Al Quran, Petunjuk Kami

MD Al Quran Petunjuk Kami

“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” (Al Israa: 9) Baca lebih lanjut

Jika Kita Bekerjasama, Maka Kita Luar Biasa

Jika Kita Bekerjasama, Maka Kita Luar Biasa

“…Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa dan janganlah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaan-Nya“. Al-Ma’idah:2

Perintah tolong menolong dan bekerjasama dalam kebaikan merupakan salah satu himbauan dan ajaran Al Quran yang luhur dan agung. Tidak setiap aktivitas tolong menolong dan bekerjasama itu baik dan benar. Itulah mengapa al Quran hanya memerintah kita untuk tolong menolong dan bekerjasama sebatas dalam kebaikan. Sedangkan untuk aktivitas tolong menolong di dalam perbuatan dosa dan permusuhan, kita tidak dianjurkan untuk berpartisipasi bahkan sebaliknya agar menjauhi. Baca lebih lanjut

Selamatkan Indonesia dari Bencana

Selamatkan Indonesia

Pada saat hampir yang bersamaan terjadi beberapa bencana alam dan musibah di beberapa wilayah Indonesia. Pertama, letusan gunung Merapi di perbatasan D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah pada tanggal 26 Oktober 2010. Kedua, gempa bumi yang diikuti dengan gelombang tsunami di kepulauan Mentawai pada tanggal yang sama. Sebelumnya, terjadi kecelakaan Kereta Api minimal 3 kali dalam waktu tak lebih dari sebulan; kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Sumatera dan Singapura serta Malaysia karena kebakaran hutan di Sumatra; banjir yang menggenangi beberapa kota antara lain DKI Jakarta; dan hujan disertai angin ribut serta badai memporakporandakan beberapa kota; merupakan kejadian-kejadian luar biasa yang patut kita renungi bersama-sama.

Banyak orang menilai, apa yang semua terjadi itu merupakan ujian bagi seluruh bangsa Indonesia. Betulkah demikian? Dengan begitu banyaknya bencana dan kejadian-kejadian luar biasa di negeri ini dan tak kunjung selesai bahkan terkesan estafet itu masihkah kita menganggap dan mengklaim diri kita sebagai orang-orang beriman yang layak untuk memperoleh ujian-ujian dari Allah? Atau justru sebaliknya, kejadian-kejadian dan bencana yang hampir tak pernah berhenti menerpa negeri ini merupakan siksa dan azab bagi seluruh masyarakat negeri ini karena kita semua adalah orang-orang pendosa dan dzalim yang sangat layak untuk diberikan peringatan keras dari Allah?

Barangkali kita perlu sejenak mendengarkan syair Salman Al Jugjawy (a.k.a Sakti eks SO7) berikut ini tentang bagaimana dia menyikapi bencana yang melanda Indonesia akhir-akhir ini dengan potongan-potongan video tsunami dan erupsi gunung Merapi. Baca lebih lanjut

Maslahat Dakwah

Maslahat Dakwah

Melanjutkan terjemahan dan kajian bacaan al Quran yang kubaca setelah sholat maghrib beberapa hari lalu (Ahad, 10 Oktober 2010), ada sebuah pelajaran penting dan sangat berharga yang kuperoleh. Tak banyak yang kubaca, hanya sepuluh ayat. Tak butuh banyak waktu juga untuk membacanya ‘sekedar’ mengharapkan pahala Allah atas setiap huruf yang kita baca. Namun, dengan sedikit meluangkan waktu tambahan beberapa menit untuk membaca terjemahan dan mencoba menyelami makna yang terkandung di dalam 10 ayat Al Quran, tentu saja akan lebih memberikan kita pencerahan dan ilmu sebagai tambahan bekal dalam berjalan menghabiskan jatah umur di dunia.

Bacaan yang kubaca kali ini masih di dalam surat An Nur. Namun kali ini yang kubaca ayat 47-57. Pelajaran besar yang kuperoleh pada sepuluh ayat ini yang paling utama adalah larangan bagi kita mengatasnamakan ke-maslahatan (kebaikan) apapun untuk menggugurkan suatu perintah atau petunjuk Allah dan Rasulullah. Pelajaran kedua adalah bahwa yang dimaksudkan dengan kemaslahatan haqiqi adalah berwujud ketaatan kepada perintah dan petunjuk Allah dan Rasulullah diikuti dengan ketakwan kepada-Nya, karena hal tersebut akan membawa kita kepada kemenangan. Sementara pelajaran besar ketiga yang dapat kuperoleh adalah bahwa selama kita mentaati petunjuk Allah dan Rasulullah, umat Islam pada suatu saat nanti akan kembali berkuasa di bumi. Keadaan umat Islam saat ini yang dipenuhi ketakutan di hampir segala penjuru dunia akan Allah gantikan dengan situasi yang aman sentosa dengan umat Islam yang memimpin peradaban dunia. Baca lebih lanjut

Adab Pergaulan & Anjuran Menikah

Melanjutkan bacaan Quran yang kubaca setelah sholat yang tidak terlalu banyak, hanya 1 halaman saja, aku dihadapkan pada surat An Nur ayat 27-34. Kubaca perlahan sambil mencoba memahami bacaan yang kubaca. Selanjutnya, aku baca terjemahannya untuk lebih memahami apa kandungan makna yang kuperoleh dari bacaan Al Quran tersebut. Andaikan ada satu buah kitab tafsir saja, alangkah semakin senangnya aku. Sayangnya, aku tidak memiliki buku tafsir yang rata-rata harganya cukup mahal (padahal semahal-mahalnya buku penuh ilmu itu, aku yakin lebih banyak duit untuk bayar kosku selama setahun. He3x).

Pada bacaan singkat tersebut, aku kembali diingatkan oleh Al Quran tentang beberapa poin ilmu sekaligus pelajaran. Pertama adalah pelajaran kepada kita semua untuk menahan pandangan mata dan memelihara kemaluan.

Kedua, bahwa ada pelajaran mengenai perintah untuk menutup aurat, khususnya bagi wanita mukminah. Di sinilah salah satu dasar perintah bagi wanita muslimah untuk menutup aurat.

Ketiga, pengingatan pelajaran bahwa Islam mengatur perihal Mahram (golongan orang yang diharamkan untuk dinikahi). Pada ayat tersebut, sebagai pembolehan bagi para wanita mukmin untuk membuka aurat di depan beberapa golongan kelompok tertentu. Dari ayat itulah kita bisa belajar bahwa kepada siapa saja sih seorang wanita mukminah harus menutupi auratnya dan kepada siapa saja sih boleh menampakkan sebagian perhiasannya. Baca lebih lanjut

Laki-Laki Baik Harus Memperoleh Wanita Baik?

 

 

Sekedar Ilustrasi

Sekedar Ilustrasi

 

Laki-Laki Baik Harus Memperoleh Wanita Baik?

Melanjutkan bacaan al Quran sebelumnya yang dibaca setelah sholat, aku kembali diingatkan oleh Allah melalui bacaan surat An Nur ayat 19-28. Dari sepuluh ayat yang kubaca tersebut, aku memperoleh pengingatan pelajaran yang sangat penting atas beberapa poin. Bukan pelajaran baru sih memang, tetapi memang pelajaran atau ilmu itu seharusnya selalu diulang-ulang agar selalu ingat serta diamalkan pada intinya.

Beberapa pelajaran dari bacaan ayat Al Quran singkat tersebut antara lain:

Pertama, kita sebagai orang Islam dan mukmin dilarang untuk menuduh wanita-wanita yang baik (tentunya juga laki-laki yang baik_pen) berbuat zina jika tidak mampu mendatangkan empat (4) orang saksi. Demikian pesan dari ayat 23 surat An Nur.

Kedua, segala hal yang kita lakukan dan kita ucapkan di dunia, pasti akan dipertanggungjawabkan di yaumul akhir. Pada hari itu, lidah, tangan, dan kaki kita akan menjadi saksi atas setiap hal yang kita lakukan. Yang ini tersurat dan tersirat dalam surat An Nur ayat 24.

Ketiga, bahwa wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji. Pengertian wanita keji dan baik di sini seringkali diartikan secara umum dengan wanita/laki-laki yang buruk akhlak. Namun jika kita membaca ayat-ayat pada surat an Nur sebelumnya, pengertian wanita / laki-laki keji tersebut lebih terarahkan kepada wanita / laki-laki yang berzina (pezina). Artinya, jika pengertian wanita / laki-laki keji diartikan dengan semata-mata sekedar wanita kurang menjaga hijab, jilbab, atau akhlak, maka boleh jadi kita telah berlebihan dalam menilai. Bahkan dalam keadaan tertentu, bisa jadi kita terjatuh dalam pelajaran pertama, yaitu menganggap buruk dan keji terhadap wanita yang sebenarnya baik. Surat An Nur ayat 26. Baca lebih lanjut

Sebab-sebab Musibah & Siksa Dunia Menimpa Manusia di Bumi

Mari sejenak kita bermuhasabah dengan membaca kitab paling suci di dunia, Al Quran. Meskipun pada dasarnya, muhasabah atau membaca Al Quran tidak harus dilakukan pada hari tertentu saja. Tema yang kuangkat adalah berkenaan dengan siksa dunia. Mungkin kita berfikir bahwa siksa hanya terjadi di akhirat, bahkan mungkin sebagian kita malah tidak mempercayai adanya siksa karena beranggapan bahwa tidak ada kehidupan setelah mati atau justru berpendapat bahwa semua umat manusia bakal masuk surga tanpa terkecuali mengingat Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Bagi yang berfikir demikian, silakan-silakan saja! Bukan hak-ku untuk melarangnya. 🙂

Aku hanya ingin sedikit menyampaikan beberapa pelajaran yang kuperoleh dari sejenak membaca Al Quran. Singkatnya, di dalam al Quran, aku memperoleh informasi bahwa siksa dunia itu terjadi dikarenakan beberapa hal sebagai berikut, antara lain: Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: