilangnya nyawa secara logic akan dihindari.

Tapi itu hanya untuk kebiasaan kebanyakan manusia. Di luar itu, masih banyak manusia-manusia “gila” yang berani bermain dengan taruhan nyawanya seolah-olah ia memiliki keyakinan kapan kematiannya tiba atau memiliki cadangan nyawa yang tersimpan di kamarnya sehingga jika suatu waktu nyawanya melayang ia bisa me-refill nya.

Coba kawan-kawan tengok gambar orang-orang muda Rusia yang eksentrik di bawah tulisan ini nantinya. Mereka ini sedang bermain-main dengan nyawa mereka sekedar untuk hiburan (barangkali). Kisahnya, salah seorang diantara sekelompok pemuda Rusia itu ingin mencoba aksi tidur di atas rel kereta api saat kereta api melintas di atas rel itu. Si pemuda “gila” itu nanti akan tidur di antara rangkaian rel hingga ada kereta yang lewat di atasnya. Sementara itu, kawan-kawannya yang lain akan mengabadikan aksi itu dengan kamera dan video. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: