Hal-hal yang Membuat Kewarganegaraan Seorang WNI Dicabut

Aksi pendukung ISIS di bundaran HI (sumber: Kaskus)

Aksi pendukung ISIS di bundaran HI (sumber: Kaskus)

Beberapa pejabat pemerintahan Jokowi-JK membuat pernyataan seragam tentang isu kewarganegaraan pendukung ISIS*. Intinya mereka menyatakan, jika ada seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan ISIS maka status kewarganegaraan mereka akan dicabut. Wacana itu sebenarnya sudah mengemuka lama sejak demam isu ISIS pada pertengahan tahun lalu saat ISIS mendeklarasikan Daulah Islam atau Khilafah Islamiyah. Wacana pencabutan kewarganegaraan ini menarik dikaji dan didiskusikan.

Secara umum, Republik Indonesia mengatur persoalan kewarganegaraan ini pada UU No 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.  Diantara hal-hal yang membuat kewarganegaraan seorang WNI dicabut telah dijelaskan pada Bab IV UU Pasal 23 UU yang isinya adalah Warga Negara Indonesia kehilangan kewarganegaraannya jika yang bersangkutan: Baca lebih lanjut

Hak Angket Adalah . . .

Hak ANgket Nuri ShadenHak Angket Dewan Perwakilan Rakyat adalah sebuah hak untuk melakukan penyelidikan yang dimiliki oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang memutuskan bahwa pelaksanaan suatu undang-undang dalam kebijakan Pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Baca lebih lanjut

PT. KAI Langgar Regulasi Pemerintah Tentang Tarif Kereta Ekonomi?

Gambar 1 - Tiket progo 2014

Gambar 1 – Tiket progo 2014

Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2015, PT. KAI menetapkan kenaikan tariff penumpang kereta ekonomi AC yang sangat tinggi. Kenaikannya hampir mencapai 300% (3x lipat). Contoh mudah bisa saya ambil pada kereta ekonomi Progo (Pasar Senen – Lempuyangan PP). Pada tahun 2014, harga tiket Progo sebesar Rp 50.000,- (lihat gambar 1 – atas) bahkan pada tahun 2013, harga tiket Progo hanya sebesar Rp 35.000,-(lihat gambar 2). Namun setelah tahun 2015, harga tiket kereta Progo langsung melesat menjadi Rp 140.000,- (lihat gambar 3). Pertanyaan saya, apa dasarnya? Apa dasar ketentuan kenaikan tarif setinggi itu?

Baca lebih lanjut

Hukuman Mati Bagi Pengedar Narkoba: Ulama Setuju, Gereja Menolak

Ulama Pro Hukuman Mati Terpidana Narkoba, Gereka Kontra (Foto: kutipan kliping koran Republika, 19/01/2015)

Ulama Pro Hukuman Mati Terpidana Narkoba, Gereka Kontra (Foto: kutipan kliping koran Republika, 19/01/2015)

Perdebatan tentang hukuman mati bagi terpidana kasus narkoba belum selesai. Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas menyatakan keputusan pemerintah menolak grasi pelaku tindak pidana narkoba dan tetap melaksanakan eksekusi hukuman mati merupakan langkah tepat. Sikap Ketua PP Muhammadiyah juga didukung, Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Muhyiddin Junaidi mengatakan,”Lebih penting menyelamatkan jutaan generasi muda daripada menyelematkan satu orang.”

Sementara menurut gereja, hukuman mati dianggap tidak dapat membuktikan adanya efek jera. Sekretaris Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Benny Susetyo menilai, eksekusi mati tidak dapat dibenarkan apa pun alasannya. Pandangan serupa disampaikan Persekutuan Gereja Indonesia (PGI).  Baca lebih lanjut

Matematika & Keadilan Dalam Hukum (di Indonesia)

Matematika & Keadilan Dalam Hukum (di Indonesia)

Beberapa waktu lalu, aku membaca Tempointeraktif. Dikabarkan bahwa seorang petugas satuan pengamanan (satpam) di PT Eagle Farma Caplang, Jatiuwung, Kota Tangerang bernama Lili Kurniawan, 31 tahun, diancam hukuman lima tahun penjara. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, jaksa penuntut umum menyatakan terdakwa mencuri pipa besi berukuran 20 dan 50 sentimeter senilai Rp 100 ribu sehingga diancam penjara 5 tahun. Terdakwa terancam pasal 362 KUHP tentang pencurian sehingga diancam hukuman lima tahun penjara. Baca lebih lanjut

Terima Kasih Ibu Grace Giovani…..!!

Grace Giovani

Terima Kasih ibu Grace Giovani…..

Nama beliau Grace Giovani. Namun aku biasa menyebut nama beliau dengan ibu Grace. Meskipun usianya sejauh perkiraanku belum melebihi angka 35 tahun, namun aku lebih biasa menyebut beliau dengan menggunakan kata depan “ibu” karena kebiasaan dari awal menyapa beliau.

Ibu Grace Giovani, beliau adalah seorang Notaris yang diberikan amanah tugas di daerah Semarang. Alamat kantor beliau berada di Jl. S. Parman No.12 Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Jika anda berniat untuk menghubungi beliau silakan mengontak beliau di nomor 024 70288053. Sejarah studi beliau diawali dengan mengambil kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia selepas lulus dari SMA. Setelah menuntaskan studi sarjana hukum beliau selama kurang lebih tiga setengah tahun, beliau melanjutkan minatnya di dunia hokum dengan mengambil Magister Kenotariatan pada Universitas yang sama hingga dinyatakan lulus pada tahun. Setelah menjalani kewajiban magang selama 2 tahun, beliau kemudian memperoleh amanah tugas di daerah Semarang sebagaimana saat ini sejak tanggal 22 Mei 2006 melalui Surat Keputusan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk profesi Notaris, dengan nomor C-178.HT.03.01.Th 2006.

Karir hukumnya dimulai dengan menjadi pengacara muda di Kantor Hukum Junimart, Natanael, Ridwan (Sekarang BNR Law Firm), kemudian bekerja di PT. ASURANSI MITSUI MARINE INDONESIA (sekarang Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia) sebagai Legal Officer saat menuntut ilmu di Magister Kenotariatani dan terakhir untuk memantapkan keahlian dalam bidang notaris, bekerja di Kantor Notaris SINTA SUSIKTO, S.H sebagai Asisten dan telah beberapa kali diangkat sebagai Notaris Pengganti. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: