Happy Eid Mubarak

Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Idul Fitri 1438 H/2017 M. Taqabbalallahu minna wa minkum shiyama wa shiyamakum kullu amin wa antum bi khair. Minal Aidin wal Faizin.

Punya Tekad & Keyakinan, Pertahankan!

Romaeni binti Hasan (kedua dari kiri) mulai mengenakan cadar pada semester terakhir ketika kuliah di Institut Kesenian Jakarta. Teman-temannya menggodanya, tetapi lama-lama mereka menjadi terbiasa. Keyakinan itu suatu proses. Katanya, ‘Aku sedang menjalani proses itu dengan atau tanpa cadar’.

Foto itu pertama kali kulihat di Galeri Foto kawanku Ihsan. Lalu kucoba cari-cari tahu hingga kutemukan bahwa fotografernya bernama James Nachtwey. James merupakan jurnalis foto sekaligus fotografer perang ternama.

Sebuah keyakinan yang kuat harus didukung dengan sikap yang juga tidak lemah. Ada lagi sebuah kisah lama yang ingin kuputar kembali untuk menghormati mereka yang berkeyakinan teguh. Salut!!!

Ada dua perempuan bernama Zakiah dan Istiada. Ada hal menarik yang bisa diceritakan dari kedua perempuan itu. Ketika kuliah, mereka dalam satu almamater yang sama, yakni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, meskipun tidak satu angkatan. Istiada ialah mahasiswi angkatan 1987, sedangkan Zakiah baru masuk Undip tahun 1990. Baca lebih lanjut

Kisah Ayahku dengan “Wanita” Misterius Bercadar Hitam

Kisah ini diceritakan oleh kedua orang tuaku, sepulang beliau bedua dari tanah suci. Sak swijining dino (Pada suatu hari / once upon time ), ayah dan ibuku bersama-sama hendak melempar jumrah. Sesampai di lokasi, kedua orang tuaku melempari sebuah bangunan dengan kerikil-kerikil yang telah disiapkan sebelumnya dalam sebuah kantung.

Saat tengah melempari jumrah, tiba-tiba ada seseorang mendekap erat dan memeluk “mesra” ayahku. Tangan yang satu memegang pundak kanan ayahku, sementara tangan yang satunya lagi memegang erat pinggang kiri ayahku. Seseorang itu mengenakan pakaian dan jilbab serba hitam. Ia pun mengenakan cadar hitam. Dari atas hingga ke bawah, semuanya tertutup rapat dengan pakaian hitam. Entah ayahku keenakan (hehehehe, sory Dead…:) ) atau tidak tahu harus berbuat apa entah kaget semu bingung, ayahku hanya diam terbisu. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: