Belajar Teknik Kabur Dari Penjara Melalui ‘The Shawshank Redemption’

the shawshank redemptionPernah berfikir Anda akan masuk penjara? Kurasa tak ada satupun orang yang pernah berpikir untuk tinggal di penjara. Tapi segala kemungkinan itu selalu ada. Termasuk masuk penjara. Sebagai bentuk persiapan jika Anda suatu saat dipenjara, ada sebuah film menarik yang menceritakan tentang cara melarikan diri dari penjara. Film menarik ini merupakan film peringkat #1 di situs IMDb. Kurasa Anda perlu menontonnya. Baca lebih lanjut

Iklan

Hati-Hati, Solo Rawan Penjambretan!!!

Jalan Siwalan, Jajar, Solo Rawan Kejahatan

Jalan Siwalan, Jajar, Solo Rawan Kejahatan

 “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Bu Yuni, tetangga depan rumah meninggal, kecelakaan, dikubur besok pk. 10.00”

Pesan singkat dari ibuku itu masuk di ponselku pukul 22:18 WIB, membuatku terjaga dari lelap perjalanan dari Jakarta menuju Solo naik kereta. Saat itu aku sudah sampai di Stasiun Telawa, stasiun kecil setelah Stasiun Semarang. Sekitar 2,5 jam kemudian, aku akan tiba di Stasiun Solo Jebres. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu’anha,” ucapku lirih.

Segera kulipat matras yang menjadi alas tidur. Kuambil tas punggungku dan kuikatkan matras di samping tas. Kuambil air sekedar mencuci muka menghapus bekas kantuk lalu kusandarkan punggungku di kursi. Kuambil hela nafas panjang sementara pikiranku membayangkan musibah yang menimpa ibu Yuni. “Bu Yuni sudah meninggal. Begitu cepat Engkau memanggilnya Ya Allah.” Lintasan sketsa secara otomatis mengerakkan memori otakku tentang beliau bagai melihat slide gambar.

Beberapa jam sebelumnya, sekira ba’da maghrib, aku sebenarnya sudah menerima pesan singkat yang mengabarkan bahwa ibu Yuni mengalami koma di Rumah Sakit Panti Waluyo, Solo. Dikabarkan, ia mengalami koma setelah kecelakaan. Saat menerima pesan singkat pertama, aku masih berharap dan mendoakan kesembuhan untuk bu Yuni walaupun aku belum tahu bagaimana kondisi sebenarnya.

***

Begitu aku sampai di rumah dan masuk setelah mengucap salam, ibuku langsung memelukku hangat. Kelopak matanya berurai air mata. Sambil terisak dengan nada bergetar ibuku mengatakan, “le, ibu Yuni meninggal. Gusti Allah baru saja mundhut. Ngga ada yang tahu takdir-Nya. Pelajaran buat kita semua agar selalu mengingat Allah. Awakmu sehat-sehat to le?”

*** Baca lebih lanjut

Benarkah Petugas Pajak Tempatnya Di Neraka?

Pegawai Pajak di Neraka?

Pegawai Pajak di Neraka?

Benarkah Petugas Pajak Tempatnya Di Neraka?

“Sesungguhnya, pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka.” (HR Ahmad 4/109, Abu Dawud
kitab Al-Imarah : 7) Baca lebih lanjut

Milad, So What?

Sumber Gambar Silakan Di Klik Saja

Milad, So What?

Mas, nanti makan siang kemana?” ucap salah seorang rekan kerja di kantor.

Pizza Hut atau De Cost ada paket murah lho. Kalau mau pesan online juga bisa saya bantu deh,” tambahnya.

Mendengar ucapan kalimat-kalimat yang terlontar membuatku tersenyum.

Semoga makin bijak, enteng rezeki, enteng jodoh, serta dimudahkan Allah atas semua cita-citanya,” ucap rekan kerjaku yang lain. “Amiin, terima kasih,” jawabku.

Makan-makan paling seberapa duit sih, nggak bikin habis tabungan kok. Kalau bilang nggak punya duit, bohong banget deh. Secara, tanggal 25 pas gajian gitu…,” timpal kawan kerjaku lainnya menyindir. Lagi-lagi aku hanya tersenyum saja.

Hanya tinggal keikhlasan dan kesadaran saja,” pungkas rekan kerjaku yang lain.

Hahahahaha…. terima kasih atas doa-doanya, tapi saya tidak bisa mentraktir makan kalian,” ucapku merespon sindiran-sindiran kawanku serta ucapan selamat ulang tahun dan doa-doa yang mereka sampaikan. Aku tetap bersikeras enggan untuk mentraktir mereka makan-makan. Aku sudah siap jika barangkali disebut pelit, uthil, mbethithil, atau kikir sekalipun. Tapi aku berharap semoga saja tidak demikian. Baca lebih lanjut

Alasan-Alasan Penetapan Berbasis “Ijab Qobul” Yogyakarta

Alasan-Alasan Penetapan Berbasis “Ijab Qobul”

  1. Adanya jaminan status khusus dari pemerintah Indonesia untuk dua negara yang bersifat Kerajaan, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kepangeranan Paku Alam sebagai “imbalan” untuk bergabung dengan Negara Republik Indonesia sebagaimana tertuang pada Piagam Penetapan 19 AGustus 1945.
  2. Adanya status keistimewaan bahwa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa Setingkat Propinsi (Bukan Propinsi) yang dipimpin oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Bukan Gubernur dan Wakil Gubernur) dengan konsep Dwi Tunggal sesuai UU No. 3 Tahun 1950.
  3. Adanya kekuasaan penuh atas Pemerintahan Dalam Negeri Yogyakarta serta Pemahamannya dari Kekuasaan-Kekuasaan lainnya di tangan Sri Sultan dan Sri Paku Alam yang dipertanggungjawabkan langsung kepada Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia sebagaimana tertuang pada Amanah HB IX / Paku Alam VIII – 5 September 1945

“BERGABUNG TAK BERARTI MELEBUR”

Pengawal Amanah HB IX 5 September 1945

Leaflet (selebaran) ini harap disimpan sebagai pegangan memperjuangkan keistimewaan DIY

 

Leaflet (selebaran) itu saya temukan tertempel di dinding trotoar jalan Malioboro, beberapa waktu lalu.

Ahmed Fikreatif

 

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

 

Apa Latar Belakang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta?

Apa Latar Belakang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta?

  1. Adanya “Ijab Qobul” dimana Piagam Kedudukan 19 Agustus 1945 yang merupakan LAMARAN dari Republik Indonesia dalam hal ini oleh Ir. Soekarno sebagai Presiden kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Penguasa Kerajaan Ngayogyakarto Hadiningrat telah DITERIMA dengan MAHAR yang tertuang dalam Amanah Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 5 September 1945. Baca lebih lanjut

Win-Win Solution

Sumber gambar silakan klik di gambar

Sumber gambar silakan klik di gambar

Win-Win Solution

Andi dan Iwan adalah dua orang siswa baru sebuah SMA yang tinggal dalam satu kamar asrama. Suatu saat, keduanya menghadapi ulangan pelajaran. Demi memperoleh nilai yang maksimal, keduanya menyiapkan diri dengan belajar di malam ulangan. Andi tipikal siswa pembelajar yang lebih merasakan mudahnya mencerna pelajaran sambil mendengarkan musik. Sementara Iwan merupakan tipikal siswa pembelajar di kesunyian. Iwan tak bisa mencerna pelajaran ketika suasana lingkungannya berisik.

Kedua orang siswa tersebut boleh dibilang memiliki tipikal pembelajar yang bertolak belakang. Mesti harus ada solusi buat keduanya. Setelah berunding dengan baik, akhirnya dicapailah sebuah kesepakatan antara Andi dan Iwan agar saling mendukung dan tidak saling merugikan. Karena Andi lebih mudah mencerna pelajaran sambil mendengarkan musik, maka Iwan rela meminjamkan walkman-nya kepada Andi. Sehingga dengan demikian, Andi tetap bisa mendengarkan musik untuk memudahkan pembelajarannya. Namun di sisi lain, Andi tidak mengganggu Iwan yang model pembelajarannya lebih suka dalam suasana yang tidak bising (sunyi). Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: