Leave Your Car for The Fresh Air

Leave Your Car Baca lebih lanjut

Leave Your Car for The Fresh Air #1

Leave Your Car 02 Baca lebih lanjut

Berjuang Menuju Sekolah

Meniti Tali Baja Berjuang Menuju Sekolah

Meniti Tali Baja Berjuang Menuju Sekolah

Berjuang Menuju Sekolah

Foto di atas adalah hasil pindaian (scan) dari surat kabar Kontan, edisi Kamis, 19 Mei 2011. Sengaja kupindai karena aku tertarik dengan pesan tersirat yang disampaikan sang fotografer, Kristianto Purnomo.

Gambar di atas bukan gambar rekayasa atau gambar sebuah permainan outbond di sebuah tempat wisata. Namun, gambar di atas adalah gambaran nyata perjuangan para murid SD Negeri Cicaringin, Gunung Kencana, Lebak, Banten menuju sekolah. Mereka harus meniti tali baja di atas Sungai Ciliman agar bisa pergi ke sekolah. Kelambanan pemerintah membangun proyek infrastruktur, termasuk jembatan, menyebabkan mereka setiap hari hari harus berjalan enam kilometer pulang pergi menuju sekolah dan berisiko tercebur ke sungai. Baca lebih lanjut

Kreatif Atau Mengundang Bahaya?

 

Angkut Mebel Kreatif Atau Mengundang Bahaya?

Angkut Mebel Kreatif Atau Mengundang Bahaya?

Kreatif Atau Mengundang Bahaya?

Demi perjuangan untuk memperoleh nafkah dan terbatasnya sarana, dua orang pengrajin mebel rela mengangkut mebel mereka menggunakan motor. Kreativitas keduanya patut diacungi jempol. Namun demikian, tindakan keduanya itu disamping membahayakan diri mereka juga membahayakan pengendara dan pemakai jalan lain. Tidak semestinya motor digunakan untuk mengangkut barang muatan seperti mebel. Foto ini diambil pada tanggal 25 Desember 2010 di depan gedung Embarkasi Haji Boyolali Jawa Tengah.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Jual Beli Uang Kuno di Jalan

Jual-Beli Uang Kuno di Alun-Alun Bandung

Jual-Beli Uang Kuno di Alun-Alun Bandung

Jual Beli Uang Kuno di Jalan

Mencari rezeki di jalanan bisa dilakukan dengan banyak hal. Ditunjang dengan kreativitas serta hobi, seorang pria pada gambar mencoba memburu rezeki dengan berjualan uang kuno di jalan. Memanfaatkan dinding pagar di sisi trotoar depan Masjid Agung Raya Bandung sebagai showroom, ia memamerkan aneka macam mata uang kuno. Jual beli mata uang kuno di jalanan adalah salah satu profesi unik yang dapat ditemui di kehidupan jalanan. Foto diambil pada tanggal 13 Desember 2010 di Jl. Asia-Afrika, Bandung.

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

Korupsi ala Tukang Parkir

(foto ini terinspiras dari pameran fotografi di Balai Soejatmoko)

Parkir Rp 500 atau Rp 1000 ?

Korupsi ala Parkir

Sekitar dua pekan lalu, aku ke Solo Square (sebuah mall di kota Solo). Aku memarkirkan motor di luar gedung (bukan di dalam mall). Oleh petugas parkir, aku diberi selembar karcis berlogo pemkot Surakarta (nama resmi kota Solo dalam administratif) dan coretan nomor plat motor yang kuparkir.

Sekarang atau nanti pak?” tanyaku kepada petugas parkir bermaksud menanyakan apakah parkirnya dibayar sekarang atau nanti setelah selesai parkir.

Sekarang mas,” jawabnya singkat dengan bahasa Jawa logat Solo yang khas.

Berapa?” tanyaku kepada petugas tersebut, sengaja.

Seribu,” jawabnya lagi.

Kuambillah dari saku celana selembar uang seribu rupiah lalu kuserahkan kepada petugas.

Setelah menyerahkan uang seribu rupiah tersebut, aku tersenyum sendiri. Namun senyumku ini bukan karena aku gila atau gejala gila. Aku tersenyum karena merasakan hal yang tidak sesuai pada materi diskusi sebelumnya dengan tukang parkir. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: