Inilah Alasan Kenapa Al Aqsha Harus Dicintai & Diperjuangkan

Dalam sepekan terakhir, komunikasi media sosial tiba-tiba banyak diramaikan dengan pembahasan dan broadcast seputar Masjid Al Aqsha dan Palestina. Puncaknya, ribuan masyarakat Indonesia menghadiri aksi dukungan pembebasan Al Aqsha dan Palestina pada Jumat kemarin (21/07/17) di sejumlah kota di Indonesia. Banyak yang antusias menyambut ajakan itu, tapi tak sedikit umat Islam yang justru nyinyir. “Kenapa Palestina yang jauh harus kita pikirin?”

Baca lebih lanjut

Aksi 411 dan Kebinekaan

bhineka-411Wanita yang berada di sebelah saya ini adalah rekan dan partner kerja saya. Kami biasa bekerjasama. Kami menyadari bahwa banyak hal diantara kami yang berbeda. Agama dan keyakinan kami berbeda. Saya merasa perlu mendukung Aksi Bela Islam pada 4 November 2016, beliau tidak mendukung. Beliau Tionghoa, saya Jawa. Menjadi orang Cina atau orang Jawa bukan pilihan kami. Itu sudah takdir Allah. Tapi kami juga menyadari bahwa kami juga memiliki banyak kesamaan. Kami sama-sama Warga Negara Indonesia. Kami sama-sama manusia. Sama-sama bisa melakukan kesalahan dan kekhilafan.
Baca lebih lanjut

Mia Audina, Antara Indonesia atau Belanda

mia-audina-ketemu-menporaMIA AUDINA, ANTARA INDONESIA ATAU BELANDA

Ia menjadi salah satu ‘pahlawan’ pengharum nama Indonesia di jagad olahraga. Torehan medali perak-nya di Olimpiade Atlanta 1996. Ia juga merupakan anggota peraih Piala Uber bagi tim Indonesia pada tahun 1994 dan 1996.

Delapan tahun kemudian, pada Olimpiade Athena 2004 ia kembali meraih medali perak. Namun kali ini bukan bersama tim Indonesia, melainkan di bawah bendera Belanda. Ia menjadi Warga Negara Belanda setelah menikah dengan pria berkewarganegaraan Belanda.

Awal Agustus 2016, Mia Audina menemui Menpora. Kedatangannya untuk menanyakan masalah tunjangan.

Seperti diketahui, Kemenpora baru saja membuat terobosan berupa pemberian tunjangan hari tua bagi para peraih medali Olimpiade; Emas Rp20jt/bulan, Perak Rp15jt/bulan, Perunggu Rp10jt/bulan selama seumur hidup.

“Saat ini saya memang WNA Pak Menteri, tetapi saya menanyakan penghargaan dan tunjangan untuk olimpiade waktu saya WNI saat meraih medali. Saya mohon kebijakan Pak Menteri agar saya mendapat penghargaan dan tunjangan itu,” kata Mia Audina.

Saat meraih medali perak pada Atlanta 1996, Mia Audina masih berstatus WNI. Karena itulah, Mia Audina menanyakan perihal tunjangan itu kepada Menpora. Sementara, atas keberhasilannya meraih perak di Athena 2004 dengan bendera Belanda, pemerintah Belanda hanya memberi bonus, tidak ada tunjangan hari tua seperti di Indonesia.

Bagaimana pendapat Anda?

Holland Bakery Sudah Halal Belum?

hollan-bakery-halal*Holland Bakery Sudah Halal Belum?*

Beberapa hari ini beredar info (broadcast) yang mempertanyakan kehalalan produk Holland Bakery yang mengatasnamakan Gus Ali Musthofa (dari PP Nurul Ulum Kacuk Malang) dan Ust Joepri (dosen ITS) di sejumlah group Whatsapp.

Dengan segala kekurangan dan keterbatasan, kami mencoba mencari tahu tentang kehalalan Holland Bakery. Setelah mencari tahu kesana-kemari, kami menemukan data (dokumen) seperti yang disimpulkan di gambar. Baca lebih lanjut

Pro-Kontra Full Day School

Tabel PendidikanBelum genap 1 bulan menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy membuat sebuah gagasan atau wacana yang dibuka ke publik, yaitu Full Day School (FDS). Tak perlu waktu lama, gagasan itu pun menuai polemik dan pro-kontra di masyarakat. Hal sama pula yang terjadi saat isu ini penulis bagi di beberapa group Whatsapp.

Dari sejumlah group Whatsapp, mereka yang menyatakan setuju dengan ide dan gagasan itu mensyaratkan dalam FDS tidak ada Pekerjaan Rumah (PR), tidak diberlakukan secara seragam di seluruh Indonesia. Tapi cukup di kota-kota besar saja yang orangtuanya kebanyakan sama-sama kerja. Sebagian lain setuju gagasan FDS dengan pertimbangan “daripada anak di rumah sama pembantu atau main-main tanpa arah sebelum orang tua pulang dari kerja”. Ada juga yang setuju dengan gagasan itu karena mereka merasa sekolah FDS mampu memberikan hasil pendidikan yang lebih baik. Baik dari sisi akhlak, perilaku, akademik, atau bakat. Baca lebih lanjut

Awas, Isu Uang Rp10.000 Baru Tahun 2016 Bergambar ‘Genderuwo’

Isu Uang Rp10000 2016

Status akun Facebook Wawat Kurniawan yang diposting pada Senin, 4 Januari 2016 sekira pukul 19.00 WIB

Beredar info di media sosial tentang isu uang rupiah baru pecahan Rp10.000 tahun 2016 bergambar ‘genderuwo’ (lihat screenshoot di atas – cek di sini). Menurut perhitungan saya, pemilik akun Facebook Wawat Kurniawan mem-posting-nya pada Senin, 4 Januari 2016 sekira pukul 19.00an WIB dengan menuliskan status,

Uang baru 2016?, biasanya gambar Pahlawan, kok yg ini kenapa jadi gambar GENDORUWO 😛

Posted by Wawat Kurniawan on Monday, January 4, 2016

Entah apa motivasi yang bersangkutan atau dia hanya sekedar mencari sensasi atau yang lainnya, setelah kami melakukan proses verifikasi (baca: googling) ternyata uang bergambar ‘genderuwo’ itu bukan uang tahun 2016 tapi uang tahun 1975.  Baca lebih lanjut

Nge-Game, Ngurangi atau Nambah Stres?

Candy-crush-saga-portadaTujuan nge-game itu awalnya untuk refreshing mengurangi tingkat stres. Namun dalam praktiknya, tak sedikit yang kemudian setelah nge-game menjadi tambah stres karena terpacu tantangan pada level yang lebih tinggi dan tak sedikit yang sampai kecanduan. Kalau sudah demikian, apakah nge-game masih dapat disebut sebagai sebuah permainan? Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: