Profesi Penting Dalam Musibah Bencana

Profesi Penting Dalam Musibah Bencana

Dalam kejadian-kejadian bencana alam mulai dari gempa, tanah longsor, tsunami, gunung merapi, banjir, dan lainnya seringkali kita dibuat sedih dan tak sedikit yang meneteskan air mata melihat kondisi sebagaimana yang digambarkan di layar kaca atau foto-foto surat kabar. Hampir dipastikan ketika terjadi sebuah bencana alam, stasiun televisi yang menyiarkan berita detik per detik setiap kejadian bencana akan meraih rating tertinggi. Disamping bisa meneteskan air mata, tak sedikit juga yang setelah melihat tayangan di layar kaca justru muncul paranoid dan kepanikan serta ketraumaan, apalagi jika pemberitaan disajikan secara berlebihan dengan penggambaran yang ekstra hiperbolis.

Bertolak dari musibah bencana, aku terkesan dan memberikan penghargaan yang tinggi untuk beberapa profesi berikut yang kupandang memiliki arti penting dalam peristiwa musibah bencana. Apa saja mereka? Baca lebih lanjut

Dilema

 

Dilema

Dalam setiap kejadian-kejadian bencana alam, terkadan g kita mendengar berita dari surat kabar, televisi, atau bahkan melihat dengan mata kepala sendiri sulitnya membujuk beberapa warga yang berpotensi terkena dampak langsung dari sebuah musibah bencana yang relatif dapat terprediksi. Contohnya semisal musibah bencana gunung meletus pada Gunung Merapi yang tengah terjadi.

Beberapa orang warga enggan untuk diungsikan dan dievakuasi untuk menjauh dari kediaman mereka menuju tempat yang dirasakan lebih aman dari jangkauan dampak bencana oleh TIM SAR. Bahkan dalam sebuah pemberitaan, ada seorang warga terpaksa diungsikan dan dievakuasi secara paksa karena yang bersangkutan bersikeras enggan dievakuasi. Keengganan mereka untuk dievakuasi rata-rata disebabkan oleh alasan untuk menunggu harta benda di rumah mereka dan binatang ternak mereka dari pencurian oleh orang-orang yang tak bertanggung-jawab. Sedan gkan sebagian lainnya karena alasan belum mendapat wangsit untuk mengungsi.

Menghadapi situasi dan hal yang seperti ini memang tak mudah. Segala bujuk rayu, argumen, dan segala macam lobby yang dilakukan evakuator seringkali tak diindahkan oleh mereka. Namun jika sudah terkena dampak bencananya secara langsung, mereka pun menyalahkan orang-orang di sekitarnya. Baca lebih lanjut

“Tak Ada Bencana Jika Belum Ada Pemberi Peringatan”

Barusan membaca surat Asy Syu’ara’ (26). Dan aku berhenti serta memperhatikan ayat 208-209. Ayatnya patut dijadikan sebagai perenungan kita semua karena memiliki kemiripan kondisi yang saat ini terjadi di Indonesia.

“Dan Kami tidak Membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidan Berlaku zalim.” (Asy Syu’ara’ (26) ayat 208).

Ayat tersebut barangkali menjadi sebuah jawaban mengapa bencana dan musibah justru terjadi pada negeri-negeri yang mayoritas penduduknya kaum muslimin, bukan Negara yang sudah jelas dihuni orang-orang kafir. Sebagaimana kita ketahui, di Indonesia musibah demi musibah terjadi secara bergantian dari satu tempat ke tempat lainnya di beberapa daerah di wilayah Indonesia. Mulai dari musibah bencana yang terbesar berupa Gempa dan Tsunami Aceh hingga letusan gunung Merapi dan Tsunami  Mentawai yang terjadi beberapa hari lalu. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: