Benarkah Petugas Pajak Tempatnya Di Neraka?

Pegawai Pajak di Neraka?

Pegawai Pajak di Neraka?

Benarkah Petugas Pajak Tempatnya Di Neraka?

“Sesungguhnya, pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka.” (HR Ahmad 4/109, Abu Dawud
kitab Al-Imarah : 7) Baca lebih lanjut

Iklan

Derita Orang Pintar di Indonesia

Orang Pintar di Indonesia
Ibuku menasehatiku agar menjadi orang yang bodoh. “Orang pintar hanya jadi cacian dan makian di negeri ini,” keluhnya Baca lebih lanjut

Inilah Film Animasi Buatan Lokal Siap Mengglobal

Inilah Film Animasi Buatan Lokal Siap Mengglobal

Beberapa hari ini aku merasa cukup antusias memposting lebih banyak lagi tentang segala sesuatu yang terkait dan berbau dengan my hometown, Solo. Setelah beberapa waktu lalu aku posting tentang Solo yang merupakan kota terbaik versi KPK dan kota berudara terbersih di Indonesia versi Kementerian Lingkungan Hidup, ada satu lagi prestasi. Hanya saja untuk kali ini bukan prestasi Solo-nya secara langsung, namun giliran warganya yang berprestasi. Prestasi di bidang dunia seni & teknologi.

Adalah sebuah motion pictures (baca: video) animasi singkat yang dibuat oleh sebuah studio kreatif di Solo awal mulanya. Video bertajuk “Pada Suatu Ketika” itu beredar di kalangan pengguna internet (baca: jejaring sosial). Tak butuh waktu lama, video animasi yang menampilkan adegan bajaj dan bus kota berubah menjadi robot ala film Transformer garapan sebuah studio di Solo itu pun menghentak dan membuat decak kagum jagad perinternetan Indonesia, khususnya. Baca lebih lanjut

Alasan-Alasan Penetapan Berbasis “Ijab Qobul” Yogyakarta

Alasan-Alasan Penetapan Berbasis “Ijab Qobul”

  1. Adanya jaminan status khusus dari pemerintah Indonesia untuk dua negara yang bersifat Kerajaan, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kepangeranan Paku Alam sebagai “imbalan” untuk bergabung dengan Negara Republik Indonesia sebagaimana tertuang pada Piagam Penetapan 19 AGustus 1945.
  2. Adanya status keistimewaan bahwa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa Setingkat Propinsi (Bukan Propinsi) yang dipimpin oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Bukan Gubernur dan Wakil Gubernur) dengan konsep Dwi Tunggal sesuai UU No. 3 Tahun 1950.
  3. Adanya kekuasaan penuh atas Pemerintahan Dalam Negeri Yogyakarta serta Pemahamannya dari Kekuasaan-Kekuasaan lainnya di tangan Sri Sultan dan Sri Paku Alam yang dipertanggungjawabkan langsung kepada Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia sebagaimana tertuang pada Amanah HB IX / Paku Alam VIII – 5 September 1945

“BERGABUNG TAK BERARTI MELEBUR”

Pengawal Amanah HB IX 5 September 1945

Leaflet (selebaran) ini harap disimpan sebagai pegangan memperjuangkan keistimewaan DIY

 

Leaflet (selebaran) itu saya temukan tertempel di dinding trotoar jalan Malioboro, beberapa waktu lalu.

Ahmed Fikreatif

 

“Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan, Jika Fikreatif mati mohon doakan ampunan”

 

 

Apa Latar Belakang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta?

Apa Latar Belakang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta?

  1. Adanya “Ijab Qobul” dimana Piagam Kedudukan 19 Agustus 1945 yang merupakan LAMARAN dari Republik Indonesia dalam hal ini oleh Ir. Soekarno sebagai Presiden kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Penguasa Kerajaan Ngayogyakarto Hadiningrat telah DITERIMA dengan MAHAR yang tertuang dalam Amanah Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 5 September 1945. Baca lebih lanjut

Sedikit Kritik & Saran Untuk FIlm Animasi Luk Songo

 

 

Salah Satu Adegan Dalam FIlm Luk Songo

Salah Satu Adegan Dalam FIlm Luk Songo

Overall, film animasi Luk Songo secara gambar bagus. Namun kalau boleh memberikan kritik yang membangun, ada beberapa kritik sekaligus saran bagi sang pembuat. Baca lebih lanjut

Win-Win Solution

Sumber gambar silakan klik di gambar

Sumber gambar silakan klik di gambar

Win-Win Solution

Andi dan Iwan adalah dua orang siswa baru sebuah SMA yang tinggal dalam satu kamar asrama. Suatu saat, keduanya menghadapi ulangan pelajaran. Demi memperoleh nilai yang maksimal, keduanya menyiapkan diri dengan belajar di malam ulangan. Andi tipikal siswa pembelajar yang lebih merasakan mudahnya mencerna pelajaran sambil mendengarkan musik. Sementara Iwan merupakan tipikal siswa pembelajar di kesunyian. Iwan tak bisa mencerna pelajaran ketika suasana lingkungannya berisik.

Kedua orang siswa tersebut boleh dibilang memiliki tipikal pembelajar yang bertolak belakang. Mesti harus ada solusi buat keduanya. Setelah berunding dengan baik, akhirnya dicapailah sebuah kesepakatan antara Andi dan Iwan agar saling mendukung dan tidak saling merugikan. Karena Andi lebih mudah mencerna pelajaran sambil mendengarkan musik, maka Iwan rela meminjamkan walkman-nya kepada Andi. Sehingga dengan demikian, Andi tetap bisa mendengarkan musik untuk memudahkan pembelajarannya. Namun di sisi lain, Andi tidak mengganggu Iwan yang model pembelajarannya lebih suka dalam suasana yang tidak bising (sunyi). Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: