Sate Jamu, Masakan Haram Khas Solo

Sate Jamu

Sate Jamu Warung Pemuda di Jalan Pemuda Solo

Orang Solo konon memang terkenal dengan yang namanya kuliner. Tak salah orang Solo sering disebut sebagai orang yang suka “keplek ilat” (baca: Goyang Lidah). Dalam soal kreativitas menciptakan makanan atau minuman, memang orang Solo cukup dinilai kreatif. Tak salah jika pemerintah kota Solo membuatkan “lokalisasi” bagi para penjual makanan-minuman yang terkenal dengan GALABO.

Diantara sekian banyak tempat wisata kuliner yang terkenal di Solo, ada sebuah masakan yang dicitrakan berasal dari Solo. Sebut saja namanya masakan SATE JAMU alias SENGSU. Warung sate jamu yang cukup dikenal dan pernah menjadi trend setter di Solo antara lain adalah Sate Komplang dan Warung Pemuda yang terletak di dekat kawasan Manahan-Solo. Baca lebih lanjut

Anjing Dilarang Bermain di Taman

Waktu ke Bandung hari Sabtu-Ahad, 30-31 Januari 2010, beberapa hari lalu, ada beberapa hal yang menarik untuk kujepret via kamera Casio Exilim EX-Z75 ku. Meskipun kamera murah, tapi cukuplah kalau sekedar untuk jepret objek-objek menarik hati untuk selanjutnya untuk di-share-kan melalui blog.

No Dog

Foto di samping ini dijepret di kawasan perumahan Sukamenak (nama perumahannya lupa). Jujur aku tidak mengerti arti tulisan yang tertera di gambar itu ( 😦 ). Hanya saja , dari gambar yang nampak dari kejauhan aku sempat menangkap pesan bahwa perumahan ini melarang anjing berada di sekitar taman. Namun saat kucoba mendekat, aku menangkap pesan bahwa binatang Anjing dilarang BAB di taman. Demikian nalar IQ terbatasku menangkap. Logikaku berkata, secara otomatis jika Anjing dilarang berak sembarangan di taman, maka secara tidak langsung berarti bahwa Anjing dilarang dibawa ke taman karena siapa yang menjamin anjing bakal bilang kepada pemiliknya untuk pamit ke WC saat kebelet buang air besar? 😀

Barangkali, ada yang berpendapat pengumuman ini bernilai SARA. Kenapa anjing yang dilarang? Kenapa kucing nggak dilarang? Apa karena anjing binatang yang dilarang umat Islam untuk dipelihara kecuali dalam 3 keadaan? Aku yakin bakal ada yang berpendapat seperti itu. Namun jika memang benar-benar ada yang berpendapat seperti itu, terserah saja. Namanya juga pendapat. Bisa salah bisa benar.

Terlepas masalah pada paragraf ketiga di atas, aku suka dengan kesepakatan warga perumahan tempat pengumuman itu terletak. Bukan tanpa sebab aku menyetujui ide pengumuman larangan seperti itu. Hal itu dikarenakan tempat kost ku di Jakarta begitu dipenuhi dengan anjing-anjing yang dibiarkan lepas begitu saja. Permasalahannya, dengan seenaknya anjing-anjing ini kalau berak semaunya sendiri tanpa lihat dimana ia berak (namanya juga anjing). Lebih bikin mangkelnya lagi, anjing-anjing ini tidak tahu waktu kalau berak. Pagi, siang, sore, malam anjing-anjing di pemukiman kost-ku bergantian berak. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: