Perginya Sang Pujangga Patah Hati, Didi Kempot

Sekitar pukul 08.00 WIB, terlintas kabar musisi besar Solo, Didi Kempot meninggal dunia di RS Kasih Ibu. Saya mengkonfirmasi kabar berita itu kepada salah seorang kawan yang bekerja di rumah sakit kawasan Purwosari, Solo. Kawan membenarkan berita meninggalnya Sang Godfather of Broken Hearth itu.

“Ngga tahu (sakitnya apa), dalam perjalanan ke IGD udah ngga ada,” katanya melalui pesan singkat di WhatsApp.

Musisi legendaris kelahiran Surakarta, pada 18 Ramadhan 1386 H itu menghembuskan nafas terakhir juga di bulan Ramadhan, tepatnya pada hari Selasa, 12 Ramadhan 1441 atau bertepatan dengan tanggal 5 Mei 2020 pada usia 55 tahun hijriyah atau 53 tahun masehi. Baca lebih lanjut

Keutamaan Jumat Dalam Pandangan Didi Kempot

Kawan, ternyata Jumat memiliki kedudukan yang cukup istimewa dibanding dengan hari-hari lainnya dalam Islam. Dalam sebuah nyanyian campursari, Didi Kempot membuat sebuah lagu menarik yang menceritakan tentang sholat Jumat sebagai bagian yang tak terpisahkan dari hari Jumat itu sendiri. Baca lebih lanjut

Bonbin Jurug, Taman Indah Kota Solo yang Terlupakan

Jurug Tampak Depan

Taman Jurug

Tanggal 25 – 28 Februari 2010 lalu, aku pulang Solo menghabiskan liburan panjang akhir pekan yang bertepatan dengan adanya libur hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama empat hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk menguras rasa kangen yang cukup tak tertahankan (:D lebay) terhadap my hometown, Solo. Maklum, belum berkeluarga. Sambil jalan-jalan bawa kamera Casio Exilim Ex-Z75, kupotret beberapa hal yang menarik perhatianku. Salah satunya adalah Taman Satwa Taru Jurug Solo (TSTJ) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jurug atau nJurug oleh warga Solo.

Seingatku seumur-umur hingga aku nulis ini, aku baru mengunjungi taman ini 3 kali. Dua kali sewaktu aku masih sekolah TK, sementara yang sekali lagi sewaktu aku masih duduk di bangku SD kelas 5. Ada pengalaman tersendiri saat aku berkunjung di “Kebon Rojo” alias bonbin Solo ini bareng-bareng kawan-kawan sekolah. Kisah selengkapnya di Mengenang Masa Kecil Bersama 20 Siswa Luar Biasa. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: