Pulkam ke Solo

Pulkam ke Solo

Sore ini insya Allah aku berencana balik kampung ke Solo. Balik kampung ini direncanakan sebagai akibat dari libur cuti bersama pada hari Jumat tanggal 3 Juni 2011 besok. Mumpung ada libur long weekend, kupikir-pikir kenapa nggak sekalian saja balik ke Solo daripada cuman di Jakarta nggak ada kerjaan. Baca lebih lanjut

Batik Fractal ala Tante Nancy Magried

Nancy Magried-Batik Fractal

Karena tak ada waktu untuk nulis hari ini, aku ingin share ke kawan-kawan saja sebuah video presentasi yang disampaikan oleh tante Nancy Magried tentang Batik Fractal. Apa itu batik Fractal, secara singkatnya aku mengatakannya sebagai batik yang dibuat dengan bantuan software komputer. Namun untuk lebih jelasnya silakan kawan-kawan menyimak presentasi si tante saja. Aku yakin kawan-kawan akan memperoleh informasi yang fresh dan baru serta inspiratif. Batik Fractal adalah sebuah contoh betapa teknologi bisa disandingkan dengan budaya. Monggo. silakan menyimak. Baca lebih lanjut

# Sondakan: Episode Rumah Tohkawi Brothers

Rumah Tohkawi Brothers (Addin-Inal)

Sondakan: Episode Tohkawi Brothers

Sondakan merupakan sebuah nama kampong sekaligus kalurahan di kota Solo. Secara administrative, kampung Sondakan berada di bawah wilayah ‘kekuasaan’ kalurahan Sondakan dan kecamatan Laweyan kotamadya Surakarta atau yang lebih popular dengan sebutan kota Solo, The Spirit of Java. Kampung Sondakan dalam sejarahnya dihuni oleh para juragan batik kota Solo. Solo terkenal dengan sentra kampong batik melalui kampong batik Kauman dan Laweyan. Sementara Sondakan, boleh dibilang bertetangga dengan kampong Laweyan sehingga keterkenalannya diwakili oleh kampong Laweyan.

Aku banyak menghabiskan waktu di kampong ini. Setidaknya sejak SMA kelas tiga dan sepanjang kuliah, kampong ini cukup melekat dalam benakku. Ini disebabkan karena empat orang sobatku tinggal di kampong ini. Keempat orang itu yaitu Addin, Boy, Gama, dan Inal. Karena itu, aku lebih suka nongkrong di kampong ini daripada di kampong-ku sendiri semenjak SMA kelas 3 hingga selesai kuliah.

Foto pada gambar di atas adalah foto rumah Tohkawi Brothers. Tohkawi Brothers yang kumaksudkan yaitu Addin dan Inal. Kedua sobat-ku ini merupakan saudara sepupu. Keduanya merupakan cucu penerus generasi mbah Tohkawi. Addin adalah cucu dari putera mbah Tohkawi tertua (Sulung). Sementara Inal adalah cucu dari putera mbah Tohkawi termuda (bungsu). Dulu sewaktu aku masih di Solo, kedua keluarga itu tinggal di rumah warisan mbah Tohkawi di Sondakan tersebut bersama dengan kerabat yang lain. Kamar kedua sobatku itu pun bersebelahan terpisah tembok berusia puluhan tahun. Baca lebih lanjut

Setiap Jumat, Pilih Batik Atau Baju Koko?

Berawal dari adanya anjuran dari “sing nduwe negoro” (istilah orang-orang di masa orba untuk menyebut Mr. President) Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono yang jauh-jauh hari dan jauh-jauh dari luar negeri meminta seluruh warga negara Indonesia untuk menggunakan batik pada 2 Oktober 2009 mendatang. Seruan itu menyusul akan diresmikannya batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada tanggal tersebut. (SUMBER)

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, akan mendeklarasikan pengukuhan batik yang diharapkan masuk dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia (Representative List of Intangible Cultural Heritage) UNESCO sekitar satu jam setelah pengumuman resminya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Jumat  (2/10).

Sebagai bentuk respon dan dukungan masyarakat Indonesia, maka hampir semua instansi pemerintah bahkan swasta yang kemudian ikut membuat kebijakan mewajibkan seluruh pegawai dan karyawannya untuk berbaju batik, sebagai bentuk dukungan masyarakat Indonesia akan pengukuhan Batik sebagai warisan budaya Indonesia yang diakui dunia internasional. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: