Pertemuan Anak Cucu Simbah Buyut

Oleh-Oleh Lebaran, Pertemuan Anak Cucu Simbah Buyut

Lebaran tahun ini (2011 M / 1432 H), ada beberapa acara yang kuhadiri yang tidak biasanya. Salah satunya adalah acara pertemuan keluarga besar Bani Haji Hasyim di desa Tinawas, Rembun, Nogosari. Pertemuan ini memang baru pertama kali diadakan atas inisiatif simbah saya pada lebaran tahun ini. Sebelum-sebelumnya, pertemuan keluarga besar Bani Haji Hasyim belum pernah diadakan. Anak cucu Bani Haji Hasyim hanya  menghadiri pertemuan keluarga besar H Fadhil. Fadhil adalah kakek Hasyim.

Pertemuan bani Hasyim itu dimaksudkan untuk mengumpulkan dan menyambung silaturrahim diantara anak cucu mbah Hasyim yang masih hidup dengan memanfaatkan waktu libur lebaran. Hasyim sendiri memiliki 3 anak, terdiri dari 2 orang laki-laki dan seorang perempuan. Dari tiga orang tersebut melahirkan ratusan keturunan, termasuk aku dari jalur ibu. Baca lebih lanjut

Pentingnya Silaturahim

Alkisah, ada seorang ibu bernama Maria. Suatu saat Maria mendatangi rumah sakit Islam Surakarta (YARSIS) untuk menjenguk putranya yang tengah tergolek di salah satu bangsal rumah sakit ini. Dalam suatu kesempatan, Maria bertemu dengan saudara kandungnya, Marta namanya. Timbullah dialog kecil karena ‘kebetulan’ tersebut.

Lho, mbak. Kok jauh-jauh ke Solo dari Jakarta ini dalam rangka apa? Dan kok mampir ke rumah sakit, memangnya mau menjenguk siapa?” tanya Maria kepada Marta setelah salaman dan berpelukan karena secara kebetulan dipertemukan di Rumah Sakit Islam Surakarta (YARSIS).

Ini dek, saya mau nengok anak saya sendiri. Di ruang Al Qomar. Lha sampeyan sendiri nengok siapa ke sini, dek?” jawab Marta dan sekaligus berbalik Tanya kepada Maria.

Sama mbak. Saya kesini mau besuk anak saya juga. Di ruang Al Qomar juga? Sama dong dengan saya mbak. Ya sudah. Monggo bareng saja ke sana. Siapa tahu kamarnya bersebalahan.” Ujar Maria.

Ngomong-ngomong putera mbak Marta kenapa kok sampai masuk rumah sakit.” tanya Maria menambahkan.

Saya sendiri juga tidak tahu. Katanya berkelahi dengan temannya di pondok.” Jawab Marta.

Beberapa saat kemudian, kedua saudara dekat tersebut sampai di ruangan Al Qomar. Ternyata, kebetulan kembali terulang. Anak masing-masing keduanya ternyata berada dalam satu ruangan di ruang Al Qomar. Selidik punya selidik dan setelah saling bercerita, masing-masing anak kedua saudara tersebut ternyata merupakan korban perkelahian yang karena cukup parahnya sampai membuat kedua anak tersebut dirawat inap di rumah sakit. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: