Inilah Film Animasi Buatan Lokal Siap Mengglobal

Inilah Film Animasi Buatan Lokal Siap Mengglobal

Beberapa hari ini aku merasa cukup antusias memposting lebih banyak lagi tentang segala sesuatu yang terkait dan berbau dengan my hometown, Solo. Setelah beberapa waktu lalu aku posting tentang Solo yang merupakan kota terbaik versi KPK dan kota berudara terbersih di Indonesia versi Kementerian Lingkungan Hidup, ada satu lagi prestasi. Hanya saja untuk kali ini bukan prestasi Solo-nya secara langsung, namun giliran warganya yang berprestasi. Prestasi di bidang dunia seni & teknologi.

Adalah sebuah motion pictures (baca: video) animasi singkat yang dibuat oleh sebuah studio kreatif di Solo awal mulanya. Video bertajuk “Pada Suatu Ketika” itu beredar di kalangan pengguna internet (baca: jejaring sosial). Tak butuh waktu lama, video animasi yang menampilkan adegan bajaj dan bus kota berubah menjadi robot ala film Transformer garapan sebuah studio di Solo itu pun menghentak dan membuat decak kagum jagad perinternetan Indonesia, khususnya. Baca lebih lanjut

Sedikit Kritik & Saran Untuk FIlm Animasi Luk Songo

 

 

Salah Satu Adegan Dalam FIlm Luk Songo

Salah Satu Adegan Dalam FIlm Luk Songo

Overall, film animasi Luk Songo secara gambar bagus. Namun kalau boleh memberikan kritik yang membangun, ada beberapa kritik sekaligus saran bagi sang pembuat. Baca lebih lanjut

Asal Kata Kelar

Asal Kata Kelar

Dalam posting singkat kali ini, aku ingin membuktikan lagi pengaruh bahasa asing dalam bahasa Indonesia dan kehidupan budaya bahasa di Indonesia. Posting ini juga sedikit menginformasikan asal kata sebuah istilah yang sudah jamak dipakai dalam bahasa Indonesia. Dalam hal ini yaitu kata ‘kelar’.

Misalnya penggunaan katanya dalam kalimat berikut ini: “Ia pergi ke kantor setelah makannya kelar.”

Atau dalam komunikasi sehari-hari yang sering terucap dan jamak kita dengar. A: “Eh, kamu mau berangkat les jam berapa? Ini sudah sore.” B:”Iya. Bentar lagi. Kalau PR-nya sudah kelar aku langsung berangkat.” Baca lebih lanjut

Jasamu Guru

Sumber Klik Saja Pada Gambar

Sumber Klik Saja Pada Gambar

Guru

Salah seorang yang sangat memiliki jasa yang besar bagi diri kita hingga bisa seperti saat ini -selain dari orang tua- adalah seorang guru. Kehadiran guru seringkali terlupa dari benak kita. Tak sedikit sebagian dari kita yang terlalu pongah untuk mengklaim kesuksesan yang telah kita raih saat ini merupakan murni kerja keras diri kita sendiri. Kita seringkali melupakan kehadiran seorang guru yang membangunkan pondasi bagi kita agar mampu membangun jati diri kita hingga terus meninggi sehingga dapat menggapai cita-cita yang tergantung di langit.

Aku masih ingat dengan guruku TK yang bernama ibu Amanah, ibu Prapti, dan ibu Romlah. Mereka mengajariku banyak hal yang masih sedikit kuingat dalam memori. Mereka mengajari bagaimana memegang pensil, menggambar, menulis, membaca, mengenakan pakaian, sampai memakai sepatu. Mereka juga mengajari bagaimana sholat, bagaimana membaca al Quran, bagaimana adab dan doa-doa dalam melakukan berbagai aktivitas, dan menghormati orang tua. Tak hanya mengajari dan mendidik, mereka juga sering menghibur kami dengan dongeng-dongeng tentang Kancil, Kelinci, Buaya, Pak Tani, Nelayan, kisah para Nabi, dan kisah-kisah penuh pelajaran lainnya. Mereka pun juga membekali murid-murid untuk memiliki keberanian dan kepedean dengan mengadakan pentas-pentas seni. Untuk yang terakhir itu, aku gagal melewatinya karena tergolong murid yang paling minder dan pemalu.

Menginjak SD, pelajaran sudah mulai lebih mendalam. Kegiatan bermain sudah sedikit berkurang. Aku sudah jarang mendengarkan dongeng-dongeng tentang Kancil dan lain-lainnya. Sebagai gantinya, aku dikenalkan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan operasi-operasi perhitungan matematika tingkat sangat dasar. Menginjak SD, kegiatan menulis mulai lebih banyak dibanding dengan menggambar atau mewarnai. Hafalan-hafalan pun semakin meningkat tidak hanya pada doa-doa pendek, namun mulai diperkenalkan untuk menghafal surat-surat pendek dalam al Quran. Enam tahun di SD merupakan waktu yang sangat lama kurasakan saat itu. Terlampau banyak kenangan serta pelajaran berharga yang kuperoleh dari pengajaran dan pendidikan bapak ibu guru di SD. Selama enam tahun itulah dasar ilmu, akhlak, dan moral ditempa guna menjadi pondasi yang menentukan pembangunan pada level selanjutnya. Baca lebih lanjut

Ejaan Salah pada Rambu Larangan di Kampus Universitas Sebelas Maret

Rambu Tulisan Larangan Salah Ejaan Bahasa di UNS

Rambu Tulisan Larangan Salah Ejaan Bahasa di UNS

Tanggal 25 – 28 Februari 2010 lalu, aku pulang Solo menghabiskan liburan panjang akhir pekan yang bertepatan dengan adanya libur hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Selama empat hari, aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk menguras rasa kangen yang cukup tak tertahankan (:D lebay) terhadap my hometown, Solo. Maklum, belum berkeluarga. Sambil jalan-jalan bawa kamera Casio Exilim Ex-Z75, kupotret beberapa hal yang menarik perhatianku. Salah satunya adalah foto di samping ini. Adakah yang menarik dari hasil pandangan mata anda?? Coba tengok kembali dan baca dengan baik-baik! Adakah yang terasa janggal?

Pada rambu / tulisan larangan dalam foto di atas, terdapat sebuah kalimat yang secara lengkapnya tertulis, “DILARANG MENEMPEL SELEBARAN DIGAPURA”. Rambu / tulisan larangan ini kupotret secara langsung dari TKP (lokasi). Adapun TKPnya berada di depan Pintu Gerbang Utara (Belakang) Universitas Sebelas Maret Surakarta (kampusku juga :D). Aku melihat setidaknya sebuah kejanggalan pada kalimat larangan itu, yaitu penulisan kata “DIGAPURA”. Baca lebih lanjut

Istilah-Istilah Komputer dan Internet Dalam Bahasa Indonesia

sumber: citrajourney

sumber: Citra Journey

Berikut ini adalah beberapa istilah-istilah komputer dan atau internet yang dibakukan sebagai istilah dalam bahasa Indonesia yang didasarkan pada Panduan Pembakuan Istilah Pelaksanaan Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2001 tentang Penggunaan Komputer Dengan Aplikasi Komputer Berbahasa Indonesia. Baca lebih lanjut

Pilih Email atau Surel???

Istilah Surel

Istilah Surel Dalam WordPress

Pilih Surel Atau Email?

Seringkali saat kita hendak mengisi kolom-kolom komentar di sebuah blog yang beralamat di wordpress.com, kita seringkali menjumpai istilah surel, sebagaimana yang terlihat pada gambar di samping. Ada dua kalimat yang tulisannya:

Beritahu saya mengenai komentar-komentar selanjutnya melalui surel.

Beritahu saya tulisan-tulisan baru melalui surel.

Aku yakin banyak muncul pertanyaan dalam pikiran banyak kawan-kawan tentang apa itu “surel”? Begitu pula aku. Selidik punya selidik, ternyata “surel” merupakan akronim dari istilah “surat elektronik”. Pengertian surat elektronik diadopsi (diterjemahkan) dari istilah “electronic mail” atau yang lebih umum disebut email. So, kesimpulannya adalah “surel” yang dimaksud pada kalimat di atas yang sering kita jumpai jika kita hendak mengisi kolom komentar sebuah blog wordpress.com merupakan istilah bahasa Indonesia dari “email”. 😀 Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: