Republika: Saat Tertutup Asap, Semua Berita Menjadi Sulit Dibaca

Republika, 8 Oktober 2015

Republika, 8 Oktober 2015

Ada yang unik saat saya melihat koran Republika edisi Kamis, 8 Oktober 2015 di meja kerja. Koran yang dimiliki perusahaan Erick Tohir (Presiden Inter Milan) ini memasang halaman pertama dengan latar belakang foto kabut asap sehingga tulisan di halaman depan sulit dibaca. Di bagian bawah, ada pesan,”Saat tertutup asap semua berita menjadi sulit dibaca.”

Ide Republika mengetuk pemerintah, masyarakat, dan khususnya para pelaku pembakaran utk aware pada Darurat Asap menurut saya kreatif, walau bikin pusing juga sih. Sebuah Ide kreatif ‪#‎MelawanAsap‬.

#PraySalimKancil

#PraySalimKancil

Innalillahi wa inna ilaihi rajun. Telah meninggal dunia pada hari Sabtu, 26 September 2015, seorang warga Lumajang bernama Salim Kancil (46). Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.

Sebelum tewas, Salim dipukul dengan batu dan balok kayu, serta sempat disetrum dan digergaji oleh 40-an preman yang datang menyerbu rumahnya, pada Sabtu (26/9), saat Salim sedang menggendong cucunya yang berusia 5 tahun. Baca lebih lanjut

Junaedi, Teknisi Yang Telah Pergi #OfficeMate

Junaedi

Junaedi

Nada getar ponsel terasa di saku celana pertanda ada pesan singkat (sms) masuk. Waktu di ponsel menunjuk pukul 21.22 WIB, Senin (17/8). Dari atasan saya, Manajer Corporate Secretary, Alfender.

Ada info apa ya malam-malam gini sms?” kataku dalam hati.

Saya pencet tombol OK agar dapat membaca isi sms. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah Sdr. Junaedi – teknisi PT. KPBN sore tadi di rumah sakit Karya Bakti, Bogor. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, amiin,” tulis isi sms dari Manajer Corporate Secretary.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu,” ucapku lirih.

Keesokan hari di kantor, banyak karyawan-karyawati terkejut dengan berita meninggalnya Junaedi. Tak sedikit yang baru mengetahui berita duka itu pada pagi hari itu. Spekulasinya, Junaedi meninggal karena serangan jantung. Wallahu a’lam.

***

Junaedi bin Olies merupakan seorang karyawan PT. KPBN berstatus honorer yang diberi amanat sebagai teknisi.

Jun, demikian ia biasa dipanggil, pertama kali bekerja di lingkungan PT. KPBN (saat itu masih KPB-PTPN) pada tahun 1997, tepatnya tanggal 1 Agustus. Pada saat itu, dengan status sebagai karyawan Koperasi Usaha Karyawan (KUK) KPB-PTPN, ia ditugaskan sebagai Teknisi Instalasi Listrik, Air, dan Sentral Telepon PABX yang ditempatkan di KPB-PTPN (cikal bakal PT. KPBN). Baca lebih lanjut

Happy New Year

Selamat Tahun Baru 2015

Selamat Tahun Baru 2015

Luminos (Luminos Imaji, Luminos Studio) mengucapkan selamat tahun baru 2015. Designed by Angger Luminos.  Baca lebih lanjut

Ujang Melepas Status Duda #OfficeMate

Ujang Kawin Lagi

Ujang Kawin Lagi

Ujang Melepas Status Duda #OfficeMate

Jumat 5 Desember 2014, salah seorang pegawai kebersihan (rekan-rekan kantor menyebutnya anak cleaning atau office boy atau OB) yang membantu pekerjaan di ruanganku menikah. Pernikahannya ini bukan yang pertama. Sebelumnya ia duda dengan dua anak. Setelah sekitar 1 tahun menduda, ia berhasil kembali menyunting gadis Depok umur 22 tahun. Baca lebih lanjut

Ditelpon Presiden Jokowi

Ditelpon Presiden Jokowi

Kalau Ingat Mereka, Masa Kecil Anda Bahagia

Pendekar Ulat Sutra

Pendekar Ulat Sutra

%d blogger menyukai ini: