Pak Tani Mbeleh Kethek (Pak Tani menyembelih kera)

Petani (Sumber: Top A Photographer Club)

Petani (Sumber: Top A Photographer Club)

Pak Tani Mbeleh Kethek (Pak Tani menyembelih kera)

Permainan ini sebenarnya bisa dilakukan oleh minimal dua orang saja. Namun alangkah lebih seru jika permainan ini dilakukan oleh setidaknya 3 orang. Permainan dimulai dengan menunjukkan beberapa jari tangan secara bersama-sama oleh peserta permainan. Di saat masih usia SD dulu, biasanya diawali dengan kata-kata, “Sombyong…”.

Selanjutnya salah satu peserta menembangkan lagu dolanan dengan syair: pak Tani mbeleh kethek, ladinge gupak telek, sir gedebuk ceklek (kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia: Pak Tani menyembelih kera, pisaunya terkena kotoran, sir.. gubrak patah deh). Dalam setiap pengucapan satu suku kata nyanyian dolanan, salah satu yang ditunjuk sebagai pemimpin atau bandarnya menunjuk setiap jari yang ditunjukkan para peserta permainan. Baca lebih lanjut

Dolanan Sombyong A–B–C–D

 

Sekedar Ilustrasi (Sumber: Klik Saja)

Sekedar Ilustrasi (Sumber: Klik Saja)

A – B – C – D (Bethekan A-B-C-D/tebakan A-B-C-D)

Permainan ini hampir mirip seperti permainan pak tani mbeleh kethek yang dijelaskan di atas sebenarnya. Bisa dilakukan oleh minimal dua orang saja. Namun alangkah lebih seru jika permainan ini dilakukan oleh setidaknya 3 orang. Permainan dimulai dengan menunjukkan beberapa jari tangan secara bersama-sama oleh peserta permainan. Di saat masih usia SD dulu, biasanya diawali dengan kata-kata, “Sombyong…”.

Lalu jari-jemari yang ditunjukkan oleh para peserta permainan diurutkan dengan abjad huruf A-B-C-D dan seterusnya sesuai dengan banyaknya jari peserta yang ikut. Misalnya total jumlah jari yang ditunjukkan para peserta adalah 12 jari, maka akan jatuh pada abjad huruf L karena urut-urutan abjad huruf nomor 12 adalah L. Baca lebih lanjut

Gathengan

Sumber silakan Klik Pada Gambar

Sumber silakan Klik Pada Gambar

Gathengan

Gathengan adalah permainan yang bersaudara dengan bekelan. Barangkali, gathengan ini merupakan bentuk tradisional dari permainan bekelan meskipun bekelan sendiri sebenarnya juga permainan tradisional. Kusebut sebagai bentuk tradisional dari bekelan karena aturan permainannya memiliki kemiripan dengan bekelan namun alat yang digunakan sebagai alat permainan dalam gathengan ini hanyalah batu kerikil berukuran kisaran ibu jari orang dewasa.

Prinsip permainan ini adalah mengumpulkan batu sebanyak-banyaknya. Seperti biasa, khas permainan jadul adalah dimulai dengan undian hompimpa atau pingsut terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang menjadi eksekutor awal dalam mengumpulkan batu-batu. Baca lebih lanjut

Permainan Betengan

Sumber silakan Klik Pada Gambar

Sumber silakan Klik Pada Gambar

Betengan

Permainan Betengan sesuai dengan namanya berasal dari kata Beteng yang berarti Benteng. Permainan ini boleh dibilang menjadi salah satu dari permainan favorit di masa aku masih usia SD saat di Solo. Permainan ini sebenarnya menuntut kecepatan dan ketangkasan khususnya dalam berlari. Tak luput pula unsur strategi yang kental.

Permainan ini dilakukan dengan membagi peserta menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok kemudian memilih sebuah benteng yang biasanya disimbolkan dengan tiang atau pilar. Jarak antar benteng satu dengan benteng lain umumnya tidak terlalu jauh.

Misi permainan ini adalah merebut benteng pertahanan lawan. Oleh karenanya, setiap kelompok juga memiliki tugas untuk mempertahankan bentengnya masing-masing sekaligus menyerbu benteng lawan. Selain menyerang benteng lawan kita juga dapat menawan anggota lawan. Proses penawanan pasukan dari lawan/musuh bisa dilakukan dengan menyentuh tubuh lawan. Pasukan yang keluar dari benteng maka kekuatannya dianggap lebih rendah dibanding pasukan yang baru saja keluar dari bentengnya. Sebagai gambaran misalnya si A menyentuh bentengnya dan keluar dari benteng untuk menyerang dan memancing pasukan lawannya pada menit pertama akan kalah jika disentuh oleh pasukan lawan yang baru keluar dari benteng pada menit kedua. Disinilah nantinya dibutuhkan strategi pancing-memancing, ketangkasan, untuk menawan pasukan musuhnya. Baca lebih lanjut

Permainan Adu Jari Metal

 

Di-Crop Dari Wallpaper Film CIN(t)A (Sumber: Klik Pada Gambar)

Di-Crop Dari Wallpaper Film CIN(t)A (Sumber: Klik Pada Gambar)

Permainan Adu Jari Metal

Permainan ini sebenarnya berbasis pada konsep pingsut, yaitu bahwa

  • Ibu jari versus telunjuk: pemenang adalah ibu jari.
  • Telunjuk versus kelingking: pemenang adalah telunjuk.
  • Kelingking versus ibu jari: pemenang adalah kelingking.

Hanya saja, permainanya dilakukan dengan mengadu taktik terlebih dahulu. Disebut metal karena permainan dilakukan dengan beradu jari yang menyimbolkan symbol metal, yaitu simbolisasi jari dengan menunjukkan jempol (ibu jari), telunjuk, dan kelingking. Baca lebih lanjut

Hompimpa & Pingsut

hompimpa (Sumber: Coki Rahadian)

hompimpa (Sumber: Coki Rahadian)

Hompimpa / Pingsut

Hompimpa atau hompimpah adalah sebuah permainan dengan menggunakan telapak tangan yang dilakukan oleh minimal tiga peserta. Secara bersama-sama, peserta mengucapkan kata hom-pim-pa. Ketika mengucapkan suku kata terakhir (pa), masing-masing peserta memperlihatkan salah satu telapak tangan dengan bagian dalam telapak tangan menghadap ke bawah atau ke atas. Pemenang adalah peserta yang memperlihatkan telapak tangan yang berbeda dari para peserta lainnya. Ketika peserta lainnya sudah menang, peserta yang kalah ditentukan oleh dua peserta yang tersisa dengan melakukan pingsut / suwit.

Sementara itu, (sut) atau populer sebagai suit (suwit) dan pingsut adalah cara mengundi untuk dua orang dengan cara mengadu jari untuk menentukan siapa yang menang. Baca lebih lanjut

Permainan Dengan Jari Era Tahun 1990an

 

Sekedar Ilustrasi

Sekedar Ilustrasi

Permainan Dengan Jari Era Tahun 1990an

Keterbatasan hiburan di masa dulu ‘memaksa’ anak-anak masa dulu untuk kreatif dalam menciptakan permainan-permainan karena dunia anak memang dekat dengan dunia permainan. Setelah kemarin aku membahas secara umum tentang jenis-jenis permainan yang biasa dimainkan oleh anak-anak era tahun 1990an di Solo, maka kali ini aku ingin berbagi informasi seputar permainan yang diciptakan entah oleh siapa dan diwariskan secara turun temurun kepada anak-anak yang dimainkan pada era tahun 1990an secara lebih spesifik. Permainannya berbasis pada jari tangan dan dimainkan oleh banyak orang. Makin banyak orang makin seru.

Meskipun hanya dengan modal jari tangan saja, aku masih ingat ada beberapa permainan yang bisa dimainkan secara bersama-sama. Permainan dengan jari ini tidak melelahkan secara fisik karena hanya dilakukan dengan duduk melingkar. Tanpa lari-lari. Biasanya dimainkan di emperan rumah atau di masjid/mushola. Berikut beberapa permainan dengan modal jari tangan yang masih kuingat: Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: