Usaha PT. KA Mengurangi Dampak Kecelakaan

Usaha PT. KA Mengurangi Dampak Kecelakaan

Tanggal 2 Februari lalu, aku dan beberapa kawan pulang ‘mudik’ ke Solo. Dari Stasiun Senen – Jakarta, kami menumpang kereta Sawunggalih kelas bisnis jurusan Kutoarjo. Pukul 07.10 WIB, kereta mulai meninggalkan Senen. Singkat cerita, kami masih tertidur saat kereta yang kami tumpangi berhenti di Stasiun Kroya. Tidur kami terputus setelah ada pedagang asongan yang sedikit berteriak mengabarkan kedatangan Kereta Lodaya dari Bandung jurusan Solo yang akan berhenti di stasiun Kroya. Seketika juga aku dan kawanku terbangun dan segera mengemasi barang bawaan untuk turun dari kereta Sawunggalih dan berpindah ke kereta Lodaya. Baca lebih lanjut

Pemandangan Jalur Kereta Bandung – Jakarta

Perjalanan dari Bandung ke Jakarta saat siang hari di kala langit masih terang menggunakan transportasi Kereta Api bagiku cukup mengasyikkan. Cukup mengasyikkan karena sepanjang perjalanan, mata kita dimanjakan dengan pemandangan sawah yang menghijau membentang luas menyegarkan mata. Terlebih setelah memasuki kawasan perbukitan setelah melewati Stasiun Cikampek. Mataku enggan berkedip menyaksikan pemandangan bukit-bukit dan lembah di sisi jalur kereta. Inilah salah satu daya tarik perjalanan Bandung – Jakarta menggunakan transportasi kereta api.

Ada kelebihan, ada pula kekurangannya. Salah satu kekurangan menempuh perjalanan Bandung – Jakarta menggunakan kereta api adalah lambatnya kecepatan kereta karena rute rel yang ditempuh dan dilalui berkelok-kelok dan rawan akan anjlok. Sudah terlampau sering kereta yang melewatu jalur Bandung – Jakarta mengalami anjlok sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan para penumpang sehingga kini masyarakat (sejak dibukanya Tol Cipularang) memiliki alternatif pilihan jalur transportasi darat.

Sebagai oleh-oleh, berikut pemandangan yang berhasil kupotret di sepanjang jalur kereta api Bandung – Jakarta. Baca lebih lanjut

Stasiun Bandung Pukul 3 Pagi

Stasiun Kereta Api Bandung

Stasiun Kereta Api Bandung

Kisah ini berawal dari niatanku pulang ke Jakarta dari Bandung hari Ahad tanggal 11 Juli 2010 setelah siangnya menghadiri resepsi pernikahan kerabat jauh di Bandung. Karena keesokan harinya, aku mesti sudah berada di kantor untuk beraktivitas kerja, maka aku harus segera berburu tiket kereta api di Stasiun Bandung. Sekitar pukul 14.00 WIB, aku meluncur menuju St. Hall dari kawasan komplek TNI Jl. Pahlawan. Loket belum dibuka sesampaiku di stasiun. Namun puluhan orang yang mengantre sudah berdiri dengan berbaris cukup tertib. Aku pun antre di baris paling belakang. Sepuluh menit berlalu, barisan pengantre sudah mencapai puluhan meter. Namun loket masih saja ditutup. Baru sekitar pukul 15.00 WIB, loket dibuka. Baru antrean lima di depan, tiket tempat duduk untuk kereta pukul 16.30 WIB sudah habis terjual. Hanya menyisakan tiket berdiri saja. Karena aku masih meninggalkan barang-barang bawaan di rumah kerabat cukup banyak, aku mengurungkan niat membeli tiket berdiri. Aku lebih memilih antri untuk tiket sore nanti saja atau malam. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: