Ketangkasan Orang Madura

madura-angkat-di-kepalaSaya kagum dengan kemampuan orang-orang Madura seperti pada foto ini. Mereka bisa mengusung berbagai macam barang di atas kepala sambil berjalan biasa. Saya kira kearifan lokal seperti ini pasti diwariskan tiap generasi, dilatih terus menerus, dan dibiasakan dalam kehidupan sehari. Baca lebih lanjut

Iklan

Kentongan

kentongan

Di #Solo, ini disebut #Kentongan. #Kentongan model seperti ini biasa dijumpai di sejumlah #masjid atau #langgar. Tingginya sekitar 170-200 cm dengan diameter sekitar 40 cm. #Kentongan terbuat dari kayu besar yang dilobangi bagian tengahnya supaya menghasilkan suara yg nyaring.

Baca lebih lanjut

Laskar Pratu (Prameks Sabtu)

Laskar Pratu (Prameks Sabtu)

Laskar Pratu (Prameks Sabtu)

LASKAR PRATU (PRAMEKS SABTU)

Suasana seperti inilah yang kami jalani hampir di tiap hari Sabtu pagi. Rasa persaudaraan berbalut kehangatan dan keceriaan di dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Klaten, Solo, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri, atau Madiun. Sebuah perjalanan lanjutan dari Jakarta yang telah menempuh waktu semalam. Di balik letih kecapekan, wajah-wajah mereka menyimpan sinyal kebahagiaan. Kebahagiaan yang juga dinantikan orang-orang tercinta di rumah setiap akhir pekan. Baca lebih lanjut

Kesederhanaan Dalam Cengkaruk

cengkarukKESEDERHANAAN DALAM CENGKARUK

Cengkaruk, sejenis penganan yang dibuat dari nasi yang dikeringkan kemudian digoreng. Cengkaruk merupakan contoh konkret kesederhanaan masyarakat Jawa dalam bidang makanan dan kuliner karena pada dasarnya penganan ini adalah bagian dari makanan utama yang tersisa dan nyaris dibuang. Karakter cengkaruk renyah seperti kerupuk. Penganan ini contoh konkret tipikal masyarakat Jawa yang berusaha menghindari hal-hal yang mubazir. Cengkaruk telah diadopsi ke dalam bahasa Indonesia. Silakan cekkbbi.web.id/cengkaruk

Otis Johnson: My New Life After 44 Years In Prison

Otis Johnson (Aljazeera)

Otis Johnson (Aljazeera)

Bagaimana kira-kira bayangan Anda terhadap seseorang yang telah dipenjara selama 44 tahun lalu melihat dunia luar?

Ini kisah tentang Otis Johnson, seorang warga negara Amerika Serikat, yang dipenjara pada usia 25 tahun karena didakwa melakukan percobaan pembunuhan terhadap seorang perwira polisi. Empat puluh empat (44) tahun kemudian, saat umurnya telah mencapai 69 tahun, ia keluar dari penjara.

Puluhan tahun di dalam penjara memaksanya tak mengetahui dunia luar. Di luar (penjara), ia segera menyadari, dunia yang kini dihadapinya benar-benar sudah sangat berbeda dengan saat ia belum masuk penjara.

Banyak hal baru yang dia lihat setelah dia keluar dari penjara yang sebelumnya belum pernah ia ketahui. Gedung-gedung bertingkat yang berhias video-video iklan besar, Iphone, hingga kehidupan sosial budaya masyarakat New York yang jauh berbeda di banding pada masanya. Baginya, dunia yang dihadapinya sangat futuristik dibandingkan dengan dunia yang telah ditinggalkannya pada tahun 1975.

Dalam sebuah wawancara video dokumenter yang diproduksi Al Jazeera, Johnson baru-baru ini mengunjungi Times Square di New York City. Saat melangkah keluar ke Times Square di New York City, Otis Johnson terheran-heran melihat pemandangan gedung dan orang-orang di sekitarnya. Semua orang tampak di matanya berjalan cepat dengan wajah kosong dengan kabel di telinga mereka.

Ia terkejut dan bingung dengan teknologi modern di sekitarnya. Para pejalan kaki “berbicara dengan diri mereka sendiri” dengan iPhone, sementara dinding-dinding bangunan seolah hidup karena video neon billboard yang menerangi jendela etalase. Dia bingung dan keheranan. Johnson berpikir, dia memasuki sebuah distopia di mana semua orang saat ini telah menjadi agen rahasia yang memakai kabel. Di zamannya, (hanya) para agen rahasia yang biasa menggunakan komunikasi kabel di telinga. Era Steve Jobs benar-benar telah melewati kehidupannya.

***

Saat bebas dari penjara, Johnson diberikan identitas (ID), dokumen yang menguraikan sejarah kasus pidananya, uang senilai $40, dan dua tiket bus. Karena kehilangan kontak dengan semua koneksi keluarga akibat menjalani hukuman selama puluhan tahun di penjara, Johnson sekarang bergantung pada sebuah lembaga sosial bernama The Fortune Society, sebuah organisasi sosial yang menyediakan perumahan dan layanan kepada para mantan tahanan di AS.

Setiap hari, Johnson mencoba beradaptasi dengan dunia barunya sebaik dan sebisa mungkin yang ia bisa lakukan. Dia melibatkan dirinya dalam kegiatan sosial masyarakat dengan bergabung dalam komunitas masjid lokal. Dia berlatih tai chi dan bermeditasi.

Di usia senjanya, Johnson masih memiliki obsesi besar dalam hidupnya. Ia mencoba mengejar mimpinya untuk membuka tempat penampungan (shelter) bagi perempuan, walaupun obsesinya itu tampak mustahil tercapai.

Setiap hari, ia berjalan-jalan di sekitaran New York, mengamati orang-orang di sekelilingnya dan kemudian kembali ke asrama yang dikelola lembaga The Fortune Society pada pukul 21.00 malam.

Tertarik menyimak lebih jauh? This is his story ~> https://youtu.be/OrH6UMYAVsk

Persiapan Muslim Menyambut Kedatangan Hari Natal

Persiapan Muslim Menyambut Hari Natal 02

Menjelang tanggal 25 Desember (Hari Natal), tak sedikit diantara umat Islam yang merasa perlu melakukan ‘sikap toleransi’ dengan cara memberikan ucapan Selamat Natal kepada rekan sejawatnya yang beragama Nasrani.

Melalui video di bawah ini, saya ingin menyampaikan sebuah ekspresi dari hati berdasarkan pemahaman yang saya yakini untuk mengarahkan saudara-saudara sesama umat Islam tentang persiapan menyikapi kedatangan Hari Natal. Baca lebih lanjut

4 Kota/Kab di Papua, Berpenduduk Mayoritas Muslim

Info Muslim Papua (1)

Di sejumlah kota/kabupaten di Papua, terdapat sejumlah daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Setidaknya, menurut data yang saya himpun dari hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 (BPS), terdapat 4 daerah dengan penduduk mayoritas Muslim. Keempat daerah itu adalah Fakfak (61%), Sorong (55%), Merauke (46%), dan Teluk Bintuni (45%). Secara total, Islam di Papua dipeluk oleh sekitar 22% dari penduduk provinsi sebanyak 2.833.381 jiwa (Data Sensus Tahun 2010). Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: