Laporan Kegiatan Takjil On The Train Ramadhan 1438 H

LAPORAN KEGIATAN TAKJIL ON THE TRAIN RAMADHAN 1438 H

Selama bulan Ramadhan 1438 H, komunitas Brantas Familia telah menggelar kegiatan Takjil on The Train selama lima kali. Total sebanyak 1.292 paket takjil dibagikan kepada penumpang kereta sebagai makanan pembuka buka puasa. Komunitas PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) yang baru sebulan berdiri itu berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp9 juta dari anggota PJKA. Berikut laporan lebih lengkapnya: Baca lebih lanjut

Komunitas Brantas Familia Bagi Takjil Untuk Pemudik Kereta

Komunitas Pulang Jumat Kembali Ahad (PJKA) chapter Brantas Familia gelar bagi-bagi takjil di Stasiun Pasar Senen pada Rabu, 21 Juni 2017. Sebanyak 450 paket takjil berisi kolak, lontong, dan gorengan dibagikan jelang maghrib kepada para pemudik yang naik kereta api.

 

 

Brantas Familia Kembali Gelar Takjil On Train

*Komunitas Brantas Familia Bagikan Ratusan Paket Takjil di Kereta Brantas*

Komunitas Paguyuban Pulang Jumat Kembali Ahad (PJKA) Chapter Brantas Familia kembali menggelar kegiatan *Takjil On The Train* di kereta api Brantas relasi Stasiun Pasar Senen ke Blitar pada Jumat (09/06). Sebanyak 200 paket takjil dibagi-bagikan kepada para penumpang yang umumnya bertolak dari Jakarta menuju kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menurut koordinator kegiatan *Takjil On the Train* Bambang Wiryawan, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dan yang kedua pada Ramadhan tahun ini. Sebelumnya, Paguyuban PJKA telah mengadakan *Takjil On the Train* pada Jum’at (02/06) di Kereta Brantas. Baca lebih lanjut

Salurkan Infak Anda Untuk Takjil Di Sini

❤ DIBUKA KEMBALI Takjil On the Train ❤

Bismillahirrahmanirrahim

📢Setelah tahun lalu (1437H/2016M) dan diawali pada Jumat lalu sukses menggelar Takjil On The Train, dalam rangka belajar berbagi, mempererat silaturahmi antar penumpang kereta api, dan meraih fadhilah serta ridha Allah di bulan Ramadhan, Paguyuban PJKA #ChapterBrantasFamilia kembali akan menggelar kegiatan Takjil On the Train. Baca lebih lanjut

Komunitas Brantas Familia Bagi-Bagi Paket Takjil di Kereta

*Komunitas Brantas Familia Bagikan Ratusan Paket Takjil di Kereta Brantas*

Setelah tahun lalu sukses, Komunitas Paguyuban Pulang Jumat Kembali Ahad (PJKA) Chapter Brantas Familia kembali menggelar kegiatan *Takjil On The Train* di kereta api Brantas relasi Stasiun Pasar Senen ke Blitar pada Jumat (02/06). Sebanyak 200 paket takjil dibagi-bagikan kepada para penumpang yang umumnya bertolak dari Jakarta menuju kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Baca lebih lanjut

Perlukah PT. KAI Membuat Musholla di Gerbong Kereta?

Seorang Penumpang Kereta Tengah Shalat di Bordes

Seorang Penumpang Kereta Tengah Shalat di Bordes

Akhir-akhir ini kereta api di Indonesia kerap menjadi sorotan karena prestasi. Mulai dari penataan stasiun sampai penataan gerbong kereta dan penumpang. Namun sepertinya masih ada yang perlu ditambahi. Kalau ditanya bukankah kereta api saat ini sudah jauh lebih nyaman dibanding 5 tahun atau lebih lalu, maka saya akan jawab iya. Ya sekarang memang kereta sudah lebih nyaman.

Namun demikian, nyaman tentunya belum cukup. Perlu ada peningkatan lebih lagi dari sekedar ‘nyaman’. Peningkatan seperti apa? Misalnya seperti memberikan fasilitas ruang atau gerbong untuk shalat (musholla), ruang ibu menyusui, atau gerbong tidur.

Ahad, 12 Januari 2015 lalu, saya melihat di bordes gerbong kereta, sejumlah penumpang menunaikan shalat secara bergantian saat datang waktu Maghrib. Satu per satu, sejumlah penumpang shalat secara bergantian di atas karpet yang digelar sebagai alas shalat (sujud).

Pemandangan para penumpang menunaikan shalat dengan menggelar karpet atau sajadah sebenarnya sudah bukan pemandangan asing. Setiap saya naik kereta yang melewati waktu shalat, biasanya ada beberapa penumpang yang shalat. Ada yang duduk di kursi penumpang, ada yang berdiri seperti shalat biasa di lorong gerbong, ada yang berdiri di bordes.

Jadi, melihat banyaknya para penumpang yang menunaikan shalat di kereta, sepertinya PT. KAI perlu membuat ruang atau gerbong khusus untuk musholla. Selain itu juga perlu membuat tempat wudhu khusus yang jauh dari tempat najis. Sekarang ini, para penumpang kalau wudhu di toilet. Sementara toilet kereta sebagaimana diketahui merupakan tempat buang air kecil dan besar, yang najis.

So, gimana menurutmu sob?

(Foto diambil pada Ahad, 12 Januari 2015 di kereta Brantas dari Solo Jebres Pasar Senen)

Seribu Penumpang Kereta Ekonomi Tanda Tangani Petisi Tolak Pencabutan PSO (Subsidi)

Tanda Tangan Petisi Dukungan Tanda Tangan Penolakan Pencabutan PSO Kereta Ekonomi Jarak Jauh

Tanda Tangan Petisi Dukungan Tanda Tangan Penolakan Pencabutan PSO Kereta Ekonomi Jarak Jauh

Seribu lebih penumpang kereta api menandatangani petisi penolakan pencabutan public service obligation (PSO) pada kereta ekonomi jarak menengah dan jarak jauh. Pengumpulan seribu tanda tangan petisi ini dilaksanakan secara serentak di sejumlah perjalanan kereta ekonomi pada Ahad (21/12/2014).

Aksi yang diinisiasi oleh Komunitas Pengguna Kereta Jarak Jauh (Kompak Jaja) dan paguyuban Pejuang PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) ini berlangsung di sejumlah kereta, yakni kereta Senja Bengawan, Progo, Gaya Baru Malam, Brantas, Tawang Jaya, dan Gajah Wong. Kecuali Gajah Wong, semua kereta berkapasitas lebih dari 800 kursi penumpang.

Dalam rekap tandatangan yang dikumpulkan pada Senin (22/12/2014), diperkirakan diperoleh lebih dari 2.000 tanda tangan dukungan dari penumpang yang menolak pencabutan PSO pada kereta ekonomi.

Saya dan beberapa kawan yang memperoleh amanah untuk mengumpulkan tanda tangan di kereta Brantas berhasil mengumpulkan 200an dukungan dari penumpang. Kapasitas kursi kereta Brantas sendiri mencapai 800an penumpang. Terkumpulnya 200 tanda tangan ini tak berarti sisanya mendukung pencabutan PSO. Dari gerbong delapan saya dan kawan-kawan berjalan menuju gerbong satu menemui satu-satu penumpang tak ada yang menyatakan dukungan terhadap pencabutan PSO kecuali hanya 3 orang rombongan cewek di gerbong satu.

Semua penumpang pada dasarnya menolak pencabutan PSO, namun yang bersedia menandatangani petisi tidak semua penumpang. Kebanyakan hanya perwakilan mewakili rombongan keluarga mereka yang naik.

Menyelesaikan ‘presentasi’ dan meminta tanda tangan dari penumpang kereta Brantas dari gerbong pertama sampai delapan butuh waktu 4,5 jam. Sejak start dari Stasiun Solo Jebres, kami baru bisa selesai setelah kereta sampai di Stasiun Pekalongan.

***

Aksi penandatangan petisi penolakan pencabutan subsidi/public service obligation (PSO) ini dilakukan sebagai respon atas pengumuman PT. KAI tentang pencabutan public service obligation (PSO) atas kereta ekonomi jarak menengan dan jauh sehingga tarifnya mengalami kenaikan hampir 3x lipat.

Sekira 3 bulan sebelum tanggal 1 Januari 2015, tepatnya pada Selasa (30/09/2014), PT. KAI secara sepihak mengumumkan kenaikan tarif kereta api kelas ekonomi. Kenaikan ini disebabkan oleh dicabutnya public service obligation (PSO) terhadap kereta ekonomi jarak menengah dan jarak jauh (silakan baca di sini).

Menurut Wakil Menteri Perhubungan periode sebelumnya, Bambang Susantono pencabutan subsidi kereta api jarak jauh disebabkan karena selama ini subsidi dianggap tak tepat sasaran. Katanya, pihaknya sudah melakukan survei di stasiun-stasiun besar seperti Pasar Senen dan Gambir (komentar saya: sejak kapan Gambir ada kereta Ekonomi).

Hasil survei, kata beliau, jumlah penumpang kereta jarak jauh tidak bisa memenuhi jumlah gerbong yang disediakan. Dari 8 gerbong yang disediakan, hanya 6 gerbong yang terisi. Tentu saja pernyataan itu tak berdasar. Dalam pertemuan kami dengan Ditjen Perkeretaapian, mereka tak bisa membuktikan data tersebut. Wamenhub, juga memberikan penjelasan lain. Menurutnya subsidi tarif kereta ekonomi akan dialihkan untuk KRL dan commuter.

Alasan terakhir lebih lucu lagi. Kalau memang PSO diberikan pada KRL, apakah lebih tidak tepat sasaran. Penumpang yang naik KRL tentu saja secara umum lebih kaya dan sejahtera dibanding penumpang kereta ekonomi. Dan tentu saja aneh jika PSO yang sumbernya dari APBN hanya diperuntukkan pada warga Jabotabek. (Baca: DPR Tolak Usulan Penghapusan Subsidi KA dan Alasan Pemerintah Dukung Pencabutan Subsidi KA Ekonomi).

Apa yang dilakukan oleh Pemerintah (Kemenhub) dan PT. KAI tersebut tentu saja bertentangan dengan Undang-Undang. Subsidi angkutan massal seharusnya merupakan kewajiban pemerintah sebagai bentuk pelayanan terhadap kebutuhan transportasi rakyat secara umum (kaya atau miskin). Jadi, PSO diberikan pada moda transportasi, bukan pada individu.

Dalam hal ini subsidi hanya diberikan pada kereta kelas ekonomi, yang memiliki standar pelayanan minimal, seperti yang tertera pada UU No 23 tahun 2007 tentang perekeretapian. Bagi mereka yang butuh pelayanan super nyaman, bangku empuk, ruang duduk luas dan waktu tempuh lebih cepat, ya monggo pilih kelas bisnis dan eksekutif yang lebih mahal.

Ketentuan lebih detail bisa dibaca pada aturan turunannya, yakni Peraturan Pemerintah No 72 tahun 2009, dan Peraturan Presiden No. 53 tahun 2012. Di dalamnya dengan tegas disebutkan, subsidi bagi kereta ekonomi merupakan bentuk kewajiban pemerintah untuk pelayanan publik. Dan subsidi dapat diberikan oleh menteri, juga oleh pemerintah daerah melalui alokasi anggaran yang bersumber dari APBN.

Sebagai peraturan teknis pelaksananya, Peraturan Menteri Perhubungan No. 5  tahun 2014, yang berlaku sejak 3 Maret  2014, mengatur penetapan tarif subsidi bagi tiap kereta Ekonomi di Indonesia. Jika Permen ini tidak dicabut, maka artinya PT. KAI melanggar aturan Menteri Perhubungan.

***

Alhamdulillah setelah memperoleh desakan dari banyak elemen masyarakat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkenan memberikan Public Service Obligation (PSO) atau subsidi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp 1,523 triliun. Walaupun separuh lebih dananya untuk subsidi kereta commuter, kereta ekonomi jarak jauh masih mendapatkan  jatah subsidi per 1 Maret 2014 sampai dengan bulan Juni 2014 (Baca: Mulai Maret, Tiket Kereta Api Turun).

 

Pengumpulan Tanda Tangan Menolak Penghapusan PSO Kereta Api di Kereta Brantas 21 Desember 2014

Pengumpulan Tanda Tangan Menolak Penghapusan PSO Kereta Api di Kereta Brantas 21 Desember 2014

Pengumpulan Tanda Tangan Menolak Penghapusan PSO Kereta Api di Kereta Brantas 21 Desember 2014

Pengumpulan Tanda Tangan Menolak Penghapusan PSO Kereta Api di Kereta Brantas 21 Desember 2014

Ahmed Fikreatif

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan”

%d blogger menyukai ini: