Sebahagia Apa Masa Kecil Anda?

Masa Kecil Sangat BAhagia

Pernahkah Anda menikmati masa kecil sebahagia ini? Saat usia Sekolah Dasar (SD), keceriaan seperti mereka ini bagian dari ekspresi seorang bocah secara alami. Walaupun tidak sama persis seperti gambar di atas, saya pernah melalui masa bermain di sawah, naik di punggung kerbau, menanam padi, mencari belut, dan aktivitas-aktivitas yang biasa dilakukan di sawah lainnya.  Baca lebih lanjut

Persaingan ala Bocah

Gambaran masa kecil di Langgar

Gambaran masa kecil di Langgar

Persaingan ala Bocah

Di masa kecil dulu, aku yakin diantara kita seringkali terlibat persaingan-persaingan yang ‘bodoh’ dengan kawan sepermainan. Egoisme kita benar-benar sangat nampak sekali di masa itu. Kita sering merasa tidak mau kalah dari orang lain baik dari kawan sebaya maupun saudara sendiri. Contoh mudahnya, kita sering ogah mengalah kepada adik atau kakak kita sendiri atas suatu hal. Bila itu makanan, maka kita berusaha tidak mau menyerahkan sedikit pun apa yang menjadi hak kita itu kepada kakak atau adik kita.

Contoh lain keegoisan masa kecil juga nampak dalam dialog-dialog persaingan diantara kita di masa kecil dulu. Misalnya, pernah salah seorang diantara kawan kecilku memancing pertanyaan seperti berikut:

“Superman dengan Batman kuatan mana?” Baca lebih lanjut

Salzabila Vertrauen Philbertha Solucky ???

Salzabila Vertrauen Philbertha Solucky

Ketika mendengar atau membaca tulisan Salzabila Vertrauen Philbertha Solucky, kira-kira apa yang ada di benak kamu? Pertama kali aku melihat tulisan tersebut di status Facebook kawanku, aku sampai harus mengernyitkan dahi. Ketika kucoba untuk membacanya pelan-pelan, lidahku seolah kaku atau justru terlipat-lipat sementara bibirku sampai harus ku-monyong-kan saking kesulitannya mengeja Empat kata yang tersusun itu.

Selidik punya selidik, empat susunan kata itu ternyata adalah nama anak pertama kawanku yang baru lahir beberapa waktu lalu. Busyet dah. :geleng-geleng:

Salzabila Vertrauen Philbertha Solucky

Salzabila Vertrauen Philbertha Solucky a.k.a SoSo

Baca lebih lanjut

Kenangan “Nyuri” Belimbing di Halaman Tetangga

Seorang Anak Tersenyum di Balik Daun

Seorang Anak Tersenyum di Balik Daun

Masa kecil memanglah masa yang penuh kenangan indah dan masa ceria untuk kebanyakan manusia yang hidup standar di dunia ini. Namun demikian, aku juga tidak menutup mata atas perjalanan hidup beberapa orang yang justru sangat suram di masa kecil mereka dikarenakan beraneka macam alasan dan latar belakang. Bagi anak-anak yang saat ini hidup di Palestina, Irak, dan Afghanistan, kita tidak menutup mata betapa beratnya perjalanan hidup mereka sejak mereka sebelum lahir dan entah sampai kapan, meskipun dalam beberapa kesempatan senyum dan tawa khas anak kecil di beberapa negara tersebut dan daerah konflik lainnya yang terekam kamera masih bisa mereka tunjukkan.

Keceriaan anak-anak yang memang tidak dan belum memiliki perasaan berdosa benar-benar keluar dari perasaan mereka yang ikhlas, tulus, dan tanpa beban serta apa adanya. Tawa dan seyum mereka bisa sedikit terlukiskan dalam foto di samping yang kupotret dari balik bayang dedaunan pohon.

Bocah itu tengah memanjat sebuah pohon yang dulu kukenal dengan sebutan pohon talok. Pohon itu menghasilkan buah kecil berwarna merah kekuning-kuningan jika telah masak saat tengah waktunya berbuah. Rasa buah itu manis sedikit kecut (masam). Dulu, jika kawan-kawanku memanjat pohon-pohon itu untuk mengambil buah talok yang selanjutnya dimakan bareng-bareng, maka aku adalah orang yang paling tak berminat. Nggak tahu kenapa aku ngerasa buah talok nggak enak saja di lidahku. Baca lebih lanjut

Nostalgi[L]a Maen Karet Gelang (Permainan Tradional)

Nostalgia Maen Karet Gelang

Tanggal 25 – 28 Februari 2010 lalu, aku pulang Solo menghabiskan liburan panjang akhir pekan yang bertepatan dengan adanya libur hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama empat hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk menghabiskan rasa kangen yang cukup tak tertahankan (:D lebay) terhadap my hometown, Solo. Maklum, belum berkeluarga. Sambil jalan-jalan bawa kamera Casio Exilim Ex-Z75, kupotret beberapa hal yang menarik perhatianku.

Seorang Bocah Menghitung & Memisahkan Karet Gelang

Seorang Bocah Menghitung & Memisahkan Karet Gelang

Ada sebuah pemandangan yang kulihat di depan mata yang membuat teringat kenangan masa kecil di Kauman. Di depanku ada seorang bocah menghitung sejumlah karet gelang yang barangkali ia peroleh dari memungut di jalanan. Kulihat-lihat ia asyik menghitung berapa jumlah karet gelang yang telah ia peroleh. Ia pun kemudian memisah-misahkannya menurut warnanya. Merah ia pisahkan dari hijau dan kuning.

Dulu saat aku berada di bangku TK hingga kelas 3 atau 4 SD, salah satu permainan musiman yang sering kami mainkan adalah permainan karet gelang. Dengan cara keluar masuk toko-toko besar macam Mac Mohan, Matahari, Obral, Prabu, dan beberapa toko lainnya di Solo; menyusur jalan-jalan, trotoar-trotoar, bahkan mengais-ais sampah-sampah, aku dan beberapa kawanku mengumpulkan karet gelang. Jika ada sedikit uang saku yang tersisa, terkadang aku membeli di warung kelontong yang jualan karet gelang. Jika sudah terkumpul, segeralah kami memainkannya bersama-sama dengan kawan-kawan. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: