[HIDUP MANUSIA] Antara Mengisi Cangkir dengan Kerikil atau Pasir?

Ilustrasi Cangkir (Source: Maramissetiawan)

Ilustrasi Cangkir (Source: Maramissetiawan)

Kita seringkali melihat pada diri kita betapa kita telah sempurna atau mendekati sempurna. Segala cita-cita yang kita raih seolah-olah semakin menambah kebanggan pada pencapaian kita dan kesempurnaan itu. Bagi seorang pelajar, memperoleh nilai maksimal pada mata pelajaran atau ujian atau memperoleh peringkat 10 besar bahkan terbaik menjadi kebanggan tersendiri tentunya. Bagi seorang mahasiswa, kesempurnaan itu mungkin bisa terlihat dari betapa cepatnya kita lulus kuliah dengan nilai yang memperoleh predikat summa cumlaude.  Dan bahkan kemudian langsung melanjutkan untuk studi S2 bahkan S3.  Sementara bagi seorang karyawan atau pegawai, kesempurnaan itu mungkin dikesankan dengan kedisplinan berangkat pagi dan pulang petang meskipun hanya membawa penghasilan pas-pasan. Atau bagi sementara karyawan lain bisa saja diartikan dengan jabatan yang kita terima serta gaji yang lebih dari cukup untuk kebutuhannya bersama keluarganya.

Demikianlah mungkin sebagian orang ketika telah melakukan sesuatu sebagaimana hal di atas merasa bahwa dirinya telah sempurna. Si A, seorang mahasiswa yang sangat berprestasi dengan peroleh IPKnya yang tak pernah kurang dari 3,5. Aktivitasnya pun tak kurang dengan ikutbeberapa organisasi kegiatan mahasiswa. Asisten dosen merupakan sambilannya di sela-sela prosesnya menyelesaikan skripsi. Ia paun terbilang berasal dari keluarga yang cukup kaya serta memiliki paras yang cukup cantik. Seolah-olah si A atau orang-orang di sekitarnya melihat bahwa ia seperti Cangkir yang penuh dengan pasir. Baca lebih lanjut

Berburu Tiket Kereta Mudik Lebaran

Suasana Antrian Pemesanan Tiket Lebaran 2011 di Gambir

Suasana Antrian Pemesanan Tiket Lebaran 2011 di Gambir

Berburu Tiket Kereta Mudik Lebaran

Subuh hari, tanggal 27 Juli 2011, aku berangkat berjalan kaki menuju Stasiun Gambir setelah menunaikan Sholat Subuh dari kos. Jarak kos dengan Stasiun Gambir sekitar 1 KM atau 10 menit jalan kaki. Sengaja aku berangkat pagi-pagi ke Stasiun Gambir karena niat ngantri tiket kereta api untuk keperluan mudik lebaran.

Awalnya, aku sebenarnya merasa aras-arasen menuju Gambir untuk ngantri tiket kereta api. Pertama, aku memperkirakan Stasiun Gambir sudah dipenuhi oleh ratusan calon penumpang yang sudah mengantri lebih dahulu dari saya, bahkan tak sedikit diantara mereka yang rela menginap di stasiun. Kedua, aku memperkirakan akan berada di antrian belakang jauh dan sangat berpotensi tidak memperoleh tiket mudik. Karena dua alasan itulah aku sangat pesimis bakal berhasil mendapatkan tiket lebaran yang hendak kubeli. Baca lebih lanjut

Warung Angkringan di Bandung

Angkringan "Mas Jo" di dekat Kampus ITB Bandung

Angkringan "Mas Jo" di dekat Kampus ITB Bandung

Warung Angkringan di Bandung

Anda orang Solo atau Jogja yang gemar nongkrong dan makan di warung hik (Hidangan Istimewa Kampung) alias angkringan alias wedangan yang tengah berada di Bandung? Jangan takut kehilangan suasana khas warung angkringan ala Solo dan Jogja selama di Bandung karena di Bandung ternyata juga ada warung angkringan serupa.

Di kawasan dekat kampus ITB, tepatnya di jalan yang berada satu jalur dengan kantor Yayasan YPM Salman ITB, terdapatlah sebuah warung angkringan yang diberi nama Warung Angkringan “Mas Jo” lengkap dengan gerobak khas angkringan. Awalnya aku sempat berfikir, paling-paling angkringan di Bandung ini hanya sekedar nama angkringan saja sementara hidangannya tidak sama dengan hidangan khan angkringan alias hik alias wedangan di Solo atau Jogja.

Ternyata aku salah. Masuk di bawah tenda angkringan “Mas Jo”, aku benar-benar merasakan suasana angkringan yang sama dengan di Solo atau Jogja. Warung angkringan “Mas Jo” tidak hanya sekedar memamerkan gerobak angkringan semata. Warung Angkringan “Mas Jo” juga menampilkan kursi-kursi panjang serta menyediakan tikar-tikar yang siap digelar buat “lesehan”. Baca lebih lanjut

Katakan Cintamu Dengan Bahasa Pascal

Katakan Cinta dengan Pascal

Katakan Cinta dengan Pascal

Katakan Cintamu Dengan Bahasa Pascal

Kamu ingin mengungkapkan perasayaan sayang atau cinta kepada seseorang tetapi ingin cara yang unik, beda, dan boleh dibilang sedikit intelek? 😀 Kalau sekedar mengungkapkan kata cinta dengan surat, kartu, sms, email, MMS, emoticon, atau telepon sih itu sudah biasa. Cari dong yang lebih kreatif dan sedikit kreatif. :). Misalnya begini, pernah tidak kamu (khususnya blogger) mengungkapkan rasa cintamu dengan menggunakan surat yang berbahasa pemrogaman? Bahasa Pascal misalnya. Menarik khan? Seru khan? Minimal, cara ini akan menjadi sebuah cara yang lain dari yang lain.

Tahu khan bahasa Pascal? Itu lho, bahasa pemrograman yang pertama kali di buat oleh Profesor Niklaus Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun 1971. Dengan mengambil nama dari matematikawan Perancis, Blaise Pascal, yang pertama kali menciptakan mesin penghitung, Profesor Niklaus Wirth membuat bahasa Pascal ini sebagai alat bantu untuk mengajarkan konsep pemrograman komputer kepada mahasiswanya. Selain itu, Profesor Niklaus Wirth membuat Pascal juga untuk melengkapi kekurangan-kekurangan bahasa pemrograman yang ada pada saat itu.

Baca lebih lanjut

Upacara SD dan Mars Lagu NDM

Satu hal yang tak terlupa di zaman SD dulu adalah saat upacara, baik upacara bendera setiap hari Senin atau upacara hari-hari besar nasional seperti hari Kartini, hari Pendidikan Nasional, hari Kebangkitan Nasional, dan lain-lain. Hampir setiap upacara, pasti ada saja murid-murid yang di-strap di halaman depan lapangan upacara. Itulah yang bikin upacara (khususnya upacara bendera setiap hari Senin) sebagai pengalaman mengesankan sekaligus menjengkelkan yang tak terlupakan.

Sudah merupakan sebuah aktivitas rutin kala itu bagi segenap warga sekolah dasar Islam NDM, pada setiap hari Senin pagi tepat pada pukul 07.00, diadakan upacara bendera di halaman sekolah berukuran sedang. Sebagaimana halnya perilaku dan tingkah polah anak SD pada umumnya, perlu dikomandoi bu guru dan pak guru dengan teriakan dan ancaman pecutan penggaris kayu atau rotan terlebih dahulu barulah kami -para murid-murid- bisa berbaris rapi dan diam.

Regu kelas 6 berada di sisi sebelah selatan halaman. Sementara kelas 5 berada di sisi sebelah barat halaman paling ujung selatan. Kemudian berturut-turut di sisi sebelah utaranya diikuti regu kelas 4 dan kelas 3. Kelas 1 dan kelas 2 berada di sisi sebelah utara halaman. Sedangkan sisi sebelah timur diperuntukkan kepada Bapak / Ibu guru serta para petugas upacara. Khusus bagi yang terlambat, diminta membuat barisan kelompok sendiri di sela-sela antara kelompok kelas 3 dan kelas 2. Terkadang, siswa yang terlambat disuruh berada di luar sekolah menunggu pintu gerbang dibuka seselesainya upacara. Baca lebih lanjut

Jangan Lemah !

Jangan Lemah !

DIHARAMKAN bagi seorang manusia beriman untuk bersikap LEMAH dan DIHARAMKAN PULA (mudah) bersedih hati, padahal (JIKA KAMU BERIMAN) MAKA sebenarnya KAMULAH orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 139) Baca lebih lanjut

Memanfaatkan Liburan Untuk Silaturrahmi

Silaturrahmi

Setiap pulang kampung ke Solo, hal yang selalu tidak boleh kutinggalkan adalah kegiatan berkunjung silaturahmi dengan kawan kerabat dan lain-lain. Kegiatan ini sengaja selalu kuagendakan setiap pulang kampung ke Solo karena silaturrahmi merupakan sebuah kegiatan yang sangat positif.

Kali ini, aku bersilaturrahmi ke beberapa kawan dan saudara. Pertama ziarah dan silaturahmi ke rumah bulik, paklik, simbah, dan ziarah kubur ke rumah simbah buyut. Silaturahmi berikutnya adalah mengunjungi keluarga anak-anak SDK, karena selama ini secara langsung maupun tidak langsung, aku juga banyak merepotkan mereka selama tinggal di Solo. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: